News / Nasional
Rabu, 18 Februari 2026 | 15:10 WIB
Kepadatan kendaraan yang melintas di Jalan Gatot Subroto, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Ditlantas Polda Metro Jaya memprediksi perubahan jam sibuk lalu lintas Jakarta akibat Ramadan dan kebijakan WFA.
  • Kepadatan lalu lintas pagi bergeser lebih siang, diperkirakan terjadi antara pukul 09.00 hingga 10.00 WIB.
  • Lonjakan arus sore hari diprediksi terjadi lebih awal, mulai pukul 14.00 atau 15.00 WIB karena buka puasa.

Suara.com - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya memprediksi terjadi pergeseran jam sibuk lalu lintas di Jakarta dan sekitarnya selama bulan suci Ramadan.

Kepadatan pagi diperkirakan mundur, sementara lonjakan sore justru datang lebih cepat.

Kepala Bagian Operasional Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Robby Hefados mengatakan, pihaknya masih melakukan analisa terkait perubahan mobilitas masyarakat, terutama dipengaruhi kebijakan work from anywhere (WFA) dan jam masuk kantor yang lebih siang.

“Pergerakan masyarakat di pagi hari kemungkinan antara jam 9 sampai dengan 10,” kata Robby, Rabu (18/2/2026).

Artinya, kepadatan yang biasanya terjadi sejak pukul 06.00–08.00 WIB berpotensi bergeser menjadi sekitar pukul 09.00–10.00 WIB selama Ramadan.

Sebaliknya, arus kendaraan pada sore hari diprediksi meningkat lebih awal. Aktivitas masyarakat yang hendak berbuka puasa bersama keluarga disebut menjadi pemicu utama.

“Di jam 2 maupun jam 3 sore sudah mengalami peningkatan kendaraan yang mengarah ke Bekasi maupun ke daerah selatan,” ujar Robby.

Arah Bekasi dan wilayah selatan Jakarta dinilai menjadi titik rawan kepadatan lebih cepat.

Mengantisipasi hal itu, Polda Metro Jaya, kata Robby, akan menyesuaikan pola pengaturan dan penempatan personel di lapangan mengikuti dinamika pergerakan masyarakat selama Ramadan.

Baca Juga: Analis Ingatkan Pemerintah Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem Selama Mudik Lebaran 2026

Load More