- Seorang pria berinisial AR (51) ditemukan meninggal dalam mobil di tengah kemacetan akibat banjir di Jembatan Layang Jelambar, Jakarta Barat, Kamis (22/1/2025).
- Petugas menemukan korban setelah mobilnya berhenti total dan tidak merespons panggilan saat hendak didorong menjauhi kemacetan parah.
- Dugaan awal polisi mengarah pada penyakit bawaan korban karena ditemukan obat-obatan pribadi seperti inhaler di dalam mobil.
Suara.com - Di tengah hiruk pikuk klakson dan deru mesin yang memadati jembatan layang Jelambar, Jakarta Barat, sebuah tragedi sunyi terjadi di dalam satu unit mobil. Seorang pengendara pria berinisial AR (51) ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa, terjebak sendirian di tengah kemacetan parah yang melumpuhkan kawasan tersebut.
Peristiwa memilukan ini terjadi saat sejumlah ruas jalan di Ibu Kota, termasuk Jelambar dan Daan Mogot, tergenang banjir pada Kamis (22/1/2025).
Kemacetan horor pun tak terhindarkan, memaksa ribuan pengendara untuk merayap pelan. Namun, mobil yang dikendarai AR justru berhenti total di lajurnya, memicu kecurigaan petugas.
Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan, AKP Alexander Tengbunan, mengungkapkan bahwa dugaan awal penyebab kematian korban mengarah pada kondisi kesehatan yang sudah diderita sebelumnya, bukan semata-mata akibat stres terjebak kemacetan.
“Kalau meninggal karena macet kan, mungkin lebih kemungkinan karena sakit ya, bukan karena macet,” kata Alex saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (22/1/2025).
Kronologi penemuan jasad AR berawal dari kesigapan petugas lalu lintas yang sedang berjibaku mengurai kepadatan kendaraan. Perhatian petugas tertuju pada sebuah mobil yang tak bergerak sama sekali di tengah antrean. Awalnya, petugas mengira mobil tersebut mengalami mogok.
Petugas pun berinisiatif untuk membantu mendorong mobil tersebut ke tepi jalan agar tidak memperparah kemacetan. Namun, upaya itu sia-sia karena mobil dalam posisi direm tangan. Merasa ada yang tidak beres, petugas mencoba berkomunikasi dengan pengemudi di dalamnya.
“Kemudian dicoba buka pintunya dan diketuk kacanya, tidak ada respon. Dibuka pintunya terus anggota ini melihat sopir ini, driver, kepalanya merunduk,” jelas Alex.
Pemandangan di dalam mobil seketika membuat petugas terkejut. Mereka menemukan AR dalam posisi tertunduk di kursi pengemudi dan tidak memberikan respons sama sekali. Dengan sigap, petugas langsung memeriksa tanda-tanda vital korban. Hasilnya, denyut nadi AR sudah tidak lagi berdetak.
Baca Juga: Jakarta Dikepung Banjir, Anggota DPR Curhat Mati Listrik: Pak Bahlil, Tolong PLN-nya!
Tim identifikasi dari Polres Metro Jakarta Barat segera dihubungi dan meluncur ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP. Dari pemeriksaan awal pada tubuh korban, polisi tidak menemukan adanya indikasi kekerasan atau tindak kejahatan.
“Setelah diidentifikasi tidak ada tanda-tanda kekerasan di situ,” tegas Alex.
Dugaan bahwa korban meninggal akibat riwayat penyakit semakin menguat setelah petugas menemukan sejumlah obat-obatan pribadi di dalam tas milik AR. Barang-barang seperti inhaler—yang biasa digunakan untuk penderita asma atau gangguan pernapasan—serta FreshCare dan Insto, turut diamankan sebagai barang bukti.
Untuk memastikan penyebab pasti kematiannya, jenazah AR kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk proses penyelidikan lebih lanjut, termasuk kemungkinan dilakukan autopsi. Hingga kini, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan medis resmi dari pihak rumah sakit.
Berita Terkait
-
Jakarta Dikepung Banjir, Anggota DPR Curhat Mati Listrik: Pak Bahlil, Tolong PLN-nya!
-
Tragedi Macet Horor Banjir Jelambar, Pengemudi Mobil Tewas di Dalam Kendaraan
-
Transjakarta Pangkas Sejumlah Rute Imbas Banjir, Cek Daftar Jalur Terdampak
-
Jalan DI Panjaitan Cawang Masih Banjir, Macet Mengular Akibat Penyempitan Jalur
-
Banjir Jakarta, Polda Metro Siagakan Anggota di Jalan hingga Permukiman Warga
Terpopuler
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
- Deretan Mobil Bekas 80 Jutaan Punya Mesin Awet dan Bandel untuk Pemakaian Lama
- Jadwal M7 Mobile Legends Knockout Terbaru: AE di Upper, ONIC Cuma Punya 1 Nyawa
Pilihan
-
Ekonomi Tak Jelas, Gaji Rendah, Warga Jogja Berjuang untuk Hidup
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
Terkini
-
Basarnas: Enam Korban Kecelakaan ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Masih Dievakuasi
-
Jakarta Dikepung Banjir, Anggota DPR Curhat Mati Listrik: Pak Bahlil, Tolong PLN-nya!
-
Tragedi Macet Horor Banjir Jelambar, Pengemudi Mobil Tewas di Dalam Kendaraan
-
Transjakarta Pangkas Sejumlah Rute Imbas Banjir, Cek Daftar Jalur Terdampak
-
Jalan DI Panjaitan Cawang Masih Banjir, Macet Mengular Akibat Penyempitan Jalur
-
Giliran Pengusaha Ritel Menjerit Hadapi Ketatnya Aturan KTR di Jakarta
-
Pastikan Penanganan Darurat Berjalan Cepat, Kasatgas Tito Karnavian Tinjau Pengungsi di Aceh Utara
-
KPK Dalami Peran Ayah Bupati Bekasi dalam Mutasi Jabatan, Sekda Endin Samsudin Diperiksa
-
Kasatgas Tito Karnavian Apresiasi Pembangunan Huntara bagi Warga Terdampak di Aceh Utara
-
Komisi XI Gelar Fit and Proper Test Calon Deputi Gubernur BI Besok, Keputusan Diambil Senin Malam