- Amerika Serikat memindahkan gugus tempur kapal induk nuklir USS Abraham Lincoln ke wilayah CENTCOM dari Laut China Selatan.
- Iran merespons potensi serangan dengan mengeluarkan NOTAM yang melarang aktivitas penerbangan di wilayah udaranya per Rabu malam.
- Militer AS mengevaluasi personel di pangkalan Timur Tengah, sementara Reuters melaporkan potensi serangan militer terhadap Iran dalam jam.
Suara.com - Situasi di Timur Tengah berada di titik nadir setelah muncul laporan mengenai kemungkinan serangan militer Amerika Serikat (AS) terhadap Iran dalam waktu dekat.
Sebagai bentuk penguatan kekuatan, AS dilaporkan tengah memindahkan gugus tempur kapal induk bertenaga nuklir, USS Abraham Lincoln (CVN 72), dari Laut China Selatan menuju wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS (CENTCOM).
Laporan pergerakan aset tempur strategis ini pertama kali diungkapkan oleh koresponden Gedung Putih dari News Nation, Kellie Meyer. Berdasarkan informasi dari sumber internal, proses relokasi ini diperkirakan memakan waktu sekitar satu minggu.
"AS sedang memindahkan gugus tempur kapal induk dari Laut China Selatan ke wilayah tanggung jawab CENTCOM. Proses ini akan memakan waktu sekitar satu minggu," tulis Meyer melalui akun X resminya, Kamis (15/1/2026).
USS Abraham Lincoln merupakan kapal induk kelas Nimitz yang menjadi simbol proyeksi kekuatan laut global AS. Berikut adalah spesifikasi teknis kapal raksasa tersebut:
- Dimensi: Panjang 332,8 meter dengan luas dek penerbangan mencapai 4,5 hektar.
- Propulsi: Ditenagai dua reaktor nuklir A4W yang mampu melaju dengan kecepatan lebih dari 30 knot.
- Kapasitas: Mampu mengangkut hingga 90 pesawat tempur dan helikopter, termasuk jet F/A-18 Hornet dan pesawat radar E-2C Hawkeye.
- Personel: Menampung hingga 5.680 awak kapal dan personel penerbangan.
Merespons ancaman yang kian nyata, otoritas Iran secara resmi mengeluarkan peringatan Notice to Air Missions (NOTAM) sejak Rabu malam.
Teheran melarang seluruh aktivitas penerbangan di wilayah udaranya, kecuali untuk penerbangan internasional yang telah mengantongi izin khusus, meski belakangan beredar kabar wilayah udara Iran sudah dibuka kembali.
Data dari FlightRadar24 menunjukkan penurunan drastis lalu lintas udara di atas Iran. Hanya terpantau lima pesawat yang melintas sesaat setelah NOTAM diterbitkan.
Kondisi ini memaksa maskapai besar seperti Lufthansa Group (termasuk Swiss, Austrian, dan Brussels Airlines) untuk menghindari seluruh wilayah udara Iran dan Irak hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Baca Juga: Tensi Iran Mereda, Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih dari 2 Persen di Pasar Asia
Langkah preventif juga diambil militer AS dengan meminta personel di beberapa pangkalan strategis Timur Tengah, termasuk Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, untuk melakukan evakuasi.
Meskipun diplomat AS menyebutnya sebagai "perubahan postur", kantor berita Reuters melaporkan bahwa serangan militer terhadap Iran bisa terjadi hanya dalam hitungan jam.
Ketegangan ini semakin diperkeruh oleh pernyataan keras Presiden Donald Trump di media sosial. Selain fokus pada Timur Tengah, Trump terus menekan NATO terkait akuisisi Greenland yang ia sebut vital bagi sistem pertahanan rudal "Golden Dome" miliknya.
Trump memperingatkan bahwa tanpa kekuatan AS, NATO tidak akan menjadi kekuatan pencegah yang efektif. Ia menegaskan bahwa AS harus menguasai Greenland untuk mencegah wilayah tersebut jatuh ke tangan Rusia atau China
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Heboh Mahasiswi ITB Jadi Korban Foto AI Telanjang, Wamenkomdigi Ingatkan soal Etika
-
Ancaman Taktik Adu Domba Trump di Balik Pengumuman Genjatan Senjata di Lebanon
-
Pramono Turun ke Kali, Ikut Angkat Ikan Sapu-Sapu yang Kuasai Perairan Jakarta
-
Berkas Andrie Yunus Dilimpahkan ke Peradilan Militer, Anggota DPR: Ujian Besar Supremasi Hukum
-
Hobi Comot Kader Parpol Lain, PSI Dinilai Gagal Bangun Kader Sendiri
-
Skandal Ketua Ombudsman Coreng Lembaga Independen, Desakan Reformasi Pengawasan Etik Menguat
-
Cek Fakta: Benarkah Israel Diserang Lebah? Ternyata di Sini Lokasinya
-
Petinggi Mossad Tegaskan Misi Gulingkan Iran Belum Selesai: Rezim Ini Harus Lenyap dari Dunia
-
Berburu Cuan dari Hama, Petugas PPSU Dibayar Rp5.000 Tiap Tangkap Sekilo Ikan Sapu-sapu
-
Polisi Selidiki Penyebab Kematian Wanita Paruh Baya Tergeletak di Rumah Tangerang