News / Nasional
Rabu, 11 Februari 2026 | 12:52 WIB
Lawang Sewu di Kota Semarang, Jawa Tengah. (Foto dok. Kemenpar)
Baca 10 detik
  • Menteri Pariwisata meninjau Sam Poo Kong dan Lawang Sewu Semarang guna memastikan kesiapan jelang Imlek 2577 Kongzili.
  • Sam Poo Kong merupakan simbol akulturasi budaya dan akan menyelenggarakan pesta budaya pada 15 Februari 2026.
  • Lawang Sewu mengantisipasi peningkatan kunjungan wisatawan menjadi 10.000 orang saat Imlek dengan pertunjukan barongsai.

Suara.com - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana meninjau Kelenteng Sam Poo Kong dan Lawang Sewu di Kota Semarang, Jawa Tengah, menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.

Peninjauan dilakukan untuk melihat kesiapan destinasi yang setiap tahun menjadi titik keramaian saat Imlek.

“Momentum Imlek bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan penggerak roda perekonomian masyarakat. Kita ingin memastikan destinasi siap menyambut wisatawan dengan pelayanan yang aman, nyaman, dan berkualitas,” kata Widiyanti di Semarang, Selasa (10/2/2026).

Di Sam Poo Kong, Menpar didampingi Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti.

Kelenteng ini menjadi salah satu pusat perayaan Imlek di Semarang dan setiap tahun dipadati ribuan pengunjung.

Sam Poo Kong memiliki keterkaitan dengan pelayaran Laksamana Cheng Ho.

Awalnya berupa gua batu yang digunakan sebagai tempat singgah saat armada Cheng Ho berlabuh di Semarang, kemudian berkembang menjadi kelenteng yang digunakan untuk sembahyang dan penghormatan kepada Cheng Ho.

Widiyanti menyebut Sam Poo Kong sebagai simbol akulturasi budaya.

“Sam Poo Kong adalah simbol akulturasi budaya yang luar biasa. Perayaan Imlek tahun ini harus menjadi potret pariwisata Indonesia yang inklusif, tertata, dan membanggakan,” ujarnya.

Baca Juga: 5 Parfum Aroma Jeruk untuk Sambut Imlek, Wangi Fresh Bikin Mood Naik!

Pembina Yayasan Kelenteng Agung Sam Poo Kong, Mulyadi Setiakusuma, mengatakan pihaknya menyiapkan pesta budaya yang memadukan unsur Jawa, Tionghoa, dan nasional. Kegiatan itu akan digelar pada 15 Februari 2026 dan terbuka untuk umum.

“Kami sudah mempersiapkan pesta budaya untuk warga Semarang dan wisatawan. Kami mengundang masyarakat untuk merayakan Imlek bersama di Sam Poo Kong,” kata Mulyadi.

Selain Sam Poo Kong, Menpar juga meninjau Lawang Sewu, bangunan cagar budaya yang menjadi ikon Kota Semarang.

Gedung yang dibangun pada 1904 pada masa kolonial Belanda itu dikenal sebagai bagian dari sejarah perkeretaapian nasional.

Dalam kunjungan tersebut, Widiyanti melihat fasilitas termasuk ruang immersive yang menampilkan proyeksi visual digital tentang sejarah Kereta Api Indonesia.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana meninjau Kelenteng Sam Poo Kong dan Lawang Sewu di Kota Semarang, Jawa Tengah. (Foto dok. Kemenpar)

Menurutnya, ruangan tersebut bisa jadi daya tarik sendiri bagi pengunjung untuk bisa mengenal sejarah Kereta Api Indonesia dan nilai perjuangan Indonesia secara lebih hidup dan interaktif.

Direktur Komersial KAI Wisata, Hetty Herawati, mengatakan pihaknya mengantisipasi lonjakan kunjungan saat Imlek. Dari rata-rata 6.000 pengunjung per hari, jumlahnya diperkirakan meningkat menjadi sekitar 10.000 orang pada hari besar.

“Kami menyiapkan berbagai langkah antisipatif agar pengunjung dapat menikmati suasana Lawang Sewu dengan nyaman dan aman,” kata Hetty.

Selama perayaan Imlek, Lawang Sewu menghadirkan pertunjukan barongsai dan pembagian angpau. Pengelola juga menyiapkan pemandu wisata untuk menjelaskan sejarah dan keunikan bangunan kepada pengunjung.

“Kami ingin setiap pengunjung tidak hanya datang berfoto, tetapi juga memahami nilai sejarah dan inspirasi yang terkandung di dalamnya. Harapannya, mereka pulang membawa pengalaman yang bermakna dan membagikannya kepada lebih banyak orang,” ujarnya.

Load More