- Kementerian PU mempercepat pembangunan 114 modul hunian sementara di Aceh Tamiang untuk 84 KK terdampak bencana.
- Progres pembangunan huntara telah mencapai 98,75 persen dan ditargetkan selesai sebelum bulan Ramadan 2026.
- Huntara dilengkapi fasilitas sanitasi, air bersih, listrik, serta area komunal untuk kenyamanan warga pascabencana.
Suara.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendorong percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Provinsi Aceh.
Kementerian PU menargetkan tidak ada lagi masyarakat yang tinggal di tenda saat memasuki bulan suci Ramadan.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, progres pembangunan huntara tersebut telah mencapai 98,75 persen dan ditargetkan segera dapat dimanfaatkan warga.
"Kita dorong secepat-cepatnya agar segera selesai. Kita semua bekerja keras supaya saat Ramadan, kalau bisa nol warga yang tinggal di tenda. Kami ingin masyarakat bisa menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih tenang dan maksimal,” kata Dody dalam keterangannya, Minggu (25/1/2026).
Kementerian PU membangun Huntara Aceh Tamiang dengan metode konstruksi modular. Pemerintah menggunakan sistem Modular Lite (MOLI) tanpa alat berat untuk mempercepat proses pembangunan di tengah kondisi pascabencana.
Pembangunan huntara itu menjadi bagian dari paket Penanganan Keadaan Darurat Pascabencana Aceh 1. Kementerian PU menyiapkan hunian sementara agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama masa transisi.
Huntara 1 di Aceh Tamiang berdiri di atas lahan seluas 5.427 meter persegi. Kementerian PU membangun total luas bangunan 2.052 meter persegi yang terdiri dari tujuh blok hunian dan mushola.
Kementerian PU membangun sebanyak 114 modul untuk menampung 84 kepala keluarga atau sekitar 336 jiwa. Pemerintah melengkapi kawasan huntara dengan 42 unit MCK untuk mendukung sanitasi warga.
Kementerian PU juga menyiapkan fasilitas penunjang di area huntara. Pemerintah membangun area komunal multifungsi, area jemur, mushola, genset, serta toren air untuk kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga: Begini Spesifikasi Huntara di Aceh Tamiang untuk Korban Bencana
Kementerian PU menyiapkan sistem pendukung air bersih yang berasal dari sumur bor dan tandon. Pemerintah mengolah air kotor menggunakan sistem biotek dan memasok listrik dari PLN.
Dody menegaskan penyelesaian huntara sebelum Ramadan menjadi bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto.
Dody menyebut penanganan pasca-bencana harus memperhatikan rasa aman dan kenyamanan warga dalam menjalankan ibadah.
“Itu sudah menjadi arah Bapak Presiden. Kita memberikan dukungan penuh kepada masyarakat, khususnya di Aceh dan Sumatera Barat yang mayoritas Muslim, agar saat Ramadan mereka bisa beribadah dengan lebih tenang, meskipun dalam kondisi pascabencana,” pungkas Dody.
Berita Terkait
-
Begini Spesifikasi Huntara di Aceh Tamiang untuk Korban Bencana
-
Tito Karnavian Resmikan Huntara Agam, Dorong Percepatan Bantuan dan Validasi Data Korban Bencana
-
Akses Terisolasi Jadi Tantangan Utama Pemulihan Pascabanjir Bandang Aceh Timur
-
Bersama TP PKK, Kasatgas Tito Karnavian Turun Langsung Bantu Warga Terdampak di Aceh Tamiang
-
Alhamdulillah, RSUD Aceh Tamiang Sudah Kembali Beroperasi
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
OJK: MSCI Akui Keberhasilan Reformasi Pasar Modal Indonesia
-
Mengubah Hutan Bambu Jadi Sumber Kehidupan, Langkah Nyata Green Action 2026
-
OJK Terima Dua Paket Calon Direksi BEI
-
Di Balik Progres Percepatan Sekolah Rakyat: Dedikasi Tinggi dan Komitmen Tanpa Kompromi Para Pekerja
-
Kredit Komersial BRI Melesat 58,4 Persen, Meroket Jadi Rp61,4 Triliun
-
Prabowo Bidik Dedieselisasi, Cerah: Jangan Tanggung, Stop Juga Proyek Gas dan Batu Bara!
-
Gurita Bisnis Ekstraktif di Lingkaran Kabinet Merah Putih, Siapa Saja Pemainnya?
-
Belanja Daerah Lamban, OJK Minta BPD Manfaatkan Dana Pemda
-
Harga Bawang dan Cabai Kompak 'Terbang' Hari Ini
-
Siaga Satu! Harga Minyak Mentah Dunia Dekati USD 108 Per Barel