- Polda Metro Jaya menggerebek laboratorium narkotika etomidate di Apartemen Greenbay, Jakarta Utara, pada Jumat (9/1/2026).
- Dua tersangka, satu WNI dan satu WNA Tiongkok, ditangkap setelah adanya informasi paket mencurigakan dari Bea Cukai.
- Laboratorium tersebut berpotensi menghasilkan sekitar 30 liter cairan etomidate sebelum berhasil digagalkan oleh kepolisian.
Suara.com - Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya membongkar clandestine lab narkotika jenis etomidate di Apartemen Greenbay, Pluit, Jakarta Utara.
Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan dua orang tersangka, satu di antaranya warga negara asing (WNA) asal Tiongkok.
Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta terkait adanya paket kiriman internasional mencurigakan.
Paket tersebut berisi bahan narkotika dan peralatan laboratorium yang ditujukan ke Lobby Tower H Apartemen Greenbay.
Kasubdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Parikhesit mengatakan, setelah menerima informasi tersebut, tim melakukan penyelidikan hingga akhirnya menangkap dua tersangka berinisial D dan HW pada Jumat (9/1/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.
“Dua orang tersangka inisial D WNI dan HW yang merupakan WN Tiongkok,” ujar Parikhesit kepada wartawan, Selasa (13/1/2026).
Dalam penggeledahan di lokasi, polisi menemukan paket FedEx berisi narkotika jenis etomidate seberat 100 gram, bahan kimia lain berupa SLS seberat 1 kilogram, serta sejumlah peralatan laboratorium.
Barang bukti yang diamankan antara lain tabung laboratorium berkapasitas 3.000 ml, 1.000 ml, dan 100 ml, botol laboratorium, alat aduk kaca, timbangan digital, alat suntik, dan dandang stainless.
Polisi mengungkap, peralatan laboratorium tersebut dikirim dari India.
Baca Juga: Air Banjir Terus Naik! Polda Metro Jaya Evakuasi Warga di Asrama Pondok Karya
Sementara itu, HW, WNA asal Tiongkok, berperan sebagai peracik utama cairan etomidate. Berdasarkan hasil analisis sementara, clandestine lab tersebut diperkirakan mampu memproduksi hingga 30 liter cairan etomidate.
“Dari barang bukti yang kita amankan jumlah bahannya di perkirakan dapat memproduksi sekitar 30 liter cairan Etomidate,” ungkap Parikhesit.
Dengan asumsi satu cartridge vape etomidate berisi rata-rata 2 mililiter cairan, jumlah tersebut berpotensi menghasilkan sekitar 15.000 cartridge etomidate.
Parikhesit menegaskan, clandestine lab tersebut berhasil digagalkan sebelum sempat beroperasi dan mengedarkan hasil produksinya ke masyarakat.
“Alhamdulillah, sebelum lab ini sempat beroperasi dan menghasilkan produk untuk diedarkan, kami berhasil menggagalkannya,” ujarnya.
Saat ini, kedua tersangka beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Polda Metro Jaya untuk proses penyidikan lebih lanjut.
Berita Terkait
-
Kasus Dugaan Penipuan Akademi Crypto Masuk Tahap Pemeriksaan, Korban Klaim Rugi Rp3 Miliar
-
Debit Air Berpotensi Naik, Ditpolairud Polda Metro Jaya Sisir Permukiman Warga di Pluit
-
Polisi Periksa 12 Saksi Kasus Teror DJ Donny dan Influencer, Kapan Pelaku Ditangkap?
-
Ammar Zoni Ditanya Jaksa Apakah Pernah Isap Ganja di Penjara, Jawabannya Disorot
-
Air Banjir Terus Naik! Polda Metro Jaya Evakuasi Warga di Asrama Pondok Karya
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman
-
Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan
-
Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional
-
Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja
-
BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan
-
Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih
-
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
-
Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja
-
Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'
-
Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi