Suara.com - Kementerian Sosial (Kemensos) membantu pemenuhan kebutuhan dasar korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah dapat terpenuhi dengan baik, melalui pendirian dapur umum dan distribusi bantuan logistik.
“Kami terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan semua pihak terkait, untuk memastikan penanganan berjalan dengan baik, terutama terkait pemenuhan kebutuhan dasar bagi korban,” ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam keterangan tertulis, Selasa (27/1/2026).
Bencana banjir terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Pemalang pada Jumat (23/1/2026), menyebabkan Sungai Gung, Kali Pena Kir, dan Kali Soso meluap serta membawa material banjir seperti lumpur, bebatuan, kayu gelondongan dari kawasan hutan Gunung Slamet.
Banjir menerjang setidaknya empat desa, yakni Gunungsari, Penakir, serta Jurang Mangu di Kecamatan Pulosari, serta Desa Sima di Kecamatan Moga. Wilayah perkampungan Sawangan di Desa Penakir menjadi titik terparah, sekitar 10 rumah rusak dan 4 kendaraan roda terbawa air.
Sebanyak 2.100 jiwa terdampak banjir, dan 1.888 jiwa diantaranya mengungsi ke tujuh titik pengungsian yakni Kantor Kecamatan Pulosari, Gedung NU, Madrasah YPG Sarangan, Wanasari, Puskesmas, Sawangan, dan Moga R Teratai.
Berdasarkan informasi yang telah dihimpun, bencana ini menyebabkan kerugian materiil, diantaranya 26 unit rumah rusak berat, 24 unit rumah rusak ringan atau sedang, 4 unit kendaraan roda terbawa air, 1 unit fasilitas ibadah rusak, 2 jembatan penghubung antar Dusun di Desa Pulosari terputus, serta jembatan Sungai Reas rusak.
Disamping menimbulkan kerugian materiil, banjir juga menyebabkan 3 orang korban meninggal dunia dan 1 orang hilang belum ditemukan. Korban meninggal dunia yakni Tanto (33) dari Desa Penakir, serta Aksinudin (41) dan Rutinah (86) dari Desa Bongas.
Kemensos bersama Dinas Sosial Provinsi, Dinas Sosial Kabupaten, BPBD, TNI, Polri, Tagana, serta relawan lainnya terus melakukan upaya penanganan secara menyeluruh, dimulai dari evakuasi korban terdampak ke lokasi pengungsian, serta evakuasi korban meninggal dunia dan korban luka ke Rumah Sakit Islam Pemalang, untuk dilakukan identifikasi dan penanganan medis.
Kemudian, penanganan dilanjutkan dengan mendirikan dan mengoperasikan dapur umum di Kantor Kecamatan Pulosari. “Petugas dilapangan terus bekerja melakukan evakuasi, pendataan korban terdampak, serta mendirikan dapur umum,” kata Gus Ipul.
Baca Juga: Kemensos Tindaklanjuti Usulan Sekolah Rakyat di Baubau, Sukamara, dan Aceh Besar
Untuk memastikan kebutuhan dasar korban terpenuhi, Kemensos mendistribusikan bantuan logistik senilai Rp.539.722.400 yang terdiri dari makanan siap saji, selimut, kasur, tenda, dan lain sebagainya. Bantuan tersebut dikirim melalui Gudang Induk yang berada di Bekasi.
Pemerintah Kabupaten Pemalang menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari, terhitung mulai 24 Januari hingga 6 Februari 2026. Saat ini kondisi banjir telah mulai surut secara bertahap, petugas mulai melaksanakan kegiatan pembersihan material, termasuk puing pohon yang menutupi permukaan jalan raya.
Rincian bantuan logistik yang telah didistribusikan, sebagai berikut:
1. Makanan Siap Saji : 2.000 paket
2. Lauk pauk siap saji : 1.000 paket
3. Selimut : 200 lembar
4. Kasur : 200 lembar
5. Kidsware : 100 paket
6. Family Kit : 200 paket
7. Tenda gulung : 200 lembar
8. Tenda Serbaguna : 1 Unit
9. Dapur Umum Lapangan (Dumlap) : 1 unit ***
Berita Terkait
-
PNKT-Kemensos Perkuat Sinergi Dukung Program Prioritas Presiden di Daerah
-
Pastikan Korban Banjir Purbalingga Tidak Kekurangan Pangan, Kemensos Dirikan Dapur Umum
-
Kemensos Butuh Rp2 Triliun Tangani Pasca-Bencana Sumatra, Anggaran Tersedia Baru Rp600 Miliar
-
Mensos Pastikan Dapur Umum di Aceh, Sumut, dan Sumbar Tetap Beroperasi Selama Tanggap Darurat
-
Gus Ipul Pastikan BLTS Rp900 Ribu Jangkau Warga Terdampak Bencana di Sumatra
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
WhatsApp Hadirkan Panggilan Langsung di Browser, Meta Perluas Inovasi Komunikasi Tanpa Aplikasi
-
Dukung Lingkungan Bersih, BRI Serahkan Bantuan Truk Sampah ke Kodam IX/Udayana
-
BPDP Ungkap 41% Industri Sawit Nasional Dikelola Rakyat Langsung, Serap 16,5 Juta Tenaga Kerja
-
Perkuat Ekosistem Mode Nasional, BTN Dorong Pertumbuhan Sektor Kreatif Lewat IFW 2026
-
Dari Ibu Penyayang ke Pembunuh Berdarah Dingin: Lindsay Clancy Habisi 3 Anak Kandung
-
Sawit RI Kerap Dihantam Black Campaign, Dianggap Ancaman Bisnis Global
-
Maraknya PHK di Emiten, Perusahaan Wajib Transparan ke Investor
-
Fujifilm Rilis Varian Baru Instax Mini 99 ke RI, Kamera Analog Premium Harga Rp 3,6 Juta
-
Ramalan 12 Shio Hari ini 30 Juli 2026: Shio Ayam Paling Hoki, Babi Harus Waspada
-
Inovasi di TPA Supit Urang: Saat Sampah Plastik Malang Disulap Jadi Solar Pembakar Mesin