- Dirreskrimum Polda Metro Jaya memeriksa Presiden Joko Widodo sebagai pelapor kasus dugaan ijazah palsu di Solo.
- Pemeriksaan dilaksanakan di Polresta Surakarta pada Rabu (11/2/2026) sore untuk melengkapi berkas P-19 Kejaksaan Tinggi DKI.
- Penyidik mengajukan sepuluh pertanyaan kepada Jokowi mengenai proses perkuliahan dirinya di Universitas Gadjah Mada.
Suara.com - Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin mengaku telah melakukan pemeriksaan terhadap Presiden ke-7 RI Joko Widodo sebagai pelapor dalam kasus dugaan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu.
Pemeriksaan, lanjut Imanuddin, dilakukan di Polresta Surakarta (Solo) pada Rabu (11/2/2026) sore.
Imanuddin menuturkan, pemeriksaan tersebut dilakukan untuk meminta keterangan tambahan guna melengkapi berkas perkara sesuai petunjuk P-19 dari Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.
“Keterangan tambahan kepada pelapor Bapak Insinyur Haji Joko Widodo ini sehubungan dengan laporan yang beliau sampaikan atau laporan polisi yang sedang kami tangani saat ini,” ujar Imanuddin di Polda Metro Jaya, Kamis (12/2/2026).
Saat ini, proses pemenuhan P-19 dalam perkara dugaan ijazah palsu tersebut masih berjalan. Pihaknya berupaya segera mengirim kembali berkas perkara kepada jaksa penuntut umum setelah seluruh petunjuk dilengkapi.
“Insya Allah sesegera mungkin akan kami kirimkan kembali berkas perkara tersebut,” ujarnya.
Pemeriksaan, lanjut Imanuddin, tidak hanya dilakukan terhadap pelapor, tetapi juga saksi-saksi, para ahli, serta pihak terlapor dalam bentuk permintaan keterangan tambahan.
Pengambilan berita acara tambahan terhadap saksi-saksi, para ahli, serta terlapor dilakukan untuk melengkapi berkas perkara agar proses penegakan hukum berjalan secara berimbang dan proporsional.
“Sehingga kami sebagai aparat penegak hukum dapat menjaga keberimbangan, menjaga proporsionalisme, dan memberikan hak-haknya secara berimbang kepada semua pihak,” ujarnya.
Baca Juga: Profil Bonatua Silalahi, Peneliti yang Ungkap Salinan Ijazah Jokowi di KPU
Sebelumnya, Jokowi didampingi kuasa hukumnya Yakup Hasibuan saat menjalani pemeriksaan di Polresta Surakarta, Solo, pada Rabu (11/2/2026).
Jokowi diperiksa selama kurang lebih 2,5 jam. Penyidik melayangkan sebanyak 10 pertanyaan terkait proses perkuliahan Jokowi di Universitas Gadjah Mada (UGM).
Berita Terkait
-
Profil Bonatua Silalahi, Peneliti yang Ungkap Salinan Ijazah Jokowi di KPU
-
8 Fakta Usai Jokowi Jalani Pemeriksaan di Mapolresta Solo Terkait Kasus Ijazah Palsu
-
Desak Pemerintah Bersihkan Oligarki, GMKR Tuntut Pemakzulan Gibran dan Adili Jokowi
-
Bonatua Klaim Ijazah Jokowi Tanpa Sensor Identik dengan Dokumen Riset Roy Suryo Cs
-
Ahli Meringankan Roy Suryo dkk: Salinan Ijazah Jokowi Sama dengan Sampel Riset RRT
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
-
Aparat Israel Halangi Pemimpin Gereja Masuk Makam Kudus di Misa Minggu Palma
-
Pesawat AWACS E-3 Milik AS Hancur Kena Serangan Iran di Arab Saudi
-
Realisasi Bantuan Jaminan Hidup Terus Meningkat, Jadi Penunjang Hidup Penyintas
-
Prabowo dan Takaichi Bakal Teken Kesepakatan Baru? Bocoran Topik Krusial dari Tokyo
-
PP TUNAS Mulai Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital di Pesantren dan Madrasah
-
Kejar Target April 2026, Pemerintah Tambah Lokasi Sekolah Rakyat di Bogor
-
Idrus Marham: Kebijakan Prabowo Sudah Baik, Tapi Harus Dijelaskan kepada Rakat
-
Gelar Lebaran Bersama Rakyat di Monas, Pemerintah Bagikan 100 Ribu Kupon Belanja
-
Satgas Damai Cartenz Ringkus Dua Anggota Jaringan Senjata dan Amunisi Ilegal di Jayapura