- Dosen UGM, Zainal Arifin Mochtar, menyatakan pejabat publik harus terbiasa menerima kritik, termasuk melalui format roasting.
- Roasting berfungsi sebagai penanda penting dalam membedakan ekspresi kritik dari potensi penghinaan oleh negara.
- Uceng menegaskan bahwa kritik adalah fundamental demokrasi dan negara tidak boleh memiliki sensitivitas berlebihan terhadap suara publik.
Suara.com - Dosen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM), Zainal Arifin Mochtar, menegaskan bahwa pejabat publik dan elit politik perlu dibiasakan menerima kritik. Termasuk melalui medium yang tidak selalu serius seperti roasting.
Hal itu ia sampaikan dalam acara 'ROASTING ZAINAL BUKAN GURU BESAR BIASA' yang digelar menjelang pengukuhannya sebagai Guru Besar Hukum Tata Negara UGM, besok.
Menurut Uceng sapaan akrabnya, praktik roasting bisa menjadi penanda penting dalam membedakan kritik dengan penghinaan. Hal ini sekaligus menyentil isu yang belakangan kerap dipersoalkan oleh negara.
Ia menilai, negara semestinya tidak mudah tersinggung terhadap ekspresi kritik dari masyarakat dalam bentuk apapun.
"Perlu menurut saya [pejabat atau elit politik diroasting]. Sekaligus menurut saya ini menjadi garis pembatas yang menarik untuk membedakan antara mana penghinaan dengan mana kritik. Jelas menurut saya, sulit membedakannya itu," kata Uceng ditemui pada Rabu (14/1/2026).
Uceng menyebut upaya memisahkan kritik dan penghinaan secara kaku justru berpotensi membungkam kebebasan berekspresi.
Ia menilai, pendekatan tersebut sering kali dipaksakan dengan berbagai alasan yang justru melemahkan demokrasi.
"Jadi kalau mau dipaksa bedakan dengan berbagai alasan, berat. Seperti tadi itu [roasting ] kan gimana mau bedakan penghinaan dengan kritik?" ujarnya.
Ia menekankan bahwa kritik merupakan elemen fundamental dalam demokrasi.
Baca Juga: Rupiah Melemah, Berikut Harga Kurs Dolar AS di Mandiri, BNI, BRI dan BCA
Dalam kesempatan ini pula, Uceng menyentil negara tidak boleh memiliki 'kuping yang tipis' atau terlalu sensitif terhadap suara publik.
"Harusnya kuping negara itu kan enggak boleh terlalu tipis ya. Harusnya lebih tebal karena kritik itu bagian penting dari demokrasi. Mustahil ada demokrasi kalau tidak ada kritik," tegasnya.
Dalam konteks pemerintahan saat ini, Uceng bahkan menilai hampir seluruh pejabat publik terkhusus para menteri layak menjadi sasaran roasting sebagai bentuk evaluasi sosial terhadap kekuasaan.
"Banyak, hampir semua menteri [layak diroasting]," tandasnya.
Roasting Jadi Ruang Silaturahmi
Adapun acara roasting Zainal dihadiri sejumlah akademisi, aktivis, penulis, dan seniman, di antaranya Hendri Satrio, Denny Indrayana, Bivitri Susanti, Dandhy Laksono, Okky Madasari, Feri Amsari, hingga Putut EA.
Berita Terkait
-
Terapkan KUHP Baru, Kejagung Akan Minimalisir Hukuman Penjara untuk Kejahatan Ringan
-
Setelah Resmikan Proyek Besar di Balikpapan, Apa Agenda Rahasia Prabowo di IKN?
-
Rupiah Melemah, Berikut Harga Kurs Dolar AS di Mandiri, BNI, BRI dan BCA
-
Romantisasi UMKM: Negara yang Absen, Warga yang Dipaksa Adaptif
Terpopuler
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 9 Pilihan HP Infinix RAM 8GB Kelas Entry Level Harga Rp1-3 Jutaan
- Kulkas Merek Apa yang Tidak Ada Bunga Es? Ini Pilihan dan Tips agar Tak Salah Beli
Pilihan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
-
Dikepung Asap Karhutla, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Pontianak
-
Santap Siang Bareng di Rusia, Prabowo Minta Maaf ke Putin Karena Hal Ini
-
Dua Bus Transjakarta Tubrukan di Pancoran, Benarkah Sopir Mengantuk karena Cuti Duka Ditolak?
-
Bikin Cemas! Pesawat Garuda Indonesia Pecah Ban Angkut 156 Penumpang
Terkini
-
Anggota DPR Tantang Kepala BGN Taruhan: Keracunan MBG Pasti Terulang Kalau Tata Kelola Buruk!
-
Bansos Diputus Gara-gara Judol, Gubernur Ahmad Luthfi Turun Tangan Datangi Rumah Nenek Darmi
-
Lima Perusahaan Kena Sanksi Karhutla Kalbar, Izin Dibekukan dan Wajib Pulihkan Lingkungan
-
Aparat Diduga Biarkan Ormas 'Pukul' Demonstran, Aktivis: Taktik Orde Baru yang Berbahaya!
-
Jaka Tingkir Saga, Serial Kolosal Pertama yang Lahir dari Kecerdasan Buatan
-
Kebiasaan Kecil, Berdampak Besar: Bekal Hidup Sehat untuk Generasi Muda Indonesia
-
Sumsel Kembali Menengadah ke Langit, Doa Hujan di Tengah Karhutla yang Belum Usai
-
Semen Gresik Tingkatkan Kompetensi Ratusan Tukang Bangunan melalui Sertifikasi Akademi Jago Bangunan
-
Ancaman Siber Meningkat Drastis, DPR Diminta Segara Sahkan RUU KKS
-
Warga Sekitar TPA Putri Cempo Mulai Mengungsi, Alami Sesak Nafas