- Dokumen hukum terkait kasus Jeffrey Epstein dirilis publik pada Jumat (30/1/2026) dan memicu kehebohan global.
- Dokumen tersebut menyebut berbagai tokoh dunia hingga menyinggung Indonesia dan Malaysia.
- Akses resmi dokumen tersedia melalui portal Pengadilan Distrik Selatan New York atau link di artikel berikut.
Anda dapat mencari akses melalui portal pengadilan publik mereka (sering disebut PACER - Public Access to Court Electronic Records), meskipun mungkin memerlukan navigasi teknis.
Adapun link akses Epstein File ini dapat diakses melalui laman berikut:
- Dokumen Epstein File: https://www.justice.gov/epstein
- Foto-foto dalam Epstein Files (DOJ release):
https://epsteinsimages.com
https://epsteinfta.com
https://epsteinfilesarchive.com/
Bali dan Anwar Ibrahim Disebut
Di tengah riuhnya nama-nama pesohor Hollywood dan politisi global, perhatian netizen di Asia Tenggara tersita oleh penyebutan beberapa kata kunci yang familier.
1. Isu Bali dalam Lingkaran Epstein
Berdasarkan data di dokumen tersebut, nama "Bali" muncul dalam salah satu dokumen. Penyebutan ini berasal dari kesaksian seorang korban bernama Virginia Roberts Giuffre yang menceritakan rencana perjalanannya dengan Epstein ke Pulau Dewata.
Meskipun tidak ada detail lebih lanjut mengenai aktivitas spesifik di Bali, kemunculan nama destinasi wisata populer Indonesia ini dalam pusaran kasus perdagangan seks anak di bawah umur sudah cukup untuk memicu kegemparan.
Hal ini memunculkan pertanyaan baru tentang sejauh mana jangkauan operasional Epstein dan apakah Asia Tenggara pernah menjadi target dalam jaringannya.
2. Nama Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim Muncul
Secara mengejutkan, nama Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, juga ditemukan dalam dokumen tersebut. Nama Anwar disebut dalam kesaksian Virginia Giuffre saat menceritakan kembali percakapannya dengan Pangeran Andrew dari Inggris.
Baca Juga: Politisi Peter Mandelson Mundur Usai Foto Vulgar di Epstein Files Tersebar
Giuffre mengklaim Pangeran Andrew memberitahunya tentang sebuah kesepakatan dagang di mana Anwar Ibrahim disebut sebagai "tambang emas" bagi Malaysia. Penting untuk digarisbawahi, penyebutan ini tidak mengaitkan Anwar Ibrahim dengan aktivitas ilegal Epstein.
Konteksnya murni seputar diskusi ekonomi dan politik yang didengar oleh seorang saksi. Namun, kemunculan namanya dalam dokumen yang begitu toksik tetap menjadi sorotan media internasional.
Dampak Terbukanya Kotak Pandora Epstein
Pembukaan Epstein File ini lebih dari sekadar sensasi. Ini adalah langkah penting dalam memberikan keadilan bagi para korban.
Terungkapnya nama-nama besar menunjukkan betapa kuat dan luasnya jaringan eksploitasi yang dibangun oleh Jeffrey Epstein.
Bagi individu yang namanya disebut, ini adalah krisis reputasi yang serius, terlepas dari apakah mereka bersalah atau tidak. Kasus ini menjadi pengingat pahit tentang sisi gelap kekuasaan dan kekayaan, serta pentingnya melindungi mereka yang rentan.
Perkembangan kasus ini akan terus dipantau oleh dunia, menunggu apakah kebenaran sepenuhnya akan terungkap. Bagaimana pendapat Anda tentang penyebutan nama dari Asia Tenggara dalam dokumen ini?
Apakah ini hanya kebetulan, atau ada sesuatu yang lebih dalam? Bagikan pandangan Anda di kolom komentar di bawah dan ikuti terus perkembangan kasus ini bersama kami.
Berita Terkait
-
Politisi Peter Mandelson Mundur Usai Foto Vulgar di Epstein Files Tersebar
-
Epstein Files Sebut Donald Trump 'Dikooptasi' Israel, Singgung Dalang Proyek Gaza
-
Nama Jay-Z Terseret Kasus Jeffrey Epstein, Beyonc Diduga Kehilangan Jutaan Pengikut Instagram
-
Profil Jeffrey Epstein: Kekayaan, Kasus Predator Seksual dan Hubungannya dengan Trump
-
Dokumen Jeffrey Epstein 'Singgung' Identitas Satoshi Nakamoto dan Asal-Usul Bitcoin
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi