- KPK periksa sekretaris camat dan lima direktur swasta sebagai saksi.
- Pemeriksaan terkait kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Bekasi nonaktif.
- Kasus ini berawal dari OTT yang juga menangkap ayah sang bupati.
Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK memanggil seorang sekretaris camat dan lima direktur perusahaan swasta sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara Kunang (ADK).
Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK pada Rabu (14/1/2026). Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, merinci para saksi yang dipanggil:
- ROH, Sekretaris Camat Kedung Waringin.
- AP, Direktur CV Mancur Berdikari.
- MAR, Direktur CV Lor Jaya.
- NAD, Direktur CV Singkil Berkah Anugerah.
- RUD, Direktur PT Tirta Jaya Mandiri.
- HD, Direktur CV Barok Konstruksi.
Selain itu, KPK juga memanggil seorang wiraswasta berinisial NSY sebagai saksi dalam kasus yang sama.
Berawal dari OTT Bupati dan Ayahnya
Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada 18 Desember 2025, di mana tim penyidik mengamankan sepuluh orang di Kabupaten Bekasi. Dari jumlah tersebut, delapan orang dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan intensif.
Pada 20 Desember 2025, KPK secara resmi mengumumkan tiga orang sebagai tersangka:
1. Ade Kuswara Kunang (ADK), Bupati Bekasi (sebagai penerima suap).
2. HM Kunang (HMK), ayah Bupati sekaligus Kepala Desa Sukadami (sebagai penerima suap).
3. Sarjan (SRJ), pihak swasta (sebagai pemberi suap).
Dalam operasi tersebut, KPK juga menyita barang bukti berupa uang tunai senilai ratusan juta rupiah. Kasus ini diduga terkait dengan tindak pidana suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi. (Antara)
Baca Juga: Lingkaran Setan Suap Bupati Bekasi, KPK Panggil 5 Bos Proyek dan Sekcam Sekaligus
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Dituduh Gembong Narkoba, 4 Orang Tewas Dirudal Militer AS di Perairan Pasifik
-
Seksisme Bukan Candaan! Kemendukbangga Sentil Kasus Pelecehan di Grup Chat Mahasiswa FHUI
-
Alasan Hizbullah Boikot Pertemuan Diplomatik Lebanon-Israel di Washington
-
Kasus Wanita Linglung Dilepas Polisi, Propam Turun Tangan Periksa Anggota Polsek Pasar Minggu
-
Makassar Ubah Sampah Jadi Listrik, Bisa Jadi Solusi Krisis Sampah?
-
Asal Bapak Senang! Pete Hegseth Dituding Sesatkan Donald Trump soal Perang Iran
-
Baru Bertemu Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Perang AS Pete Hegseth Dihantam Isu Diskriminasi
-
Blokade Selat Hormuz Oleh Amerika Serikat Picu Protes China, Dinilai Memperburuk Krisis Timur Tengah
-
Italia Tangguhkan Perjanjian Pertahanan dengan Israel, Ini Penyebabnya
-
BPKP Bongkar Borok Proyek Chromebook: Negara Rugi Rp2,1 Triliun, Ini Rinciannya