News / Metropolitan
Sabtu, 04 Juli 2026 | 13:20 WIB
Pramono Anung di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (4/7/2026). (Suara.com/Adiyoga)
Baca 10 detik
  • Pemkot Depok mengusulkan lima rute baru Transjabodetabek kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak April 2026 untuk mempermudah mobilitas warga.
  • Gubernur Pramono Anung akan mendiskusikan usulan tersebut karena Transjabodetabek dinilai efektif mengurangi kemacetan lalu lintas antara Depok dan Jakarta.
  • Dinas Perhubungan Depok menunggu persetujuan resmi Pemprov DKI Jakarta guna merealisasikan penambahan rute serta penyediaan sarana pendukung transportasi massal.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, merespons usulan lima rute baru layanan Transjabodetabek yang diajukan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok untuk menghubungkan wilayah tersebut dengan Jakarta.

Pernyataan itu disampaikan Pramono di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (4/7/2026).

"Iya, saya membaca usulan itu. Nanti kami akan diskusikan dengan Pemerintah Depok," ujarnya.

Menurut Pramono, keberadaan Transjabodetabek saat ini sudah menjadi kebutuhan masyarakat yang beraktivitas lintas wilayah.

"Yang jelas, memang Transjabodetabek ini sekarang sudah menjadi kebutuhan. Dan itu terbukti menjadi solusi untuk mengurangi kemacetan orang yang pagi hari ke Jakarta, maupun sore hari kembali ke kediamannya masing-masing," katanya.

Usulan lima rute baru tersebut sebelumnya diajukan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok sejak April 2026, dan hingga kini masih menunggu persetujuan Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta.

Sekretaris Dishub Kota Depok, Aan Syurahman, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan sejumlah instansi terkait.

"Kami sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk TransJakarta dan Dishub DKI Jakarta. Tujuannya untuk mengembangkan trayek Transjabodetabek agar dapat mempermudah mobilitas warga Depok," ujarnya, Selasa (30/6/2026).

Aan merinci, empat dari lima usulan tersebut merupakan trayek baru, yakni Shila at Sawangan–Lebak Bulus, Terminal Sawangan–Kuningan, Terminal Depok–Cinere–Blok M, serta Terminal Jatijajar–Terminal Kampung Rambutan.

Baca Juga: Tarif Transjakarta Diusul Rp 5.000, Transjabodetabek Rp 10.000

Satu usulan lainnya bersifat penyesuaian rute atau rerouting, yaitu trayek Universitas Indonesia–Manggarai (D21) yang sebelumnya melayani jalur Terminal Jatijajar–Manggarai.

Aan menjelaskan, pengembangan rute ini didasari tingginya mobilitas warga Depok yang bekerja maupun beraktivitas di Jakarta setiap harinya.

"Banyak warga Depok yang bekerja atau beraktivitas di Jakarta. Karena itu, pengembangan rute ini diharapkan bisa menjadi solusi untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi sekaligus mengurai kemacetan," jelasnya.

Ia menambahkan, jika usulan tersebut disetujui, Dishub Kota Depok akan menyiapkan sarana dan prasarana pendukung termasuk penambahan halte.

"Penambahan halte pasti akan dilakukan sebagai bagian dari dukungan operasional. Namun saat ini, kami masih fokus pada pemetaan dan penguatan usulan rute," kata Aan.

Di sisi lain, Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, menyatakan pihaknya masih menunggu arahan resmi dari Pemprov DKI Jakarta terkait kerja sama antardaerah tersebut.

"Nanti tentu juga lihat kerja sama antar daerahnya dulu. Nanti kami tinggal nunggu penugasannya dari Pemprov DKI," ujarnya di Balai Kota DKI, Jumat (3/7/2026).

Pemkot Depok melalui Dishub berharap, proses pembahasan usulan rute ini dapat segera rampung agar warga mereka memiliki lebih banyak pilihan transportasi umum yang terintegrasi dengan jaringan angkutan massal Jabodetabek. 

Load More