- Saksi Gunawan mengungkap empat orang diduga dari Kejaksaan Agung meminta Rp1,5 miliar per orang kepada Direktur Ketenagakerjaan.
- Kesaksian ini disampaikan dalam sidang dugaan pemerasan dan gratifikasi terkait pengurusan sertifikat K3 di Kemenaker pada Senin (2/2/2026).
- Mantan Wamenaker Immanuel Ebenezer didakwa menerima gratifikasi total Rp3,3 miliar dan satu unit motor Ducati Scrambler.
Suara.com - Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Gunawan Wibiksana mengungkapkan adanya empat orang yang diduga berasal dari Kejaksaan Agung yang meminta uang kepada Direktur Bina Kelembagaan Hery Sutanto masing-masing Rp1,5 miliar.
Hal itu disampaikan saat memberikan keterangan sebagai saksi dalam kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi dalam pengurusan sertifikat K3 di Kementerian Ketenagakerjaan yang menjadikan mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI Immanuel Ebenezer alias Noel dan kawan-kawan sebagai terdakwa.
Awalnya, penasihat hukum Noel, Munarman menanyakan soal pertemuan antara Hery dengan Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personel K3 Irvian Bobby Mahendro. Gunawan yang saat itu merupakan sekretaris pribadi Hery mengaku mendengar percakapan keduanya.
“Bahwa pada awal bulan Oktober 2024 saya menyaksikan dan mendengar langsung pada saat Saudara Irvian Bobby Mahendro Putra melapor kepada Saudara Hery Sutanto, Direktur Bina Kelembagaan K3 dengan mengatakan ‘Tiarap kita Pak Direktur’,” kata Munarman membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) Gunawan di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (2/2/2026).
Dalam BAP tersebut, frasa ‘Tiarap kita Pak Direktur’ dimaksudkan adanya orang-orang dari Kejaksaan Agung di Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Binwasnaker K3).
Dengan begitu, pihak-pihak yang biasa menerima uang nonteknis tidak bisa lagi mendapatkan uang tersebut dari Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PJK3).
“Jadi jawaban saudara itu: setelah beberapa hari dari pertemuan tersebut, pertemuan yang di atas tadi ini ya, Saudara Hery Sutanto menceritakan pertemuan tersebut kepada saya dan dengan mengatakan ‘duh Wan, sudah kecium Kejaksaan Agung yang waktu pertemuan di Bidakara terkait sertifikat K3. Pusing kepala saya Wan’. Ada cerita lain nggak dia? Kecium itu soal apa?” tanya Munarman sambil membacakan sebagian BAP Gunawan.
“Nggak ada, cuma begitu saja ngomongnya, lupa saya, Pak,” jawab Gunawan.
Lebih lanjut, Munarman kembali membacakan BAP Gunawan yang menjelaskan mengenai pertemuan antara Hery Sutanto dengan empat orang dari Kejaksaan Agung dan Irvian Bobby pada 2 Desember 2024.
Baca Juga: Saksi Sidang Noel Akui Pernah Ditawari LC Oleh 'Sultan Kemnaker': Saya Tidak Tahu Sumber Duitnya
“Pada sekitar sebelum zuhur pada tanggal 2 Desember 2024 saya ditelepon WhatsApp oleh Saudara Aris Tri Widianto selaku Pengawas Ketenagakerjaan Kemenaker mengatakan bahwa temannya orang Kejaksaan Agung ingin bertemu dengan Saudara Hery Sutanto, mengatakan ‘Wan, ini ada orang Kejaksaan Agung teman gue katanya mau ketemu Pak Dir lu nih, sudah di depan lift’,” lanjut Munarman masih dengan membaca BAP.
Gunawan lantas mengonfirmasi pernyataan tersebut dan memastikan adanya empat orang dari Kejaksaan Agung yang dimaksud.
Usai pertemuan tersebut, kata Munarman sambil membaca BAP, Hery menyampaikan keluhannya kepada Gunawan. Adapun keluhan yang dimaksud ialah permintaan uang dari empat orang yang disebut berasal dari Kejaksaan Agung.
“Minta Rp1,5 miliar,” ungkap Gunawan.
“Yang minta itu siapa?” tanya Munarman.
“Dari pihak Kejaksaan,” sahut Gunawan.
Berita Terkait
-
Saksi Sidang Noel Akui Pernah Ditawari LC Oleh 'Sultan Kemnaker': Saya Tidak Tahu Sumber Duitnya
-
Singgung Kasus Pertamina, Eks Ketua MK Beberkan Persoalan Besar Penegakan Hukum
-
Saksi Kasus Noel Ebenezer Ungkap Sultan Kemnaker Bantu Carikan LC
-
Misteri Partai 'K' di Pusaran Korupsi Kemenaker, Noel Ngaku 'Dibungkam' Sosok Penting
-
Pengacara Ungkap Bukti Aliran Uang terkait Pengurusan Sertifikasi K3 ke Ibu Menteri
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Transportasi dan Wisata Jakarta Bakal Digratiskan 5 Hari Saat HUT Ke-500
-
Sambut HUT ke-80, BNI Hadirkan Program Terus Ada, Ada Terus bagi Pengabdian untuk Negeri
-
Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Cari Celah Efisiensi
-
100 Ribu Anak Lebanon Terancam Gagal Sekolah akibat Kerusakan Bangunan Pascakonflik
-
Bandara Husein Sastranegara Diaktifkan Lagi, Pelaku Wisata Lembang Yakin Turis Asing Bakal Membludak
-
Pemkot Depok Usul Lima Rute Baru Transjabodetabek
-
Berbahaya, Koalisi Masyarakat Desak Pembentukan BTP dan Komando Teritorial Dihentikan
-
DPR MInta Usut Tuntas Dugaan Penyekapan Perempuan oleh Oknum Polisi di Jawa Tengah
-
Penyusunan Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal Jateng Perlu Dipercepat
-
Pengungsi WNA di Setiabudi, Pramono Anung Akan Tertibkan Fasilitas Publik yang Disalahgunakan