News / Metropolitan
Selasa, 13 Januari 2026 | 18:59 WIB
Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya membongkar clandestine lab narkotika jenis etomidate di Apartemen Greenbay, Pluit, Jakarta Utara. (Foto dok. Polisi)
Baca 10 detik
  • Polda Metro Jaya menggerebek laboratorium narkotika etomidate di Apartemen Greenbay, Jakarta Utara, pada Jumat (9/1/2026).
  • Dua tersangka, satu WNI dan satu WNA Tiongkok, ditangkap setelah adanya informasi paket mencurigakan dari Bea Cukai.
  • Laboratorium tersebut berpotensi menghasilkan sekitar 30 liter cairan etomidate sebelum berhasil digagalkan oleh kepolisian.

Suara.com - Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya membongkar clandestine lab narkotika jenis etomidate di Apartemen Greenbay, Pluit, Jakarta Utara.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan dua orang tersangka, satu di antaranya warga negara asing (WNA) asal Tiongkok.

Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta terkait adanya paket kiriman internasional mencurigakan.

Paket tersebut berisi bahan narkotika dan peralatan laboratorium yang ditujukan ke Lobby Tower H Apartemen Greenbay.

Kasubdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Parikhesit mengatakan, setelah menerima informasi tersebut, tim melakukan penyelidikan hingga akhirnya menangkap dua tersangka berinisial D dan HW pada Jumat (9/1/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.

“Dua orang tersangka inisial D WNI dan HW yang merupakan WN Tiongkok,” ujar Parikhesit kepada wartawan, Selasa (13/1/2026).

Dalam penggeledahan di lokasi, polisi menemukan paket FedEx berisi narkotika jenis etomidate seberat 100 gram, bahan kimia lain berupa SLS seberat 1 kilogram, serta sejumlah peralatan laboratorium.

Barang bukti yang diamankan antara lain tabung laboratorium berkapasitas 3.000 ml, 1.000 ml, dan 100 ml, botol laboratorium, alat aduk kaca, timbangan digital, alat suntik, dan dandang stainless.

Polisi mengungkap, peralatan laboratorium tersebut dikirim dari India.

Baca Juga: Air Banjir Terus Naik! Polda Metro Jaya Evakuasi Warga di Asrama Pondok Karya

Sementara itu, HW, WNA asal Tiongkok, berperan sebagai peracik utama cairan etomidate. Berdasarkan hasil analisis sementara, clandestine lab tersebut diperkirakan mampu memproduksi hingga 30 liter cairan etomidate.

“Dari barang bukti yang kita amankan jumlah bahannya di perkirakan dapat memproduksi sekitar 30 liter cairan Etomidate,” ungkap Parikhesit.

Dengan asumsi satu cartridge vape etomidate berisi rata-rata 2 mililiter cairan, jumlah tersebut berpotensi menghasilkan sekitar 15.000 cartridge etomidate.

Parikhesit menegaskan, clandestine lab tersebut berhasil digagalkan sebelum sempat beroperasi dan mengedarkan hasil produksinya ke masyarakat.

“Alhamdulillah, sebelum lab ini sempat beroperasi dan menghasilkan produk untuk diedarkan, kami berhasil menggagalkannya,” ujarnya.

Saat ini, kedua tersangka beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Polda Metro Jaya untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Load More