News / Internasional
Rabu, 04 Februari 2026 | 08:04 WIB
Vladimir Putin [Xinhua]
Baca 10 detik
  • Arsip DOJ AS Januari 2026 mengungkap upaya obsesif Epstein membangun koneksi dengan Presiden Putin sejak 2013–2018.
  • Epstein menawarkan bantuan ekonomi dan klaim informasi mengenai Donald Trump kepada pejabat tinggi Rusia tanpa hasil.
  • Dokumen menunjukkan akses Epstein ke lingkaran Kerajaan Inggris, seperti Pangeran Andrew, jauh lebih mudah dibandingkan Rusia.

Kontras dengan Hubungan di Kerajaan Inggris

Berbeda jauh dengan usahanya di Rusia yang selalu "mentok", dokumen ini memperlihatkan betapa mudahnya Epstein masuk ke dalam lingkaran Kerajaan Inggris.

Hubungannya dengan Pangeran Andrew tampak jauh lebih cair dan akrab.

Arsip tersebut memuat pertukaran email tahun 2010 dengan akun bernama "The Duke" (diduga merujuk pada Pangeran Andrew).

Dalam pesan tersebut, Epstein secara terbuka mengatur pertemuan makan malam antara sang Pangeran dengan seorang wanita Rusia berusia 26 tahun yang ia gambarkan sebagai sosok yang "cantik dan pintar".

Respon dari pihak "The Duke" menunjukkan penerimaan yang hangat terhadap tawaran tersebut, sangat kontras dengan tembok tinggi yang dibangun oleh otoritas Rusia terhadap upaya lobi Epstein.


DISCLAIMER: Seluruh informasi dalam artikel ini bersumber dari rilis dokumen resmi Departemen Kehakiman AS (DOJ) terkait kasus Jeffrey Epstein per Januari-Februari 2026.

Load More