- Kediaman Presiden Joko Widodo di Solo berubah nama menjadi "Tembok Ratapan Solo" di Google Maps pada Senin (16/2/2026).
- Fenomena ini viral setelah video aksi teatrikal meratap di depan rumah tersebut tersebar luas di media sosial.
- Ajudan pribadi Jokowi mengonfirmasi hal ini namun meminta masyarakat tidak melakukan aksi serupa di hunian pribadi tersebut.
Suara.com - Jagat media maya kembali digemparkan oleh fenomena unik yang memanfaatkan fitur pemetaan Google Maps, di mana kediaman pribadi Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, di Jalan Kutai Utara No. 1, Sumber, Solo, mendadak berubah identitas menjadi 'Tembok Ratapan Solo'.
Popularitas lokasi ini meroket tajam setelah sebuah video aksi teatrikal seorang pemuda yang seolah-olah tengah meratap di depan gerbang rumah tersebut viral di media sosial.
Hingga akun Instagram @indopium melabelinya sebagai salah satu spot paling 'hype' bagi generasi Z saat ini.
"Tembok Ratapan di Solo kini jadi salah satu spot paling hype buat anak muda Gen Z," tulis keterangan dalam unggahan tersebut, dikutip Rabu (18/2/2026).
Munculnya penamaan kontroversial yang memicu rasa penasaran luas di kalangan warganet ini lantas mengundang beragam reaksi, mulai dari pihak keamanan hingga publik yang datang berkunjung.
Guna memberikan gambaran yang lebih utuh dan objektif, berikut adalah 5 fakta di balik fenomena viral 'Tembok Ratapan Solo' tersebut.
1. Perubahan Nama di Google Maps Menjadi "Tembok Ratapan Solo"
Kediaman pribadi Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), yang berlokasi di Jalan Kutai Utara No. 1, Kelurahan Sumber, Solo, mendadak menjadi sorotan di dunia maya. Pada Senin (16/2/2026), koordinat rumah tersebut di platform Google Maps kedapatan berubah nama menjadi "Tembok Ratapan Solo".
Meski titik lokasi tertandai secara jelas, tampilan visual bangunan rumah tersebut tetap dalam kondisi disensor atau di-blur oleh sistem Google. Selain itu fitur (user-generated content) pada Google Maps dapat memberikan akses bagi publik untuk mengusulkan perubahan atau menambahkan penamaan baru pada suatu titik lokasi secara mandiri, seperti yang terjadi pada rumah Jokowi tersebut.
Baca Juga: ICW Sebut Wacana Jokowi Kembalikan UU KPK 2019 sebagai Upaya 'Cuci Tangan'
Identitas pengusul pertama serta alasan di balik pemberian nama unik tersebut hingga saat ini masih belum teridentifikasi, baik oleh otoritas terkait maupun masyarakat umum.
2. Pemicu Viral Melalui Konten Media Sosial Gen Z
Fenomena ini semakin meluas setelah beredarnya video pendek di media sosial yang memperlihatkan seorang pemuda melakukan aksi teatrikal seolah-olah sedang meratap di depan pintu gerbang rumah Jokowi.
Salah satu faktor utama yang mempercepat meluasnya fenomena ini adalah unggahan dari akun Instagram @indopium, yang secara eksplisit memberikan label pada kediaman tersebut sebagai sebuah destinasi yang tengah naik daun atau sedang sangat 'hype' di mata generasi muda, khususnya kalangan Gen Z yang memicu rasa penasaran warganet untuk mengunjungi lokasi tersebut baik secara digital maupun fisik
3. Konfirmasi dan Tanggapan Ajudan Pribadi Jokowi
Ajudan pribadi Jokowi, AKBP Syarif Fitriansyah, mengonfirmasi bahwa dirinya telah mengetahui adanya perubahan nama kediaman atasannya di Google Maps tersebut.
Berita Terkait
-
ICW Sebut Wacana Jokowi Kembalikan UU KPK 2019 sebagai Upaya 'Cuci Tangan'
-
Gus Falah Bongkar Standar Ganda Jokowi Soal UU KPK: Wujud 'Cuci Tangan'
-
Heboh 'Tembok Ratapan Solo' Muncul di Google Maps, Ternyata Berlokasi di Kediaman Jokowi
-
Jokowi Setuju UU KPK Kembali ke Versi Lama, ICW: Upaya Cuci Tangan dari Kesalahan Lama
-
Jokowi Mau UU KPK Kembali ke Versi Lama, Eks Penyidik: Publik Tak Butuh Gimick
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Film Pesta Babi Viral, Haedar Nashir Wanti-wanti soal Dominasi Politik di Papua
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
APJII: Penetrasi Internet Indonesia 2026 Capai 81,72 Persen, Jawa Masih Mendominasi
-
RS Sumber Waras Bantah Rawat Selebgram Ansy Jan De Vries usai Diduga jadi Korban Begal
-
Pemindahan Ibu Kota Negara Masih Tunggu Keppres, Pakar Desak Pemerintah Segera Tetapkan Arah Jelas
-
Kondisi Masih Rawan, Pemerintah Terus Siaga Soal WNI Ditahan Israel
-
Imigrasi Palopo Terapkan 90 Persen Layanan Digital, Pemohon Paspor Makin Dimudahkan
-
Usai dari DPR, Prabowo Dijadwalkan Hadir ke Pameran Pengusaha Minyak
-
Ahmad Bahar Tegaskan Damai dengan GRIB Jaya Tak Berlaku untuk Kasus Putrinya
-
Dosen UPN Veteran Yogyakarta Dinonaktifkan Usai Dilaporkan Terkait Kasus Kekerasan Seksual