- BGN dan pakar UGM berupaya meluruskan istilah UPF yang diadopsi dari luar negeri karena tidak sesuai standar ilmiah Indonesia.
- Pakar menyarankan BGN fokus pada kriteria substansial seperti bergizi, aman, dan halal daripada istilah asing UPF.
- BGN menegaskan program MBG memprioritaskan bahan pangan segar dari petani dan peternak lokal sesuai regulasi.
Suara.com - Badan Gizi Nasional (BGN) menggandeng para pakar dari Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk meluruskan kerancuan istilah Ultra-Processed Food (UPF) atau pangan ultra olahan.
Hal itu usai maraknya informasi beredar soal penggunaan UPF pada menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dekan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UGM, Eni Harmayani, menilai bahwa istilah UPF yang selama ini beredar merupakan adopsi dari luar negeri. Istilah yang digunakan itu tidak selalu sejalan dengan standar ilmiah di Indonesia.
Ia menekankan perlunya kedaulatan istilah untuk membedakan mana pangan yang benar-benar tidak sehat dan mana yang merupakan hasil teknologi pangan yang aman.
"Jadi ini yang harus kita luruskan karena UPF itu diadopsi dari istilah-istilah di luar. Oleh karena itu, miskonsepsi ini perlu diluruskan. Jadi kita menyarankan BGN untuk tidak menggunakan istilah itu," tegas Eni, ditemui di Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UGM, Jumat (13/2/2026).
Disampaikan Eni bahwa alih-alih terjebak pada istilah luar, Indonesia sebaiknya fokus pada kriteria yang lebih substansial dalam penyediaan menu MBG.
Penggunaan istilah yang tepat dianggap krusial agar tidak menimbulkan kegaduhan publik yang tidak perlu.
"Kita mempunyai kedaulatan sendiri untuk menggunakan istilah yang sesuai yaitu makanan yang bergizi, sehat, aman, dan halal," ucapnya.
Dampak Stigma Negatif bagi Kebijakan Pangan
Baca Juga: Omzet Perajin Telur Asin Melonjak hingga 4.000 Persen Berkat Program MBG
Kekhawatiran serupa disampaikan oleh Guru Besar FTP UGM, Sri Raharjo, yang melihat adanya risiko jika publik menyamaratakan semua pangan olahan sebagai UPF yang berbahaya.
Padahal, dalam distribusi pangan skala besar, proses pengolahan tertentu justru menjadi kunci. Terutama untuk menjaga keamanan dan kandungan gizi tetap terjaga hingga ke tangan konsumen.
"Saya khawatir yang diketahui oleh publik ya semuanya yang olahan terus disebut sebagai UPF dan UPF dikonotasikan negatif bagi kesehatan," kata Sri.
"Padahal pangan itu justru bisa disajikan dalam jumlah banyak dengan aman tetap bergizi, itu masih harus ditempuh dengan pengolahan," imbuhnya.
Dalam kesempatan ini, Sri menyarankan agar pihak BGN beralih menggunakan istilah 'pangan olahan' yang tetap mengedepankan aspek gizi dan kehalalan.
Hal ini diharapkan dapat menghilangkan keraguan dalam pengambilan kebijakan penyediaan pangan tanpa harus dihantui stigma negatif istilah UPF.
Tag
Berita Terkait
-
Belasan Telur dan Lauk Sering Dibawa Pulang Pekerja MBG, Curhat Istri Picu Amarah Warganet
-
Polri Kebut 1.179 Dapur MBG, 2,9 Juta Warga Disasar hingga Pelosok Wilayah 3T
-
Kepala BGN: Publik Berhak Awasi Menu MBG, Kritik Viral Justru Jadi Teguran
-
Omzet Perajin Telur Asin Melonjak hingga 4.000 Persen Berkat Program MBG
Terpopuler
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
- 3 Sepatu Lari Skechers Terbaik untuk Pemula dan Pelari Harian
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Tak Sembarang Orang Bisa Beli, Begini Alur Distribusi Narkoba 'VIP Only' di B Fashion Hotel
-
Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?
-
Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
-
Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?
-
Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Kombes Iman: Kami Siap Beraksi 24 Jam!
-
Kepulauan Seribu Diserbu Wisatawan Saat Liburan, Polres Sebar Polisi di Tiap Dermaga
-
Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara
-
Polisi Ciduk Komplotan Jambret di Tamansari, Uang Hasil Kejahatan Dipakai Buat Pesta Sabu
-
Sebut Prabowo Anggap Gagasannya Suci, Sobary: Oh Paus Saja Ndak Begitu Bung!
-
Tak Ada Ampun! Hanya 6 Hari Pasca Penggerebekan, Pemprov DKI Sikat Habis Izin B Fashion Hotel