- Pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat ditargetkan tahun 2026 di 104 titik, namun terkendala status lahan.
- Setiap gedung permanen dirancang menampung seribu siswa; target penambahan 100 titik pembangunan per tahun.
- Kementerian Sosial konsolidasi dengan daerah karena status lahan ditentukan Kementerian Pekerjaan Umum.
Suara.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkapkan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat masih menghadapi kendala, terutama terkait status lahan yang belum sepenuhnya clear and clean.
Padahal, pemerintah menargetkan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat mulai dilakukan tahun ini di 104 titik di berbagai daerah, termasuk Jakarta.
“Insya Allah tahun ini akan dibangun gedung sekolah permanen, yang sudah mulai di salah satunya di sini (Jakarta). Lagi ada proses pembangunan itu di 104 titik,” kata Gus Ipul ditemui di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Margaguna, Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Ia menjelaskan, setiap gedung permanen Sekolah Rakyat nantinya dirancang untuk menampung sekurang-kurangnya 1.000 siswa. Dengan sistem penerimaan bertahap, satu gedung dapat menerima sekitar 300 siswa setiap tahun, masing-masing 100 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.
“Setiap tahunnya akan begitu. Dan sebagaimana arahan Bapak Presiden, mudah-mudahan setiap tahunnya akan bisa dibangun 100 titik gedung permanen Sekolah Rakyat yang baru,” ujarnya.
Namun demikian, Gus Ipul menegaskan realisasi pembangunan gedung permanen tersebut masih bergantung pada penyelesaian persoalan lahan. Saat ini, tidak semua lokasi pembangunan memiliki status lahan yang benar-benar siap digunakan.
“Yang jadi masalah sekarang itu adalah soal status lahan yang belum semuanya clear and clean,” katanya.
Menurut Gus Ipul, penentuan status lahan yang clear and clean berada di bawah kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum. Oleh karena itu, Kementerian Sosial terus melakukan konsolidasi dengan pemerintah daerah agar persoalan lahan dapat segera diselesaikan.
“Sementara yang menentukan clear and clean itu adalah Kementerian Pekerjaan Umum. Ini yang terus kita konsolidasi dengan daerah supaya tanahnya benar-benar bisa clear and clean dan akhirnya nanti bisa dibangun dengan menggunakan APBN,” ujar dia.
Baca Juga: Kemensos Tindaklanjuti Usulan Sekolah Rakyat di Baubau, Sukamara, dan Aceh Besar
Gus Ipul menambahkan, pembangunan fisik gedung permanen Sekolah Rakyat nantinya akan dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum setelah seluruh aspek lahan dinyatakan siap.
Jika seluruh rencana berjalan lancar, Gus Ipul menyebut pada tahun ini Sekolah Rakyat berpotensi menerima sekitar 30.000 siswa baru. Dengan jumlah siswa existing yang sudah mencapai lebih dari 15.000 orang, total siswa Sekolah Rakyat pada 2026 diperkirakan mencapai 45.000 orang.
“Tahun depan kita bisa menerima tambahan lagi sekitar 60.000 siswa Sekolah Rakyat. Artinya di tahun depan kira-kira sudah ada hampir 100.000 siswa Sekolah Rakyat,” katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
Terkini
-
KPK Buka Peluang Tetapkan Tersangka Swasta dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Jakarta 'Membara', BMKG Ingatkan Bahaya Sinar UV Level Ekstrem Hari Ini
-
Sajikan Kelapa Utuh dalam Menu MBG, BGN Hentikan 9 SPPG di Gresik
-
Lebaran Makin Dekat, Daging Sapi 'Ngadat' di Harga Normal: DPR Desak Pasar Murah Secara Masif
-
Kebakaran Hanguskan Tiga Rumah di Mampang Prapatan, 14 Jiwa Terpaksa Mengungsi
-
Diplomasi Kilat Megawati: Jadi yang Pertama Ucapkan Selamat ke Pemimpin Baru Iran
-
Coffeegate! Deretan Kejanggalan Video Terbaru Benjamin Netanyahu Sereput Kopi Diduga AI
-
Gelar Razia, Polisi Amankan Konvoi Remaja Pembawa Petasan di Jakarta Barat
-
5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
-
Aksi Bangunkan Sahur Pakai Petasan Picu Tawuran di Menteng, Satu Warga Luka-luka