- Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menyatakan keterkejutan atas tanah longsor di Cisarua, Bandung Barat, pada Selasa (27/1/2026).
- Lasarus menyoroti dampak masif longsor meski intensitas hujan dinilai tidak ekstrem dibandingkan wilayah lain.
- Dampak bencana meliputi lebih dari 30 hektar lahan tertimbun dan diperkirakan korban jiwa melebihi seratus orang.
Suara.com - Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, mengungkapkan keterkejutannya atas bencana tanah longsor yang melanda Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Hal itu disampaikannya dalam rapat kerja bersama Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Ia menilai peristiwa tersebut terjadi sangat tiba-tiba dan di luar perkiraan, mengingat kondisi cuaca di lokasi yang dianggap tidak seekstrem wilayah lain yang pernah mengalami bencana serupa.
"Ini terjadi lagi bencana di Cisarua, Pak. Cisarua ini mengejutkan kita seperti petir di siang bolong juga ini Pak, Kepala BMKG ya," kata Lasarus.
Politisi PDI Perjuangan ini menyoroti anomali intensitas hujan di wilayah tersebut.
Menurut pengamatannya, meskipun terjadi hujan, volumenya tidak tergolong ekstrem. Namun, dampak pergeseran tanah yang dihasilkan justru sangat masif.
"Ini hujannya kalau menurut saya enggak terlalu lebat Pak ya. Agak lebat tapi tidak selebat yang di Aceh gitulah ya," ujarnya.
"Tapi sliding yang terjadi tanah yang lepas itu di lereng itu juga mirip-mirip dengan yang ada di Aceh sana," sambungnya.
Bencana ini meninggalkan kekhawatiran mendalam bagi Komisi V DPR RI.
Baca Juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Angin Kencang 24-25 Januari, Wilayah Mana yang Terdampak?
Berdasarkan data yang diterima Lasarus, dampak kerusakan mencakup wilayah yang sangat luas, mencapai lebih dari 30 hektar lahan yang tertimbun material longsor.
Kondisi ini membuat Lasarus memprediksi adanya jumlah korban yang sangat besar, mengingat longsor tersebut juga menimpa prajurit TNI yang tengah bertugas di kawasan tersebut.
"Di kawasan kalau saya tidak salah terdampak di 30 lebih hektar lahan yang tertimbun dan menelan korban kemungkinan bisa lebih di atas 100 orang yang meninggal plus yang hilang," ungkapnya.
Atas kejadian tragis ini, Lasarus mendesak pihak BMKG untuk segera melakukan langkah preventif yang lebih tajam.
Ia meminta adanya pemetaan ulang secara mendalam terhadap daerah-daerah pemukiman yang memiliki karakteristik geologi rawan guna mencegah terulangnya tragedi serupa di masa mendatang.
Berita Terkait
-
Jakarta Siaga, BMKG Bunyikan Alarm Hujan Lebat Hari Ini
-
BMKG: Pagi Hari Jakarta Bakal Diguyur Hujan
-
Apa Penyebab Angin Kencang di Sejumlah Daerah Hari Ini?
-
Longsor di Bandung Barat: 89 Warga Diduga Tertimbun, DPR Desak Basarnas Gerak Cepat
-
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Angin Kencang 24-25 Januari, Wilayah Mana yang Terdampak?
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- Detik-detik Menteri Trenggono Pingsan di Podium Upacara Duka, Langsung Dilarikan ke Ambulans
Pilihan
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
-
H-135 Kick Off Piala Dunia 2026, Dua Negara Ini Harus Tempuh Perjalanan 15.000 KM
-
5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Paling Murah, Cocok buat Gaming dan Multitasking
Terkini
-
Polisi Ciduk Dua Pengguna Ganja Sintetis Bentuk Cair, Belasan Cartridge Liquid Vape Disita Petugas
-
Opsi Keluar Dari Board of Peace dan 5 Saran Dino Patti Djalal ke Pemerintah
-
Perangi Invasi Ikan Sapu-Sapu, Misi Arief Selamatkan Ciliwung dari 'Penjajah Sunyi' Asal Amazon
-
Kemenkes Ingatkan Risiko Jangka Panjang Konsumsi Ikan Sapu-sapu dari Sungai Tercemar
-
Keponakan Prabowo Siap Masuk Kabinet? Ini 3 Pos Menteri yang Paling Mungkin Diisi Budisatrio
-
Satgas PKH Siap Hadapi Gugatan Korporasi Usai Pencabutan Izin Usaha di Sumatera
-
28 Perusahaan di Aceh, Sumut, dan Sumbar Dicabut Izin Usahanya oleh Satgas PKH, Apa Alasannya?
-
Mendagri Fokuskan Pengendalian Komoditas Pangan untuk Jaga Inflasi
-
MAKI Desak KPK Naikkan Status Dugaan Rekening Gendut Istri Pejabat Kemenag Agar Bisa Diblokir
-
Pelanggaran Disiplin ASN, Kementan: Penanganan Indah Megahwati Mengacu pada Peraturan yang Berlaku