- Pemprov DKI Jakarta merespons keresahan warga Srengseng Sawah mengenai keberadaan THM Party Station.
- Pemerintah melakukan audit internal mendesak mengenai legalitas dan operasional izin THM tersebut.
- Kepolisian telah mendorong mediasi antara manajemen tempat hiburan dan warga untuk menjaga ketertiban.
Suara.com - Pemprov DKI Jakarta akhirnya memberikan respons tegas terkait polemik kehadiran Tempat Hiburan Malam (THM) Party Station di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan.
Langkah ini diambil menyusul adanya keresahan masyarakat setempat yang menilai keberadaan tempat hiburan tersebut tidak selaras dengan lingkungan permukiman dan kearifan lokal.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim, memberikan penjelasan resmi mengenai posisi pemerintah dalam menanggapi polemik yang kian memanas ini.
Chico menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta sangat memperhatikan suara dari bawah dan tidak akan menutup mata terhadap keberatan yang diajukan warga Srengseng Sawah.
"Sikap Pemprov jelas, kami menghormati aspirasi masyarakat dan nilai-nilai kearifan lokal," ujarnya melalui pernyataan tertulis kepada awak media, Selasa (3/2/2026).
Saat ini, jajaran Pemprov DKI Jakarta telah bergerak cepat melakukan audit internal terkait legalitas dan operasional THM Party Station tersebut.
"Pemprov sedang menindaklanjuti dengan rapat koordinasi internal, termasuk pembahasan perizinan industri pariwisata dan THM di lokasi tersebut," sambung Chico dalam keterangannya.
Proses peninjauan ini akan melibatkan berbagai instansi terkait guna memastikan apakah terdapat prosedur yang terlewati atau dilanggar dalam proses penerbitan izin sebelumnya.
"Kami akan mengevaluasi ulang izin yang ada, memastikan tidak melanggar aturan zonasi, Perda tentang ketertiban umum, dan norma lingkungan," tegas Chico.
Baca Juga: Pelatih Brasil Ikhlas Tangan Kanannya Dicomot John Herdman ke Timnas Indonesia
Selain persoalan administratif, aspek ketertiban sosial juga menjadi sorotan utama, mengingat lokasi THM tersebut bersinggungan langsung dengan wilayah padat penduduk.
Pihak keamanan dari unsur kepolisian disebut telah berupaya menjembatani komunikasi agar situasi di lapangan tetap kondusif dan tidak memicu gesekan fisik.
"Kepolisian juga sudah mendorong mediasi antara manajemen hotel dan warga, tapi prioritas utama adalah menjaga ketenteraman masyarakat," pungkas Chico menutup pernyataan resminya.
Berita Terkait
-
Pelatih Brasil Ikhlas Tangan Kanannya Dicomot John Herdman ke Timnas Indonesia
-
Rahasia Paulo Ricardo Cepat Nyetel di Persija: Dari Teman Brasil hingga Iklim Tropis
-
Persija Jakarta Matangkan Taktik di Bojongsari Jelang Duel Panas Kontra Arema FC
-
Kasus Penganiayaan Pegawai Ritel di Pasar Minggu Berakhir Damai, Polisi: Proses Hukum Profesional
-
3 Kerugian Ivar Jenner jika Pilih Berkarier di Super League usai Tinggalkan FC Utrecht
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito Bersama Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan
-
Kemnaker Siapkan Tenaga Kerja Terampil untuk Dukung Pertumbuhan Pasar EV dan Green Jobs
-
Ironi Distribusi Air Jakarta: Apartemen Dimanjakan, Warga Kampung Pakai Pipa Usia Setengah Abad!
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Kritik Pelibatan TNI dalam Pembekalan LPDP, TB Hasanuddin: Perlu Dikaji, Tak Sesuai Tupoksi!
-
BPJS Kesehatan dan BPKP Perkuat Tata Kelola Jaga Keberlanjutan JKN
-
Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto
-
Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes
-
Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi
-
Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?