- Mediasi antara guru dan orang tua murid di Mapolres Tangsel pada Rabu (28/1/2026) berakhir buntu karena pelapor memilih melanjutkan laporan polisi.
- Perkara bermula dari nasihat guru kepada murid Agustus 2025, yang dipersepsikan sebagai dugaan kekerasan verbal dan dilaporkan Desember 2025.
- Kepolisian menyatakan peluang penyelesaian melalui jalur *restorative justice* masih terbuka meskipun mediasi resmi gagal dilakukan.
Suara.com - Proses mediasi antara guru sekolah dasar di Tangerang Selatan dan orang tua murid yang melaporkannya ke polisi dinyatakan buntu.
Meski demikian, kepolisian menyebut peluang penyelesaian melalui restorative justice masih terbuka.
Mediasi digelar di Mapolres Metro Tangerang Selatan pada Rabu (28/1/2026) dan dipimpin langsung Kapolres Tangsel AKBP Boy Jumalolo. Dalam pertemuan tersebut, pelapor memutuskan tetap melanjutkan laporan polisi.
“Untuk saat ini pelapor memutuskan untuk tetap melajutkan laporan polisi yang sudah dilaporakan di Polres Tangerang Selatan,” kata Boy kepada wartawan, Kamis (29/1/2026).
Boy mengatakan, mediasi difasilitasi kepolisian dengan mempertimbangkan masa depan anak yang terlibat. Polisi berharap terdapat kesepakatan damai antara kedua belah pihak.
Guru yang dilaporkan telah menyampaikan permintaan maaf dan menjelaskan bahwa nasihat yang diberikan bertujuan untuk kebaikan murid. Namun, pelapor memilih agar perkara tetap diproses sesuai hukum.
Meski demikian, Boy menyebut pelapor masih membuka kemungkinan penyelesaian perkara di luar jalur pidana.
“Pelapor menyampaikan masih membuka ruang mediasi atau restorative justice masih terbuka di kemudian hari,” ujarnya.
Kasus ini berawal dari peristiwa pada Agustus 2025 saat kegiatan lomba sekolah berlangsung.
Baca Juga: 6 Fakta Oknum Guru PNS di Tangsel Cabuli 16 Siswa: Diduga Penyuka Sesama Jenis
Seorang murid dilaporkan terjatuh setelah meminta temannya menggendong dan tidak segera mendapat pertolongan hingga akhirnya dibantu oleh orang tua murid yang berada di lokasi.
Sebagai wali kelas, guru tersebut kemudian menyampaikan nasihat secara umum kepada murid-muridnya agar lebih bertanggung jawab dan saling peduli.
Namun, nasihat itu dipersepsikan berbeda oleh salah satu pihak dan dilaporkan sebagai dugaan kekerasan verbal.
Upaya mediasi secara kekeluargaan disebut telah dilakukan sebelumnya. Namun, orang tua murid memilih memindahkan anaknya ke sekolah lain dan melaporkan peristiwa tersebut ke sejumlah lembaga, termasuk Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Dinas Pendidikan, serta Polres Tangerang Selatan.
Polisi menyebut laporan tersebut telah terdaftar sejak Desember 2025 dan hingga kini masih dalam tahap penyelidikan untuk menentukan ada atau tidaknya unsur pidana.
Berita Terkait
-
Nasib Ibu Guru Budi di Ujung Tanduk Usai Mediasi Buntu, Ortu Siswa Ngotot Lapor Polisi
-
Pak Ribut Guru Viral Ungkap Gaji Selama 23 Tahun Jadi Honorer, Nominalnya Miris Banget
-
Viral Guru SD 30 Tahun Mengabdi Dilaporkan ke Polisi Usai Menegur Murid, Keluarga Minta Dukungan
-
Kasus Suami Bela Istri Jadi Tersangka, Dua Belah Pihak Sepakat Tempuh Restorative Justice
-
6 Fakta Oknum Guru PNS di Tangsel Cabuli 16 Siswa: Diduga Penyuka Sesama Jenis
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
Terkini
-
Polda Metro Jaya Buka Posko Khusus, Cari Saksi Teror Air Keras Aktivis KontraS
-
Prabowo Instruksikan Kapolri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
-
PVRI Kritik Pernyataan 'Antikritik' Prabowo Usai Insiden Penyiraman Air Keras: Ini Sinyal Represif!
-
Pulang Basamo 2026: Ribuan Perantau Minang Mudik Gelombang Kedua, Dari Bali hingga Samarinda
-
Pemudik Mulai Padati Terminal Kampung Rambutan, Puncak Arus Mudik Diprediksi H-3 Lebaran
-
Negara Janji Tanggung Biaya Pengobatan Aktivis KontraS Korban Teror Air Keras
-
Mencekam! Israel Bak Neraka, Api di Mana-mana Setelah Dirudal Kiamat Iran
-
Serangan Air Keras Aktivis KontraS Disorot PBB, Wamen HAM Desak Polisi Percepat Penyelidikan
-
Susul Sumbar, Sumut Capai Target Nol Pengungsi di Tenda Sebelum Lebaran
-
Bahlil Tawarkan Ekspor Listrik Surya ke Singapura, Kepri Disiapkan Jadi Kawasan Industri Hijau