- Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjadwalkan pembacaan vonis Laras Faizati Khairunnisa pada Kamis (15/1/2026) terkait dugaan penghasutan demonstrasi 2025.
- Kuasa hukum Laras berargumen dakwaan jaksa lemah dan ekspresi kliennya adalah kebebasan berekspresi, sementara jaksa menuntut satu tahun penjara.
- Dalam pledoi, Laras mengungkap dugaan perlakuan tidak manusiawi selama penyidikan, termasuk akses kesehatan yang buruk saat sakit.
Suara.com - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan akan menggelar sidang pembacaan vonis terhadap terdakwa Laras Faizati Khairunnisa, pada Kamis (15/1/2026) hari ini. Sidang ini menjadi penentuan akhir perkara dugaan penghasutan terkait demonstrasi Agustus 2025 yang menjerat perempuan berusia 26 tahun tersebut.
Sidang putusan digelar empat hari menjelang ulang tahun Laras ke-27 yang jatuh pada 19 Januari 2026. Sejak awal persidangan, Laras berharap kebebasan menjadi “hadiah terbaik” dari majelis hakim.
“Semoga hadiah terbaiknya adalah kebebasan,” kata Laras usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (9/1/1026).
“Bukan cuma untuk aku, tapi juga untuk teman-teman yang mengalami kriminalisasi serupa," imbaunya.
Duplik Kuasa Hukum
Sebelum vonis dibacakan, tim penasihat hukum Laras telah menyampaikan duplik atas replik jaksa penuntut umum. Kuasa hukum menegaskan dakwaan jaksa tidak didukung bukti kuat dan bersifat asumtif.
“Jaksa tidak mampu membuktikan adanya niat atau kesengajaan terdakwa untuk menghasut,” ujar kuasa hukum Laras dalam sidang sebelumnya.
Menurut pembela, ekspresi Laras di media sosial merupakan kritik dan ekspresi simbolik yang dilindungi kebebasan berekspresi. Penggunaan hukum pidana, kata mereka, justru berpotensi menjadi bentuk kriminalisasi terhadap warga negara yang menyampaikan pendapat.
Sementara, jaksa penuntut umum (JPU) dalam sidang replik yang digelar pada Rabu (7/1/2026)) tetap bertahan pada tuntutan satu tahun penjara. Jaksa menilai perbuatan Laras memenuhi unsur Pasal 161 ayat (1) KUHP tentang penghasutan.
Baca Juga: Doa Ibu Jelang Sidang Vonis Laras Faizati: Semoga Anak Saya Bebas dan Hidupnya Kembali!
Jaksa juga menolak pembelaan yang menyebut penggunaan bahasa Inggris dalam unggahan Laras meniadakan niat menghasut. Menurut jaksa, bahasa tersebut tetap dapat dipahami oleh masyarakat.
Pledoi Penuh Haru
Sidang vonis hari ini juga tak lepas dari pledoi Laras yang dibacakan dalam sidang yang digelar Senin (5/1/2026). Dalam pembelaannya, Laras mengungkap dugaan perlakuan tidak manusiawi selama penyidikan, termasuk kesulitan akses kesehatan saat sakit.
“Ketika saya sakit, saya diberikan obat yang sudah basi,” kata Laras dalam pledoinya di hadapan majelis hakim.
Ia juga mengaku mendapat perlakuan merendahkan saat menangis karena memikirkan kondisi ibunya. Pledoi tersebut memicu simpati publik dan ditutup dengan tepuk tangan pengunjung sidang.
Ibu Laras, Fauziah (57), pun berharap putrinya dibebaskan secara utuh dan dapat melanjutkan hidup tanpa beban hukum.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
Raih KWP Awards, Legislator NasDem Arif Rahman: Anggota DPR Harus Selalu Turun ke Rakyat
-
Megawati Beri Hard Warning ke Kader PDIP: Jangan Korupsi,Turun ke Bawah!
-
Petugas PPSU di Pejaten Barat Tewas Ditabrak Mobil Saat Sedang Menyapu
-
Aksi Kamisan ke-904, Sumarsih: Perjuangan Ini Lahir dari Cinta
-
Bukan Sekadar Pajangan, Andre Rosiade Dedikasikan Penghargaan KWP Awards 2026 untuk Rakyat Sumbar
-
Misteri Kerangka Manusia Nyangkut di Sampah Citarum, Ciri Kawat Jadi Kunci
-
Sapu Jalan Berujung Maut: Petugas PPSU Tewas Ditabrak Mobil Oleng di Pejaten
-
Petani Tembakau Madura Desak Pemerintah Ubah Kebijakan Rokok Ilegal
-
DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH
-
Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah