- Anggota Komisi VII DPR RI mendorong pemerintah beri insentif strategis untuk sektor semikonduktor dan AI.
- Banyu Biru mengapresiasi capaian industri nasional, termasuk pertumbuhan IPNM dan peringkat manufaktur ASEAN 2024.
- Peluncuran ICDEC dinilai penting untuk ekosistem teknologi tinggi, didukung oleh 16 perguruan tinggi terlibat.
Suara.com - Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Banyu Biru Djarot, mendorong pemerintah menyiapkan paket insentif strategis untuk memperkuat industri semikonduktor, kecerdasan buatan (AI), serta hilirisasi logam tanah jarang sebagai fondasi menuju intelligence economy Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Banyu Biru dalam Rapat Kerja Komisi VII DPR RI bersama Menteri Perindustrian.
Dalam forum itu, ia menekankan dua hal utama, yakni apresiasi terhadap capaian industri nasional dan penguatan kebijakan strategis untuk sektor industri masa depan.
“Saya ingin menyampaikan dua hal, pertama apresiasi dan kedua penguatan. Apresiasi pertama untuk IPNM yang kurva pertumbuhannya di atas pertumbuhan ekonomi nasional, kedua ranking manufacturing value added nomor satu di ASEAN tahun 2024, ketiga terima kasih sudah gercep menangani pasca bencana dengan restart industri kecil di Sumatera,” ujar Banyu Biru.
Pada aspek penguatan, ia menyoroti peluncuran Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDEC) oleh Kementerian Perindustrian sebagai langkah penting membangun ekosistem industri berbasis teknologi tinggi di Tanah Air.
“Pada poin penguatan, ICDEC yang dikenalkan oleh Menteri Perindustrian, saya memberikan penekanan pada insentif industri semikonduktor, AI, cloud infrastructure, dan pengembangan hilirisasi logam tanah jarang,” katanya.
Menurutnya, arah kebijakan industri nasional kini sudah berada di jalur yang tepat, seiring pergeseran dari ekonomi digital menuju ekonomi berbasis kecerdasan.
“Menurut saya arahnya sudah sangat bagus, dari digital economy ke intelligence economy,” ujarnya.
Banyu Biru juga mengaitkan pengembangan industri teknologi tinggi dengan teori yang dipopulerkan CEO NVIDIA, Jensen Huang. Ia menyebut ekosistem tersebut mencakup lima elemen penting.
Baca Juga: Industri Ambil Peran Aktif Bangun SDM Vokasi Masa Depan
“Teori hype dari Jensen Huang NVIDIA itu ada lima poin yang meliputi energinya seperti apa, chip-nya, model AI seperti apa, cloud infrastructure, dan apps-nya seperti apa,” jelasnya.
Selain aspek industri, ia mengapresiasi keterlibatan dunia pendidikan dalam pengembangan ICDEC. Tercatat ada 16 perguruan tinggi yang terlibat dalam inisiatif tersebut.
“Saya juga mengapresiasi 16 kampus atau universitas yang ikut dalam pengembangan ICDEC. Mengacu data Kementerian Ekonomi Kreatif 2025, untuk apps pencapaian investasi dan dukungan anggaran sudah Rp40 triliun lebih. Potensinya sangat luar biasa,” ujarnya.
Dalam konteks global, Banyu Biru menilai Indonesia dapat belajar dari negara-negara yang telah lebih dulu membangun industri semikonduktor kelas dunia.
“Secara komparasi studi di Taiwan dengan TSMC, SMIC di China, Samsung, dan Intel. Apabila kita bisa mengadopsi seperti ini, akan menjadi luar biasa,” katanya.
Ia pun menegaskan pentingnya perancangan insentif fiskal dan nonfiskal yang tepat sasaran agar pembangunan industri tidak hanya menarik investasi, tetapi juga membangun ekosistem yang kuat dari hulu ke hilir.
Tag
Berita Terkait
-
Industri Ambil Peran Aktif Bangun SDM Vokasi Masa Depan
-
Local Media Community Gelar Workshop 'AI Tools Training for Journalists' di Yogyakarta
-
Serapan KIPK 2025 Jeblok, Menperin Janji Bereskan Kendala Biar Padat Karya Jalan di 2026
-
Transformasi AI dalam Ekonomi Kreatif Indonesia: Peluang Emas atau Ancaman?
-
Terpopuler: Wali Kota Selamat usai Ditembak RPG Mobil Bikin Penasaran, Suzuki Terdepak dari Thailand
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
Ngopi Bareng Jadi Awal Rencana Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus, Ternyata Ini Motifnya!
-
Kunker ke Tiga Negara, Gubernur Pramono Perkuat Kemitraan Strategis Menuju Top 50 Global City 2030
-
Trauma Usai Tabrakan KRLArgo Bromo, Penumpang Perempuan Kini Pilih Hindari Gerbong Ujung
-
Mobil Lexus Rp1,3 M Dibeli Cash Tapi Mau Ditarik Debt Collector, DPR Endus Praktik Nakal Leasing
-
Kakek-kakek Lepaskan Tembakan Brutal di Pengadilan Athena, Banyak Orang Kena Peluru Nyasar
-
Periksa Sekda Madiun Dkk, KPK Telusuri Pemberian Fee Proyek ke Wali Kota Maidi
-
Tragedi Kereta di Bekasi, Legislator Gerindra Desak Pemerintah Cabut Izin Taksi Green SM
-
DPR Kritik Usulan Menteri PPPA Soal Pemindahan Gerbong Wanita KRL: Perbaiki Sistem!
-
Iran di Ambang Kronis, Kemiskinan dan Pengangguran Mendarah Daging
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini