- Polres Karawang menangkap lima pria asal Purwakarta karena perburuan liar Macan Tutul Jawa di Hutan Gunung Sanggabuana.
- Kasus ini terungkap berkat rekaman kamera trap yang menunjukkan satwa dilindungi tersebut terluka parah akibat jerat.
- Setelah penyidikan, TKP utama ditemukan di Purwakarta sehingga kasusnya dilimpahkan dari Karawang ke Polres Purwakarta.
Suara.com - Aksi keji kelompok pemburu liar di kawasan hutan lindung kembali mencoreng upaya konservasi satwa langka di Indonesia.
Kepolisian Resor (Polres) Karawang berhasil membekuk lima orang pria yang diduga kuat terlibat dalam perburuan liar Macan Tutul Jawa (Panthera Pardus Melas) di kawasan hutan Gunung Sanggabuana, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Penangkapan ini menjadi peringatan keras bagi para pelaku kejahatan lingkungan yang mengincar predator puncak tanah Jawa tersebut.
Kelima tersangka yang kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut diketahui berasal dari wilayah tetangga. Kapolres Karawang AKBP Fiki Novian Ardiansyah mengonfirmasi identitas para pelaku yang berhasil diamankan oleh tim gabungan.
"Lima orang yang ditangkap masing-masing berinisial J, AM, M, A, dan UM. Mereka tercatat berdomisili di sekitar Kabupaten Purwakarta," kata Kapolres Karawang AKBP Fiki Novian Ardiansyah, di Karawang, sebagaimana dilansir Antara, Kamis (29/1/2026).
Bukti Visual Kamera Trap yang Memilukan
Terungkapnya kasus ini bermula dari data digital yang dikumpulkan oleh pegiat lingkungan. Bukti visual dari kamera tersembunyi atau kamera trap menjadi kunci utama dalam mengungkap tabir gelap perburuan di jantung hutan Sanggabuana.
Rekaman tersebut tidak hanya menangkap wajah para pelaku, tetapi juga dampak mengerikan dari aktivitas ilegal mereka terhadap ekosistem.
Berdasarkan rekaman yang diambil oleh Tim Ekspedisi Macan Tutul Jawa dari Sanggabuana Conservation Foundation (SCF), terlihat pemandangan yang menyayat hati.
Baca Juga: Sering Lihat Ibu Jadi Sasaran KDRT, Siswa SMA di Karawang Habisi Ayah Sendiri Usai Mimpi Buruk
Seekor Macan Tutul Jawa, yang merupakan spesies dilindungi dan terancam punah, tertangkap kamera dalam kondisi fisik yang sangat buruk.
Kaki satwa tersebut tampak pincang, diduga akibat terkena jerat atau luka tembak, serta menunjukkan tanda-tanda kelaparan kronis karena kesulitan berburu mangsa dalam kondisi cedera.
Sejak Februari 2025, SCF telah memasang kamera di 20 titik strategis di Hutan Pegunungan Sanggabuana. Pada 5 Oktober 2025, kamera tersebut merekam sekelompok orang yang masuk ke kawasan hutan negara melalui jalur non-wisata.
Mereka terlihat membawa senjata api rakitan jenis dorlok dan didampingi oleh anjing pemburu, sebuah kombinasi mematikan bagi penghuni hutan.
Langkah Hukum dan Penyelidikan Intensif
Merespons temuan bukti yang tak terbantahkan tersebut, SCF yang diwakili oleh Bernard T Wahyu Wayanta mengambil langkah tegas dengan melaporkan kejadian ini secara resmi kepada pihak berwajib pada 23 Januari 2026.
Tag
Berita Terkait
-
Sering Lihat Ibu Jadi Sasaran KDRT, Siswa SMA di Karawang Habisi Ayah Sendiri Usai Mimpi Buruk
-
Guncang Panggung! Teater Nala di SMA Negeri 1 Purwakarta Tuai Apresiasi
-
Minibus Oleng hingga Hantam Tiga Motor dan Gerobak di Karawang, Satu Pengendara Tewas
-
Banjir Karawang Belum Surut, 1.033 Keluarga Terdampak
-
Truk Terbalik di Jalur Pantura Karawang, Lubang Jalan Picu Kemacetan Panjang
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
Terkini
-
Strategi Kemnaker Menekan Angka Kecelakaan Kerja melalui Penguatan Ahli K3
-
Viral Lele Mentah, SPPG di Pamekasan Boleh Beroperasi Kembali jika Sudah Ada Perbaikan
-
Wajib Vaksin Sebelum Mudik Lebaran! IDAI Ingatkan Risiko Campak Meningkat Saat Libur Panjang
-
Pemerintah Bangun Ratusan Toilet dan Revitalisasi Sekolah di Kawasan Transmigrasi
-
Polda Metro Jaya Buka Posko Khusus, Cari Saksi Teror Air Keras Aktivis KontraS
-
Prabowo Instruksikan Kapolri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
-
PVRI Kritik Pernyataan 'Antikritik' Prabowo Usai Insiden Penyiraman Air Keras: Ini Sinyal Represif!
-
Pulang Basamo 2026: Ribuan Perantau Minang Mudik Gelombang Kedua, Dari Bali hingga Samarinda
-
Pemudik Mulai Padati Terminal Kampung Rambutan, Puncak Arus Mudik Diprediksi H-3 Lebaran
-
Negara Janji Tanggung Biaya Pengobatan Aktivis KontraS Korban Teror Air Keras