- Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menginformasikan pertemuan Presiden Prabowo dengan tokoh oposisi nasional.
- Pertemuan tersebut membahas pentingnya pengelolaan negara yang lebih baik guna mengatasi persoalan fundamental bangsa.
- Presiden mengajak berbagai pihak terlibat dalam pembenahan karena adanya dugaan kebocoran anggaran negara signifikan.
Suara.com - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto sempat menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh nasional yang selama ini kerap dipersepsikan sebagai pihak oposisi.
Pernyataan itu disampaikan Sjafrie saat memberi materi kepada peserta retreat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Pusat Kompetensi Bela Negara Badan Pengembangan SDM Pertahanan, Cibodas, Kabupaten Bogor, Sabtu (31/1).
“Tadi malam Bapak Presiden bertemu beberapa tokoh nasional yang tanda kutip disebut oposisi,” ujar Sjafrie.
Menurut dia, pertemuan tersebut membahas kondisi bangsa serta pentingnya pengelolaan negara yang lebih baik dengan melibatkan semua elemen. Ia menilai masih ada berbagai persoalan mendasar yang membuat negara belum sepenuhnya diuntungkan, mulai dari pengelolaan sumber daya alam hingga perputaran keuangan.
Sjafrie juga menyinggung adanya praktik-praktik yang merugikan negara, baik dari pihak swasta yang tidak patuh regulasi demi keuntungan pribadi, maupun dugaan kebocoran anggaran.
“Bahkan saya menerima laporan kurang lebih Rp5.777 triliun dari bank-bank Himbara yang disalurkan ke korporasi. Padahal APBN kita sekitar Rp300 sekian triliun. Ke mana kebocoran itu?” katanya di hadapan peserta.
Ia mengakui kemungkinan adanya oknum di pemerintahan yang turut berperan dalam persoalan tersebut. Karena itu, kata dia, Presiden Prabowo mengajak berbagai pihak, termasuk mereka yang selama ini berada di luar barisan pemerintah, untuk bersama-sama membenahi kondisi negara.
“Kita harus realistis melihat situasi. Jangan menutup-nutupi keadaan yang bisa membuat negara kita kesulitan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Sjafrie juga meminta insan pers ikut berperan melalui pemberitaan yang informatif dan berpihak pada kepentingan rakyat. Menurut dia, ketika negara berada dalam kondisi sulit, masyarakatlah yang paling terdampak.
Baca Juga: Percepat Program Prioritas Pemerintah, Kemendagri Akan Gelar Rakornas Pusat & Daerah 2026
“Kalau negara sulit, yang paling sulit itu rakyat. Keberpihakan kita terhadap rakyat harus ditunjukkan secara moral dan tindakan,” kata dia.
Usai acara, awak media kembali menanyakan detail pertemuan Presiden dengan tokoh-tokoh yang disebut sebagai oposisi tersebut. Namun, Sjafrie mengaku tidak mengingat nama-nama yang hadir.
“Saya tidak tahu namanya, lupa. Yang pasti tokoh-tokoh nasional itu sudah menyatakan tidak ada oposisi. Ini soal komunikasi dan komunikasi itu sudah terjalin,” ucapnya.
Ia juga enggan membeberkan lokasi pertemuan tersebut.
“Di suatu tempat. Saya kira kalian (media) lebih tahu,” kata Sjafrie singkat.
Pertemuan itu pun memunculkan tanda tanya publik, terutama di tengah dinamika politik nasional yang masih cair pasca pemilu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
-
Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Motif Masih Didalami
-
Pelaku Teror Air Keras Andrie Yunus Ternyata Anggota BAIS, TNI: Sudah Diamankan di Puspom
Terkini
-
Kasus Air Keras Andrie Yunus: Polisi Periksa 15 Saksi, Pelaku Diduga Bisa Lebih dari 4 Orang
-
Empat Prajurit Terlibat, DPR Minta Dalang Utama Kasus Andrie Yunus Diungkap
-
Update Arus Mudik H-3 Lebaran 2026: Tol Kalikangkung Tembus 3.000 Kendaraan per Jam
-
Kasus Kematian Nizam Syafei Naik Penyidikan, Kuasa Hukum: Harus Diusut Tanpa Tebang Pilih
-
Koalisi Sipil Tolak Peradilan Militer, Desak Usut Aktor Intelektual Kasus Andrie Yunus
-
Koalisi Sipil Desak Kasus Andrie Yunus Tak Diseret ke Sidang Militer: Ada Dugaan Aktor Lebih Besar
-
Warga Jakarta yang Mudik Bisa Titip Kendaraan Gratis di Kantor Lurah Hingga Wali Kota
-
Bukan Era Orde Baru, Aktivis 98 Desak Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Ditangani Transparan
-
Pemerintah Apresiasi Langkah Cepat Polri Identifikasi Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
-
Peserta Mudik Gratis DKI Membeludak, Bank Jakarta Ikut Sumbang 20 Bus ke Jawa Hingga Sumatra