- Korban penganiayaan, Aldi Mulya Putra, meminta polisi segera memproses dan menjerat pelaku dengan hukuman setimpal atas pemukulan di Jakarta Barat.
- Peristiwa terjadi karena korban menegur pengendara motor yang merokok saat membawa bayi, yang berujung penyiraman rokok dan perkelahian fisik.
- Kapolsek Palmerah menyatakan pelaku telah diamankan namun tidak ditahan karena penerapan pasal KUHP baru dengan ancaman hukuman ringan.
Suara.com - Korban penganiayaan akibat menegur pengendara motor yang merokok sambil berkendara, Aldi Mulya Putra, meminta agar polisi segera memproses hukum pelaku.
Aldi berharap pelaku tidak hanya ditangkap, tetapi juga dijerat hukuman yang setimpal atas kekerasan yang telah dilakukan.
"Kalau saya sih ya jelas harapannya pelaku bisa ditangkap dan ditahan ya, supaya ada efek jera juga agar tidak mengulangi perbuatannya," kata Aldi saat dikonfirmasi, Jumat (30/1/2026).
Pernyataan Aldi tersebut merespons pernyataan Kapolsek Palmerah Kompol Gomos Simamora yang menyebut pelaku tidak ditahan karena penerapan aturan pidana dalam KUHP 2026 pada kasus tersebut.
"Sudah diamankan, tapi enggak ditahan keterangannya. Karena kan pasalnya kan 471 pasal baru kan, itu kan di bawah 5 tahun, dendanya pun di bawah Rp2.500.000," ucap Gomos di Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Teguran Berujung Pemukulan
Sebelumnya, dua orang pengendara motor terlibat cekcok saat berkendara di wilayah Jakarta Barat. Keributan terjadi karena salah seorang pengendara motor tidak terima saat ditegur.
Aksi tersebut viral setelah diunggah di media sosial. Salah satu akun Instagram yang mengunggah peristiwa ini yakni @wargajakarta.id.
Peristiwa bermula ketika seorang pengendara motor bebek melintas bersama anak dan istrinya. Pasangan suami istri tersebut terlihat berkendara sambil merokok meski sedang membawa anak yang masih bayi.
Pengendara lain yang merasa terganggu dengan sikap pasutri tersebut kemudian menegurnya.
Baca Juga: Jadwal Proliga Gresik Hari Ini: Klub Megawati Hangestri Hadapi Medan Falcons
"Di motor enggak boleh ngerokok bro. Abunya kena orang," kata pengendara lain yang merekam kejadian tersebut, dikutip Selasa (27/1/2026).
Namun, pasutri tersebut tidak merespons dan tetap merokok meski mengganggu pengendara lain.
Diketahui, pasutri dan perekam video melaju searah dari Rawa Belong menuju Pasar Palmerah.
Sebelum sampai di depan Pasar Palmerah, perekam video kemudian menyiram rokok yang berada di tangan pengendara tersebut dengan air.
Tak terima disiram air, pengendara yang merokok itu mengumpat dan berkata kasar. Keduanya kemudian berhenti di seberang Pasar Palmerah.
Setelah adu mulut, pengendara yang merokok turun dari kendaraannya. Karena tidak dapat menahan emosi, pelaku memukul perekam sambil melontarkan kata-kata kasar.
Berita Terkait
-
Jadwal Proliga Gresik Hari Ini: Klub Megawati Hangestri Hadapi Medan Falcons
-
Terdalam 3,5 Meter! Warga Pejaten Timur Terjebak di Lantai Dua, Pemandangan di Dalam Rumah Bikin Syok
-
Link Live Streaming Persita Tangerang vs Persija Jakarta, Jumat 30 Januari 2026 Sore
-
Carlos Pena Janji Persita Tampil Habis-habisan Redam Kekuatan Baru Persija Jakarta di Derby Panas
-
Benteng Indomilk Arena Jadi Andalan, Persita Siap Pecundangi Persija Jakarta
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan