- Sufmi Dasco Ahmad dinilai mampu menjadi peredam gejolak politik dan bencana alam dalam tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo.
- Dasco berperan strategis sebagai perpanjangan tangan Presiden di parlemen dan mesin partai, menjaga stabilitas pemerintahan.
- Posisi Dasco lebih dekat dengan Presiden Prabowo dibandingkan para menteri kabinet dalam hal koordinasi dan komunikasi.
Dedi melanjutkan, Dasco merupakan perpanjangan tangan Presiden Prabowo yang sangat mumpuni. Ketangkasannya dalam menavigasi isu-isu sensitif menjadikannya figur yang sangat dipercaya.
"Karenanya, wajar bila Dasco punya posisi strategis dalam mengatasi kebijakan bermasalah."
Hal ini menjadi penting mengingat seringkali kebijakan publik mendapatkan resistensi atau mengalami hambatan birokrasi.
Dalam konteks ini, Dasco berperan sebagai jembatan komunikasi yang memastikan instruksi presiden tidak terdistorsi saat diimplementasikan di lapangan maupun saat dibahas di meja legislatif.
Menjembatani 'Jarak' Antara Menteri dan Presiden
Salah satu temuan menarik dari analisis IPO adalah, adanya potensi jarak komunikasi antara para menteri dalam kabinet dengan Presiden Prabowo.
Meskipun secara hierarkis menteri adalah pembantu presiden, koordinasi di lapangan tidak selalu berjalan mulus. Di sinilah letak perbedaan signifikan antara posisi para menteri dengan posisi Dasco.
Dedi mengatakan, para menteri Kabinet Indonesia Maju justru berjarak dengan Presiden Prabowo. Keadaan ini berpotensi memicu kurangnya koordinasi dan komunikasi.
Berbeda dengan Dasco yang terlihat luwes dan cekatan dalam berkomunikasi langsung dengan Presiden Prabowo.
Baca Juga: Dasco Ungkap Alasan Gerindra Belum Putuskan Ambang Batas Parlemen: Ini Soal Partisipasi Rakyat
Fenomena ini menunjukkan bahwa loyalitas dan kepercayaan (trust) menjadi mata uang yang sangat berharga dalam lingkaran kekuasaan tertinggi.
Dedi menilai peran dan posisi Dasco yang strategis tak hanya terlihat dalam kapasitasnya sebagai politisi parlemen, namun juga menjadi salah satu figur sentral dalam menjaga stabilitas pemerintahan Prabowo, termasuk dalam merespons isu-isu yang menyentuh langsung kepentingan publik.
"Walau menteri secara struktural menteri di bawah presiden, tapi mereka tak lebih dekat dibanding Dasco."
Berita Terkait
-
Dasco Ungkap Alasan Gerindra Belum Putuskan Ambang Batas Parlemen: Ini Soal Partisipasi Rakyat
-
Dua Kakak Presiden Prabowo Kunjungi Sekolah Rakyat
-
Reshuffle Kabinet: Menkomdigi Meutya Hafid Dikabarkan Diganti Angga Raka Prabowo
-
Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
-
Seskab Teddy Klaim Presiden Prabowo Bawa Oleh-oleh dari Inggris: 600 Ribu Lapangan Kerja
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
-
Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Motif Masih Didalami
Terkini
-
DPR Dorong Anggota TNI Pelaku Teror Andrie Yunus Diadili di Peradilan Umum Pakai KUHAP Baru
-
Berhasil Bongkar Identitas Pelaku Teror Air Keras Andrie Yunus, Polda Metro: Ini Hasil Scientific
-
Percepat Pencaplokan Tepi Barat Palestina, Cara Licik Israel Manfaatkan Perang di Teluk?
-
Menaker Melepas Mudik Gratis Pelaku Usaha Warmindo
-
Kasus Air Keras Andrie Yunus: Polisi Periksa 15 Saksi, Pelaku Diduga Bisa Lebih dari 4 Orang
-
Empat Prajurit Terlibat, DPR Minta Dalang Utama Kasus Andrie Yunus Diungkap
-
Update Arus Mudik H-3 Lebaran 2026: Tol Kalikangkung Tembus 3.000 Kendaraan per Jam
-
Kasus Kematian Nizam Syafei Naik Penyidikan, Kuasa Hukum: Harus Diusut Tanpa Tebang Pilih
-
Koalisi Sipil Tolak Peradilan Militer, Desak Usut Aktor Intelektual Kasus Andrie Yunus
-
Koalisi Sipil Desak Kasus Andrie Yunus Tak Diseret ke Sidang Militer: Ada Dugaan Aktor Lebih Besar