- Kejari Sleman memfasilitasi mediasi antara tersangka Hogi Minaya dan keluarga korban kasus jambret berujung laka lantas.
- Kedua belah pihak sepakat menyelesaikan perkara melalui mekanisme Keadilan Restoratif (RJ) dan telah saling memaafkan.
- Detail teknis perdamaian sedang dirumuskan penasihat hukum, ditargetkan SKP2 diproses dalam dua atau tiga hari.
Suara.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Sleman memfasilitasi pertemuan mediasi antara pihak tersangka Hogi Minaya dengan keluarga korban sekaligus terduga pelaku dalam kasus jambret berujung kecelakaan lalu lintas.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak akhirnya mencapai kesepakatan untuk menyelesaikan perkara melalui mekanisme Keadilan Restoratif atau Restorative Justice (RJ).
"Dalam hal ini tadi, kedua belah pihak setuju untuk dilakukan penyelesaiannya menggunakan Restorative Justice. Sudah saling setuju, sepakat," kata Kepala Kejari Sleman, Bambang Yunianto usai memimpin pertemuan di Kejari Sleman, Senin (26/1/2026).
Mediasi yang berlangsung di Ruang Video Conference Kejari Sleman ini dilaksanakan secara hibrid. Tersangka Hogi didampingi istrinya, Arsita, serta tokoh masyarakat dan Kasat Lantas Polresta Sleman, AKP Mulyanto, hadir secara langsung.
Sementara itu, keluarga dia korban sekaligus terduga pelaku jambret yakni ayah almarhum dan adik korban, terhubung secara virtual dari Sumatera Selatan dengan didampingi penasihat hukum keluarga.
"Kemudian sudah saling memaafkan ya, kedua belah pihak sudah saling memaafkan," tambahnya.
Kendati kesepakatan prinsip untuk menempuh jalur RJ telah tercapai, Bambang bilang bahwa detail teknis atau bentuk perdamaian konkretnya masih perlu dirumuskan lebih lanjut.
Saat ini, penasihat hukum dari kedua belah pihak sedang melakukan komunikasi intensif untuk mematangkan butir-butir perdamaian tersebut.
"Hanya tinggal ini untuk perdamaiannya. Ini perdamaiannya masih akan dikonsultasikan lagi dan dikomunikasikan antara para penasihat hukum, baik penasihat hukum tersangka maupun penasihat hukum dari korban sendiri," terangnya.
Baca Juga: Kasus Suami Jadi Tersangka Usai Bela Istri dari Jambret di Sleman, Ini Kronologi Versi Polisi
Pihak Kejaksaan menargetkan formulasi perdamaian ini dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Agar Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2) bisa segera diproses.
"Mudah-mudahan dalam dua atau tiga hari ke depan sudah ada keputusan," tandasnya.
Bambang menegaskan bahwa kasus ini secara aturan memungkinkan untuk diajukan RJ. Hal ini merujuk pada ancaman pidana Pasal 310 UU Lalu Lintas yang disangkakan serta riwayat perilaku tersangka.
"Ya syaratnya ya itu tadi. Tidak diancam pidana 5 tahun atau lebih ya, itu. Kemudian ini perbuatannya baru pertama kali ya, itu," pungkasnya.
Sebelumnya diketahui kasus ini mendapat sorotan publik usai Hogi Minaya yang dijadikan tersangka usai berupaya melindungi sang istri Arista Minaya dari dua orang jambret di Sleman pada April 2025 lalu.
Berita Terkait
-
Kasus Suami Jadi Tersangka Usai Bela Istri dari Jambret di Sleman, Ini Kronologi Versi Polisi
-
Bela Istri dari Jambret, Suami di Sleman Jadi Tersangka: Pakar Ungkap Titik Kritis Pembuktiannya
-
Bela Istri dari Jambret, Suami di Sleman Malah Jadi Tersangka, Begini Kronologinya
-
Habiburokhman Tanggapi SP3 Kasus Ijazah Jokowi yang Libatkan Eggy Sudjana
-
Alasan Kuat Polisi SP3 Eggi Sudjana dan Damai Lubis di Kasus Ijazah Palsu Jokowi
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Profil Mohammad Jumhur Hidayat, Aktivis Buruh yang Kini Jadi Menteri Lingkungan Hidup
-
Prabowo Kocok Ulang Kabinet: Jumhur Hidayat Dilantik Jadi Menteri LH hingga Dudung Jabat Kepala KSP
-
Jumhur Hidayat Tiba di Istana Dikabarkan Jadi Menteri LH: Banyak Tugas, Harus Kerja Keras
-
Jenderal Dudung Masuk Kabinet Prabowo Sore Ini? Daftar 6 Orang Reshuffle Menteri
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
Terkini
-
Sah! Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH, Hanif Faisol 'Turun Tahta' Jabat Wamenko
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
-
Target Kemiskinan Ekstrem Nol Persen di 2026 Dinilai Berat, Cak Imin: Waktunya Sangat Sempit!
-
1.200 Personel Amankan Persija vs Persis di GBK Malam Ini: Suporter Dilarang Bawa Flare
-
Polisi Buru Pelaku Pembakaran Sopir Angkot Tanah Abang, Identitas Sudah Dikantongi
-
Profil Mohammad Jumhur Hidayat, Aktivis Buruh yang Kini Jadi Menteri Lingkungan Hidup
-
Jumhur Hidayat Dikabarkan Jadi Menteri LH, 'Hadiah' Prabowo Bagi Buruh Jelang May Day?
-
Jadi Kepala Bakom RI, Qodari Ceritakan Detik-detik Ditelepon Seskab Teddy
-
Dipanggil ke Istana, Dudung Abdurachman Siap Dilantik: Saya Prajurit, Perintah Presiden Harus Siap
-
Prabowo Kocok Ulang Kabinet: Jumhur Hidayat Dilantik Jadi Menteri LH hingga Dudung Jabat Kepala KSP