- Wacana Pilkada melalui DPRD picu perdebatan mengenai biaya politik dan kualitas demokrasi.
- Pengamat soroti mahalnya biaya Pilkada langsung serta risiko korupsi dan polarisasi.
- Efisiensi anggaran dan penguatan sistem perwakilan jadi dasar wacana Pilkada tidak langsung.
Ia menjelaskan bahwa sistem perwakilan tetap sah secara demokratis karena anggota DPRD dipilih langsung oleh rakyat melalui Pemilu Legislatif. Rakyat telah memberikan mandatnya kepada parlemen daerah untuk mengambil keputusan strategis, termasuk menentukan kepala daerah.
Dedi juga menilai Pilkada langsung menjadi akar praktik korupsi akibat tingginya modal kampanye yang harus dikembalikan. Hal ini sering memicu kepala daerah terjaring operasi tangkap tangan (OTT). Selain masalah biaya, Dedi menyoroti dampak sosial berupa polarisasi dan konflik horizontal di masyarakat.
“Pilkada langsung menimbulkan polarisasi tajam dan merusak hubungan sosial warga. Dalam sistem perwakilan, konflik politik kembali ke ruang elite, tidak ditarik ke tingkat akar rumput,” jelas Dedi.
Menurutnya, mekanisme perwakilan lebih mampu meredam ketegangan sosial dan menghindari kampanye negatif berbasis sentimen primordial yang sering menyertai kontestasi terbuka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada
-
Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman
-
Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara