Adian Napitupulu membongkar ketidakjujuran PT Antam terkait jumlah korban. Meski perusahaan mengklaim nihil, faktanya enam warga masih terjebak di lubang tambang dan delapan lainnya telah dievakuasi mandiri oleh masyarakat.
Enam penambang yang masih terjebak di area Pongkor telah teridentifikasi, yaitu Jaka, Dedi, Isep Septiana, Akim, Aji (warga Desa Urug), serta satu warga Parakan Muncang yang nasibnya kini masih belum menemui kejelasan.
Tragedi ini mengulang sejarah kelam penggunaan asap misterius untuk mengusir penambang liar. Adian menyoroti rangkaian peristiwa masa lalu yang tidak pernah diusut tuntas, termasuk pembakaran bangunan warga pada tahun 2015.
Tragedi ini ternyata bukan yang pertama. Adian mengingatkan publik tentang rentetan peristiwa serupa yang selalu berakhir tanpa kejelasan penyebabnya.
Ada dugaan mengerikan bahwa asap tersebut bukan kecelakaan teknis semata, melainkan metode untuk membersihkan area dari penambang liar (gurandil).
"Kalau tidak salah ini kejadian ke 3 kali serupa, yaitu asap, mulai dari tahun 1212 penyebabnya diduga Ban yang dibakar. kemudian Ini 2004 meninggal 13 orang juga karena asap tapi tidak pernah di ungkap penyebab asap nya. Gurandil menuduh itu asap yang di buat untuk mengusir mereka dari terowongan," papar Adian mengupas sejarah kelam Pongkor.
Adian juga menyoroti impunitas pelaku di masa lalu. "Kemudian Siapa pelaku pembakaran tidak pernah terungkap hingga saat ini," tambahnya.
Konflik antara korporasi dan warga lokal ini memang sudah mendarah daging. Adian mencontohkan kejadian satu dekade lalu yang sangat destruktif.
"Pada tahun 2015 di desa Ciguha sekitar 400 an rumah atau bangunan yang di tuduh sebagai tempat pengolahan emas ilegal di bakar. Jadi ada banyak rangkaian peristiwa yg tidak pernah di ungkap tuntas penyebab nya," tuturnya.
Berita Terkait
-
Daftar Lengkap 6 Nama Korban Meninggal Dunia Tragedi Asap Tambang Pongkor Bogor
-
Fakta Pahit! Sempat Dibantah Polisi, Kades Bangun Jaya Benarkan 6 Warganya Tewas di Lubang Pongkor
-
Bupati Bogor Tak Mau Tutup Mata, Rudy Susmanto Janji Telusuri Kabar Korban Jiwa di Pongkor
-
Misteri Asap di Nanggung: Video Evakuasi Viral Disebut Hoaks, Tapi Isu Korban Jiwa Terus Menguat
-
Libur Isra Miraj, 3.300 Kendaraan Padati Jalur Wisata Puncak
Terpopuler
Pilihan
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
Terkini
-
BMKG: Jabodetabek Bakal Dikepung Hujan Lebat dan Angin Kencang Hingga Sore
-
Remaja Makassar Tewas Tertembak Polisi, Anggota DPR Ini Desak Polri Usut Tuntas
-
Fadia Arafiq Ngaku Sedang Bersama Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Saat KPK Gerebek Rumahnya
-
Pakar: Kasus Pidana Eks Menteri NM Bukan Kejahatan Biasa, Segera Telusuri Asetnya
-
Harga Daging dan Cabai Mulai 'Ugal-ugalan', Polda Metro Jaya Tegur Pedagang di Pasar Kopro
-
Fadia Arafiq Resmi Pakai Rompi Oranye, Bantah Kena OTT: Saya Sedang Sama Pak Gubernur Jateng
-
Waspada! Bibit Siklon 90S Berpotensi Jadi Badai Tropis dalam 24 Jam, BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem
-
Serangan Drone Iran Hantam Area Konsulat AS di Dubai
-
Eropa Hentikan Dukungan Dana Militer Ukraina Imbas Sengketa Pipa Gas Rusia
-
Izin Cuma Dagang Umum Tapi Jual Miras, Outlet 'HMI' di Jakarta Barat Kena Segel Petugas