- Genangan air merendam sejumlah titik jalan di Jakarta pada Kamis (22/1/2026) pagi, menyebabkan kemacetan parah di jalur utama.
- Dampak genangan air ini memaksa penyesuaian rute dan penghentian sementara layanan angkutan umum Mikrotrans di Jakarta Barat.
- Beberapa rute Mikrotrans seperti JAK 04, JAK 07, JAK 53, JAK 30, dan JAK 56 mengalami pengalihan atau berhenti total.
Suara.com - Jakarta kembali dirundung masalah genangan air yang merendam sejumlah titik jalan pada Kamis (22/1/2026) pagi. Hal ini dikarenakan hujan deras yang turun sejak pagi di Jakarta dan sekitarnya.
Kondisi ini mengakibatkan mobilitas warga terganggu akibat kemacetan parah yang terjadi di jalur-jalur utama ibu kota.
Berdasarkan pantauan media sosial, kawasan Cawang menjadi salah satu titik yang mengalami kepadatan lalu lintas cukup signifikan akibat cuaca pagi ini akibat genangan yang menutup satu sisi jalan.
Selain kemacetan yang mengular, dampak genangan air ini juga merembet pada operasional angkutan umum milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Wilayah Jakarta Barat terpantau menjadi area yang paling banyak terdampak genangan sehingga memaksa penyesuaian pada beberapa rute.
Sejumlah rute Mikrotrans terpaksa mengalami pengalihan hingga penghentian operasional sementara demi keamanan para pelanggan.
PT Transjakarta mengonfirmasi bahwa layanan Mikrotrans JAK 04 rute Grogol - Tubagus Angke bahkan berhenti beroperasi secara total untuk sementara waktu.
"Dikarenakan adanya genangan air di sekitar Jalan Jelambar Barat III, Jalan Wijaya Kusuma dan Jalan Kusuma Timur (Pasar Bonpis)," tulis akun @PT_Transjakarta.
Tak hanya rute JAK 04, layanan JAK 07 yang menghubungkan Tanah Abang dan Grogol pun harus berjibaku dengan skema pengalihan rute.
Baca Juga: Tanpa Turun dari Mobil, Ini Cara Cek Batas Aman Banjir Lewat Spion
"Dikarenakan adanya genangan air di sekitar Jalan Muardi," jelas pihak Transjakarta dalam keterangan tertulisnya.
Layanan JAK 53 rute Grogol - Pos Pengumben via Slipi juga dilaporkan tidak dapat melayani sejumlah titik pemberhentian bus.
"Dikarenakan adanya genangan air di sekitar Jalan Anggrek," unggah akun resmi @PT_Transjakarta pada pukul 08.15 WIB.
Situasi serupa terjadi pada rute JAK 30 (Grogol - Meruya) dan JAK 56 (Grogol - Srengseng) yang harus menghindari beberapa ruas jalan yang terendam.
"Dikarenakan adanya genangan air di sekitar Jalan Daut," tambah informasi dari pihak operator.
Hingga berita ini diturunkan, genangan masih terpantau di beberapa ruas jalan dan menghambat laju kendaraan di tengah puncak jam sibuk warga Jakarta.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
BGN Luncurkan Mak Comblang Project, Petani Disambungkan Langsung ke Dapur MBG
-
Mekanisme dan Jadwal TKA 2026 untuk Syarat Jalur Prestasi SPMB 2026/2027
-
Intip Oleh-oleh Prabowo dari Kunjungan di London: Ada Capaian Investasi hinga Pendidikan?
-
Suara dari Swiss: Harapan Besar Diaspora di Balik Kehadiran Prabowo di Forum Davos
-
Indonesia Siapkan Perpres Kepatuhan HAM untuk Perusahaan, Bakal Jadi yang Pertama di ASEAN
-
Laporan Suara.com dari Swiss: Prabowo Siap Hadir di World Economic Forum 2026
-
Dari Kenaikan PBB hingga Uang di Dalam Karung: Puncak Drama Bupati Pati Sudewo
-
Pati dan Madiun Tanpa Pemimpin Pasca OTT KPK, Kemendagri Ambil Langkah Darurat
-
Antisipasi Puncak Cuaca Ekstrem, BPBD Tebar 2,4 Ton Bahan Semai di Hari Keenam OMC
-
Wacana Polri di Bawah Kementerian Mengemuka, Yusril Tegaskan Masih Tahap Opsi Reformasi