- Bursa kripto Binance memulihkan layanan penarikan dana pada Selasa (3/2/2026) setelah gangguan teknis singkat 20-30 menit.
- Gangguan ini terjadi ketika pasar kripto sensitif setelah Bitcoin anjlok dan terjadi likuidasi aset besar senilai USD 2,56 miliar.
- Pelaku pasar sensitif terhadap operasional Binance akibat adanya perhatian terbaru pada konversi dana cadangan SAFU senilai USD 1 miliar.
Suara.com - Bursa kripto terbesar di dunia, Binance, akhirnya memulihkan layanan penarikan dana (withdrawal) pada Selasa (3/2/2026) setelah sempat mengalami gangguan teknis.
Meskipun durasi gangguan hanya berlangsung sekitar 20 menit-30 menit, insiden ini sempat memicu kekhawatiran di kalangan trader yang sedang menghadapi situasi pasar kripto belakangan ini. Termasuk isu Bitcoi dan Satoshi Nakamoto dalam Epstein Files.
Gangguan tersebut pertama kali diketahui melalui pengumuman resmi Binance di platform X.
"Kami menyadari adanya kendala teknis yang memengaruhi proses penarikan di platform. Tim kami sedang bekerja untuk memperbaikinya, dan layanan akan kembali normal secepat mungkin," tulis pihak Binance saat insiden terjadi.
Sentimen Pasar yang Rapuh dan Gelombang Likuidasi
Gangguan teknis ini terjadi di saat yang cukup sensitif. Pasar kripto baru saja melewati periode yang berat setelah harga Bitcoin (BTC) merosot ke bawah level USD 76.000 pada akhir pekan lalu.
Bahkan, hingga kini harga Bitcoin masih belum mampu menembus level USD 80.000 dan terkapar di harga USD 75.544.
Data dari CoinGlass mengungkapkan adanya gelombang likuidasi yang masif mencapai USD 2,56 miliar. Penurunan aset digital ini terjadi bersamaan dengan melemahnya pasar saham dan komoditas logam akibat penarikan modal oleh investor dari aset berisiko.
Meskipun angka likuidasi ini tidak sebesar peristiwa pasca-kebijakan tarif Tiongkok oleh Donald Trump yang mencapai USD 19 miliar, insiden ini kembali membuktikan betapa cepatnya pasar bisa berbalik arah saat sentimen berubah.
Baca Juga: Prediksi Harga Bitcoin dan Ethereum Tahun 2026 Menurut AI
Hingga saat ini, Binance belum merilis penjelasan mendalam mengenai pemicu gangguan teknis tersebut.
Namun, perhatian pasar tidak hanya tertuju pada masalah teknis, tetapi juga pada pergerakan cadangan dana perusahaan.
Baru-baru ini, Binance menjadi pusat perhatian terkait pergeseran cadangan Safety Asset Fund for Users (SAFU).
Laporan menyebutkan bahwa bursa tersebut baru saja melakukan pembelian Bitcoin senilai USD 100 juta sebagai bagian dari rencana konversi dana cadangan senilai total USD 1 miliar.
Latar belakang ini membuat para pelaku pasar sangat sensitif terhadap setiap pembaruan operasional platform.
DISCLAIMER: Perdagangan aset kripto memiliki risiko volatilitas yang tinggi. Gangguan operasional pada platform bursa dapat memengaruhi kemampuan akses dana dalam jangka pendek. Artikel ini bersifat informatif mengenai perkembangan terkini industri kripto dan bukan merupakan saran investasi. Investor diharapkan tetap waspada dan memahami profil risiko masing-masing sebelum bertransaksi.
Berita Terkait
-
Link Nonton Resmi Dokumenter Jeffrey Epstein, Kualitas HD dan Sudah SUB Indo
-
Dokumen Jeffrey Epstein Sebut Nama Donald Trump dan Bill Clinton, Apa Kasusnya?
-
Epstein Files Meledak Lagi: Deretan Nama Besar Dunia Terseret, dari Trump sampai Bos Teknologi
-
Harga Bitcoin Sulit Bangkit dan Terkapar di Level USD 70.000, Efek Epstein Files?
-
Jeffrey Epstein Minta Bantuan Israel untuk Caplok Aset dan Tambang Libya
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah
-
Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah
-
Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan
-
Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya
-
Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele
-
Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029
-
Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK
-
Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei
-
OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun
-
Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026