- Hasto Kristiyanto sesalkan perdebatan publik antara Menteri Keuangan dan Menteri KKP.
- PDIP imbau menteri jaga disiplin bicara demi kepastian iklim investasi nasional.
- Hasto minta persoalan teknis anggaran menteri diselesaikan internal dalam kabinet.
Suara.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyayangkan adanya perdebatan terbuka dan aksi saling sindir antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono. Perselisihan tersebut diketahui terkait persoalan dana pembangunan kapal dalam negeri yang bersumber dari pinjaman pemerintah Inggris (UK).
Hasto mengingatkan bahwa dalam kondisi ekonomi saat ini, pelaku usaha dan dunia internasional sangat membutuhkan kepastian serta arah kebijakan yang solid dari pemerintah. Ia pun mengimbau agar para pembantu presiden mengedepankan disiplin berbicara di ruang publik.
“Dalam situasi ketika pasar, dunia internasional, serta pelaku ekonomi memerlukan kepastian arah kebijakan perekonomian kita, PDI Perjuangan mengimbau agar tidak ada pernyataan-pernyataan yang berbeda antar-kementerian. Lebih baik mengedepankan disiplin berbicara dan mendorong prestasi kerja,” ujar Hasto di Sekolah Partai PDIP, Jakarta Selatan, Rabu (11/2/2026).
Menurut Hasto, perdebatan mengenai masalah teknis implementasi anggaran seharusnya diselesaikan secara internal di kabinet, bukan menjadi konsumsi publik. Ia menilai ego sektoral atau perbedaan pernyataan antarlembaga negara dapat merusak kepercayaan pasar.
“Perdebatan terkait masalah teknis implementasi antara Menteri Keuangan dan Menteri KKP seharusnya tidak perlu terjadi. Saat ini publik, rakyat Indonesia, dan pelaku usaha memerlukan arah yang betul-betul menggambarkan soliditas kebijakan pemerintah,” tegasnya.
Hasto menekankan bahwa PDIP berharap jajaran menteri dapat menunjukkan kesatuan sikap. Hal ini krusial agar tidak muncul spekulasi yang dapat mengganggu iklim investasi dan usaha di Indonesia.
“Sebab, perbedaan pernyataan bisa menciptakan ketidakpastian baru, dan itu yang sangat dihindari oleh para pelaku usaha. Itulah yang diharapkan oleh PDI Perjuangan,” pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki
-
Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu
-
Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari
-
Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta
-
Bocah Terpisah dari Ortu hingga Istri Kehilangan Suami Warnai Malam Puncak HUT DKI Jakarta
-
5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!
-
Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan
-
Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi
-
Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif
-
HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno