News / Metropolitan
Rabu, 28 Januari 2026 | 18:48 WIB
Gubernur Jakarta Pramono Anung. (Suara.com/Yoga)
Baca 10 detik
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan ada pihak tidak senang Jakarta bebas dari ancaman banjir.
  • Pernyataan ini disampaikan saat sambutan di Balai Kota Jakarta pada Rabu, 28 Januari 2026.
  • Pramono mengonfirmasi kritik muncul terhadap teknologi modifikasi cuaca untuk antisipasi bencana.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melontarkan pernyataan mengejutkan terkait upaya penanganan bencana di Ibu Kota.

Ia mensinyalir adanya pihak-pihak tertentu yang justru merasa tidak senang melihat Jakarta terbebas dari ancaman banjir.

Pernyataan tersebut disampaikan Pramono saat memberikan sambutan di hadapan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Tubagus Ace Hasan Syadzily di Balairung Balai Kota Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Pramono mengungkapkan bahwa setiap langkah yang ia ambil dalam memimpin Jakarta selalu menuai respons yang beragam dari berbagai kalangan.

"Apa yang saya lakukan, tentunya ada yang senang, ada yang nggak senang," ujarnya.

Ia tidak menampik bahwa kebijakan teknologi modifikasi cuaca yang tengah dijalankan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini terus menuai kritik.

"Termasuk modifikasi cuaca, nggak semuanya orang itu senang bahwa Jakarta nggak banjir. Itu juga ada yang pengin Jakarta banjir," lanjut Pramono.

Meski mendapatkan sorotan tajam, mantan Sekretaris Kabinet itu mengaku tidak keberatan dengan adanya pendapat yang berseberangan.

Pramono menegaskan bahwa fokus utamanya dalam mengambil kebijakan tersebut semata-mata demi meminimalkan risiko bencana bagi warga.

Baca Juga: Ketua DPRD DKI Minta 13 Sungai Jakarta Dikeruk hingga 5 Meter untuk Halau Banjir

Ia menilai segala bentuk polemik yang muncul merupakan bagian dari dinamika kepemimpinan dalam mengelola kota metropolitan.

Langkah modifikasi cuaca ini memang menjadi salah satu strategi Pemprov DKI Jakarta untuk mengantisipasi curah hujan ekstrem yang kerap melanda Jakarta pada awal tahun.

Pramono memastikan dirinya tetap teguh menjalankan program tersebut demi menjamin kemaslahatan masyarakat luas.

"Modifikasi cuaca yang kami jalankan dikritik, nggak apa-apa. Kan yang saya lakukan ini adalah untuk kepentingan masyarakat, kepentingan publik," tegasnya.

Load More