News / Metropolitan
Kamis, 22 Januari 2026 | 18:13 WIB
Tragedi Macet Horor Banjir Jelambar, Pengemudi Mobil Tewas di Dalam Kendaraan. (Suara.com/Faqih)
Baca 10 detik
  • Seorang pria berinisial AR (51) ditemukan meninggal dalam mobil di tengah kemacetan akibat banjir di Jembatan Layang Jelambar, Jakarta Barat, Kamis (22/1/2025).
  • Petugas menemukan korban setelah mobilnya berhenti total dan tidak merespons panggilan saat hendak didorong menjauhi kemacetan parah.
  • Dugaan awal polisi mengarah pada penyakit bawaan korban karena ditemukan obat-obatan pribadi seperti inhaler di dalam mobil.

Suara.com - Di tengah hiruk pikuk klakson dan deru mesin yang memadati jembatan layang Jelambar, Jakarta Barat, sebuah tragedi sunyi terjadi di dalam satu unit mobil. Seorang pengendara pria berinisial AR (51) ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa, terjebak sendirian di tengah kemacetan parah yang melumpuhkan kawasan tersebut.

Peristiwa memilukan ini terjadi saat sejumlah ruas jalan di Ibu Kota, termasuk Jelambar dan Daan Mogot, tergenang banjir pada Kamis (22/1/2025).

Kemacetan horor pun tak terhindarkan, memaksa ribuan pengendara untuk merayap pelan. Namun, mobil yang dikendarai AR justru berhenti total di lajurnya, memicu kecurigaan petugas.

Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan, AKP Alexander Tengbunan, mengungkapkan bahwa dugaan awal penyebab kematian korban mengarah pada kondisi kesehatan yang sudah diderita sebelumnya, bukan semata-mata akibat stres terjebak kemacetan.

“Kalau meninggal karena macet kan, mungkin lebih kemungkinan karena sakit ya, bukan karena macet,” kata Alex saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (22/1/2025).

Kronologi penemuan jasad AR berawal dari kesigapan petugas lalu lintas yang sedang berjibaku mengurai kepadatan kendaraan. Perhatian petugas tertuju pada sebuah mobil yang tak bergerak sama sekali di tengah antrean. Awalnya, petugas mengira mobil tersebut mengalami mogok.

Petugas pun berinisiatif untuk membantu mendorong mobil tersebut ke tepi jalan agar tidak memperparah kemacetan. Namun, upaya itu sia-sia karena mobil dalam posisi direm tangan. Merasa ada yang tidak beres, petugas mencoba berkomunikasi dengan pengemudi di dalamnya.

“Kemudian dicoba buka pintunya dan diketuk kacanya, tidak ada respon. Dibuka pintunya terus anggota ini melihat sopir ini, driver, kepalanya merunduk,” jelas Alex.

Pemandangan di dalam mobil seketika membuat petugas terkejut. Mereka menemukan AR dalam posisi tertunduk di kursi pengemudi dan tidak memberikan respons sama sekali. Dengan sigap, petugas langsung memeriksa tanda-tanda vital korban. Hasilnya, denyut nadi AR sudah tidak lagi berdetak.

Baca Juga: Jakarta Dikepung Banjir, Anggota DPR Curhat Mati Listrik: Pak Bahlil, Tolong PLN-nya!

Tim identifikasi dari Polres Metro Jakarta Barat segera dihubungi dan meluncur ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP. Dari pemeriksaan awal pada tubuh korban, polisi tidak menemukan adanya indikasi kekerasan atau tindak kejahatan.

“Setelah diidentifikasi tidak ada tanda-tanda kekerasan di situ,” tegas Alex.

Dugaan bahwa korban meninggal akibat riwayat penyakit semakin menguat setelah petugas menemukan sejumlah obat-obatan pribadi di dalam tas milik AR. Barang-barang seperti inhaler—yang biasa digunakan untuk penderita asma atau gangguan pernapasan—serta FreshCare dan Insto, turut diamankan sebagai barang bukti.

Untuk memastikan penyebab pasti kematiannya, jenazah AR kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk proses penyelidikan lebih lanjut, termasuk kemungkinan dilakukan autopsi. Hingga kini, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan medis resmi dari pihak rumah sakit.

Load More