- Peringatan HUT PDI Perjuangan ke-53 di Sukabumi menekankan penguatan pelayanan struktural partai kepada masyarakat riil.
- PDIP menegaskan komitmen kemanusiaan melalui peresmian Klinik Waluya Sejati Abadi pada Minggu (25/1/2026) di Jawa Barat.
- Di Jawa Barat, dibentuk relawan kesehatan berbasis desa dan yayasan Wanoja Perjuangan untuk menangani isu sosial.
Suara.com - Peringatan HUT PDI Perjuangan ke-53 di Sukabumi tidak hanya diisi dengan seremoni, tetapi juga menjadi momentum penguatan struktur partai dalam melayani rakyat secara riil.
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, bersama Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono, menegaskan komitmen partai untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama saat menghadapi musibah dan persoalan kesehatan.
Dalam pidatonya di peresmian Klinik Waluya Sejati Abadi di Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (25/1/2026), Hasto Kristiyanto menyoroti bagaimana PDIP konsisten membangun tradisi kemanusiaan yang kuat melalui kader-kadernya, terutama kaum perempuan.
Hasto menyebut sosok-sosok seperti mantan Menteri Sosial Tri Rismaharini hingga dr. Ribka Tjiptaning sebagai teladan dalam pengabdian kepada rakyat.
"Kita memuliakan kemanusiaan dan memperjuangkan keadilan. Selama rakyat menderita, seperti di Aceh atau Sumatra Barat, meskipun secara politik PDI Perjuangan lemah di sana, suara kemanusiaan kita berbicara jauh di atas kalkulasi elektoral politik. Maka kita terdepan, bahkan sampai sekarang Ibu Risma, Pak Ganjar, Mbak Ning (Ribka Tjiptaning), berbondong-bondong mengirimkan ambulans dan dokter ke daerah bencana," ujar Hasto di hadapan ratusan kader.
Semangat kemanusiaan tersebut disambut langsung oleh Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Ono Surono.
Ia mengumumkan sebuah langkah strategis organisasi di Jawa Barat, yakni pembentukan relawan kesehatan berbasis desa dan kelurahan di seluruh provinsi.
"Kami telah berkoordinasi dengan Ibu Ribka Tjiptaning bahwa nanti akan ada relawan kesehatan berbasis desa dan kelurahan di seluruh Jawa Barat. Saat konsolidasi di tingkat ranting melalui Musyawarah Ranting, dari struktur yang ada, ada satu posisi yang kita tugaskan khusus sebagai relawan kesehatan," tegas Ono Surono.
Selain itu, Ono juga memperkenalkan yayasan Wanoja Perjuangan, sebuah wadah yang dibentuk oleh DPD PDI Perjuangan Jawa Barat untuk menggerakkan kaum perempuan dalam menangani bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi.
Baca Juga: Hasto Kristiyanto: Satyam Eva Jayate Adalah Benteng Moral PDIP Tegakkan Kebenaran
"Wanoja artinya perempuan yang hebat dan mapan. Mereka mewakili semangat perempuan Jawa Barat untuk hadir di tengah-tengah masyarakat," tambahnya.
Buktinya nyata dari kesiapan struktur partai ini terlihat dari respons cepat terhadap bencana tanah longsor yang baru saja menimpa Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Sebelum memulai sambutannya, Ono Surono mengajak ratusan hadirin untuk mendoakan para korban longsor KBB.
Ia menegaskan bahwa setelah acara di Sukabumi selesai, jajaran DPD PDI Perjuangan Jabar akan langsung meluncur ke lokasi bencana.
"Saya beserta teman-teman DPD nanti siang langsung ke KBB karena ada pengungsian sebanyak 141 orang di aula desa setempat. Mereka tentunya mengharapkan bantuan dari masyarakat, khususnya dari PDI Perjuangan," kata Ono.
Langkah cepat ini sejalan dengan instruksi Hasto Kristiyanto yang menyebutkan bahwa Ibu Megawati Soekarnoputri telah menugaskan Baguna (Badan Penanggulangan Bencana) untuk siap sedia jauh sebelum bencana terjadi berdasarkan informasi dari BMKG.
Berita Terkait
-
Hasto Kristiyanto: Satyam Eva Jayate Adalah Benteng Moral PDIP Tegakkan Kebenaran
-
Klinik Waluya Sejati Abadi Sukabumi Resmi Beroperasi Kembali di HUT PDIP ke-53
-
PDIP Gelar Natal Nasional Bersama Warga Terdampak Bencana: Berbagi Pengharapan dan Sukacita
-
Melodi My Way di Bawah Rintik Hujan Batu Tulis Warnai Perayaan Sederhana HUT ke-79 Megawati
-
Kado Ultah ke-79 Megawati: PDIP 'Banjiri' Indonesia dengan Gerakan Tanam Pohon
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
Pilihan
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
Terkini
-
Bantah Tebang Pilih, Satgas Ungkap Proses di Balik Perintah Prabowo Sikat 28 Izin Perusahaan
-
Pengamat Nilai Pengacara Nadiem Tak Siap Hadapi Jaksa, Apa Alasannya?
-
Kasus Suami Jadi Tersangka Usai Bela Istri dari Jambret di Sleman, Ini Kronologi Versi Polisi
-
JPO 'Melayang' JIS-Ancol Bakal Jadi Ikon Baru Jakarta, Kapan Bisa Digunakan?
-
Pramono: WFH dan PJJ di Jakarta Hanya Saat Hujan Deras, Cerah Tetap Masuk Normal
-
Adu Cepat Lawan Maut: Basarnas Terjang 'Bubur Pasir' Cari Puluhan Korban Longsor Cisarua
-
"Saya Mohon Maaf," Ucapan Gibran di Tengah Duka Longsor Maut Bandung Barat
-
2 Polisi Gugur Terhimpit Truk Saat Bertugas Menuju Longsor Cisarua, Kapolri Beri Kenaikan Pangkat
-
Menko PMK Pratikno Soal Longsor Bandung Barat: SAR 24 Jam Cari 83 Korban Hilang
-
Banjir Jakarta: Pramono Sebut Sebagian Sudah Surut, BPBD Ungkap 14 RT Masih Terendam 80 Cm