Video / News
Rabu, 14 Januari 2026 | 21:00 WIB

Suara.com - Gelombang demonstrasi yang berlangsung di Iran akibat krisis ekonomi dilaporkan berubah menjadi kerusuhan.

Pemerintah Iran menyatakan aksi unjuk rasa tersebut bermula dari tekanan ekonomi, termasuk lonjakan harga kebutuhan pokok dan melemahnya nilai tukar mata uang, sebelum kemudian berkembang menjadi situasi yang lebih luas dan tidak terkendali.

Seorang pejabat Iran kepada Reuters pada Selasa, 13 Januari 2026, menyebut jumlah korban tewas akibat kerusuhan tersebut mencapai sekitar 2.000 orang.

Namun, pejabat yang tidak disebutkan namanya itu menyatakan bahwa sebagian korban berasal dari warga sipil maupun personel keamanan yang terdampak bentrokan selama aksi berlangsung.

Selengkapnya dalam video ini. 

Load More