News / Nasional
Jum'at, 23 Januari 2026 | 19:14 WIB
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan. [Suara.com/Dea]
Baca 10 detik
  • KPK mengusut kasus dugaan penyimpangan kuota haji 2023-2024, menetapkan dua tersangka, dan mempertimbangkan pemanggilan Presiden Joko Widodo.
  • Pemeriksaan terhadap Dito Ariotedjo hari itu fokus mendalami asal usul tambahan kuota haji dari Arab Saudi kepada Indonesia.
  • Penyimpangan terjadi karena pembagian kuota tambahan 20.000 dibagi 50:50, bukan sesuai aturan 92 persen reguler dan 8 persen khusus.

“Tetapi kemudian, ini tidak sesuai, itu yang menjadi perbuatan melawan hukumnya, itu tidak sesuai aturan itu, tapi dibagi dua. 10.000 untuk reguler, 10.000 lagi untuk kuota khusus,” ungkap Asep.

“Jadi kan berbeda dong, harusnya 92 persen dengan 8 persen, ini menjadi 50 persen, 50 persen. Nah seperti itu, itu menyalahi aturan yang ada,” tambah dia.

Dengan begitu, Asep menyebut biaya haji khusus dengan kuota yang setengah dari kuota reguler menyebabkan tingginya pendapatan agen travel.

“Kemudian prosesnya, kuota ini, ini kan dibagi-bagi nih. Dibagi-bagi ke travel-travel. Travel-travelnya kan banyak di kita, travel haji itu banyak. Dibagi-bagi sesuai dengan, karena ada asosiasi travel, tentunya kalau travelnya besar, ya porsinya besar. Travel yang kecil, ya dapatnya juga kecil,” ujar Asep

Load More