- Anggota DPR RI Robert J. Kardinal mendorong Kemensos perluas lokasi Sekolah Rakyat di enam provinsi Papua.
- Keputusan Mensos hanya menetapkan tiga lokasi di satu provinsi, padahal Papua sudah dimekarkan menjadi enam provinsi.
- Sekolah Rakyat adalah program pendidikan gratis bagi anak miskin untuk menekan angka putus sekolah di wilayah tersebut.
Suara.com - Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Robert J. Kardinal, mendorong pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) untuk memperluas akses dan lokasi penyelenggaraan Sekolah Rakyat di seluruh kawasan Papua.
Hal ini dinilai mendesak guna memastikan pemerataan kualitas pendidikan di wilayah tersebut.
Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap Keputusan Menteri Sosial (Kepmensos) Nomor 126/HUK/2025 yang menetapkan 100 kabupaten/kota di 29 provinsi sebagai lokasi Sekolah Rakyat.
Namun, dalam keputusan tersebut, kawasan Papua hanya mendapatkan tiga lokasi yang seluruhnya berada di Provinsi Papua, yakni Kota Jayapura, Kabupaten Biak Numfor, dan Kabupaten Sarmi.
Robert mengingatkan bahwa sejak 2022, kawasan Papua telah dimekarkan menjadi enam provinsi, yaitu Papua, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Barat Daya.
Menurutnya, penetapan lokasi yang hanya terpusat di satu provinsi berpotensi menimbulkan ketimpangan akses bagi anak-anak di lima provinsi lainnya.
“Banyak anak di Papua menghadapi hambatan, bukan hanya soal jarak sekolah, tetapi juga kondisi ekonomi keluarga. Sekolah Rakyat dengan sistem asrama menjawab tantangan itu. Karena itu, penyelenggaraannya harus menjangkau lima provinsi lain di Papua,” kata Robert kepada wartawan, Rabu (14/1/2026).
Ia menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan gratis yang dirancang khusus bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Program ini bertujuan menekan angka putus sekolah sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan dasar di wilayah terpencil.
Baca Juga: Alarm Keamanan di Yahukimo, Pangdam Minta Gibran Tak Mendarat: Ada Gerakan Misterius
Menurutnya, kondisi geografis dan sosial ekonomi di Papua memerlukan model pendidikan yang fleksibel. Ia menegaskan bahwa jangkauan program ini tidak boleh terbatas pada wilayah yang sudah memiliki akses lebih baik saja.
“Pemerataan Sekolah Rakyat di seluruh Papua penting untuk memastikan tidak ada lagi anak Papua yang tertinggal secara pendidikan akibat keterbatasan akses,” ujarnya.
Anggota Komisi IV DPR RI ini menambahkan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat di lima provinsi hasil pemekaran akan sangat mendukung agenda peningkatan sumber daya manusia (SDM) serta penanggulangan kemiskinan ekstrem secara struktural.
“Pendidikan adalah instrumen paling efektif dalam memutus rantai kemiskinan. Keberadaannya harus menyebar, bukan terpusat,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Robert meminta pemerintah segera melakukan evaluasi terhadap penetapan lokasi Sekolah Rakyat serta memastikan alokasi anggaran yang memadai untuk mendukung program tersebut di Papua.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas kementerian serta kolaborasi dengan pemerintah daerah di seluruh provinsi di Papua.
“Kami berharap pemerintah memperluas program ini dan memastikan manfaatnya dirasakan secara merata, utamanya di seluruh Tanah Papua. Karena hanya melalui pendidikan sajalah dapat mengubah masa depan Papua,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Alarm Keamanan di Yahukimo, Pangdam Minta Gibran Tak Mendarat: Ada Gerakan Misterius
-
Profil Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa: dari Pilot ke Pemimpin Provinsi Baru
-
Presiden Prabowo Subianto Resmikan 166 Sekolah Rakyat
-
Tolak Pilkada Lewat DPRD, PDIP Mulai Lobi Fraksi Lain di Parlemen
-
SMAN 4 Yogyakarta Tegaskan Transformasi di HUT ke-76, Gelar Aksi Sosial hingga Faculty Fair!
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Gus Ipul Buka MPLS Perdana Sekolah Rakyat Permanen di Sragen
-
Bom MAN 3 Padang: Bagaimana Bullying Bertahun-tahun dan Internet Ubah Pelajar Jadi Perakit Bom?
-
Krisis Air Bersih! Warga Cilegon Jalan Kaki Demi Setetes Air
-
The Odyssey: Hadir dengan Tema Kesetiaan dan Perjalanan Heroik yang Epik!
-
Kemlu Iran: Tidak Ada Negosiasi Damai dengan Amerika!
-
Masa Depan Bandara Kertajati di Tangan AHY
-
LG Perkuat Pembelajaran Berbasis Teknologi di SMK, Kelas Multimedia Berstandar Industri Hadir
-
Pangeran William dan Keir Starmer Sangat Kecewa Setelah Inggris Gagal ke Final Piala Dunia 2026
-
Eks Jenderal TNI Jadi Bos Peruri, Ini Alasan BP BUMN
-
5 Cara Atasi Pompa Air Nyala Tapi Air Tidak Mau Naik, Gratis Tanpa Panggil Tukang Servis