- FPI mewanti-wanti pemerintah agar tidak bergabung dalam Board of Peace (BoP) yang akan dihadiri Presiden Prabowo di Amerika Serikat.
- FPI khawatir BoP merupakan alat kepentingan zionis Israel untuk menjajah Palestina dan menduduki Al Quds.
- FPI menuntut DPR menghentikan penggunaan APBN untuk iuran BoP yang dianggap melanggengkan penjajahan Israel.
"Oleh karena misi utama BoP berikut seluruh struktur operasionalnya adalah untuk membungkam perlawanan dan mendirikan pemerintahan baru yang dikendalikan oleh zionis Israel, maka sebagai rakyat Indonesia yang uangnya digunakan melalui APBN untuk setor sebagai anggota BoP harus dicegah sekuat tenaga secara bersama-sama," lanjut Aziz.
Kekhawatiran ini senada dengan suara dari parlemen, di mana Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal sebelumnya juga mendesak sikap tegas pemerintah pada Minggu (1/2/2026).
Ia meminta agar Indonesia tetap vokal mengutuk agresi militer Israel meski telah bergabung dalam forum internasional yang bertujuan mengelola perdamaian di Gaza tersebut.
FPI pun sebelumnya sudah secara spesifik menyoroti bayang-bayang pengaruh negara adidaya dalam pembentukan badan perdamaian yang baru ini.
"Keterlibatan Indonesia harus menjamin bahwa wadah tersebut bukan bentuk justifikasi neokolonialisme atau neoimperialisme Amerika," bunyi pernyataan sikap FPI pada Minggu (26/1/2026) lalu.
Organisasi ini menekankan agar dana yang bersumber dari pajak rakyat Indonesia tidak melenceng dari amanat pembukaan UUD 1945 tentang penghapusan penjajahan.
Aziz Yanuar pun memberikan pesan pamungkas yang ditujukan langsung kepada para wakil rakyat di Senayan guna mengawasi aliran dana tersebut.
"DPR harus menghentikan penggunaan APBN untuk tujuan melanggengkan penjajahan Israel atas Palestina," pungkas Aziz.
Baca Juga: Prabowo Berikan Bantuan Sapi Rp72,7 Miliar untuk Tradisi Meugang di Aceh
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Film Pesta Babi Viral, Haedar Nashir Wanti-wanti soal Dominasi Politik di Papua
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
APJII: Penetrasi Internet Indonesia 2026 Capai 81,72 Persen, Jawa Masih Mendominasi
-
RS Sumber Waras Bantah Rawat Selebgram Ansy Jan De Vries usai Diduga jadi Korban Begal
-
Pemindahan Ibu Kota Negara Masih Tunggu Keppres, Pakar Desak Pemerintah Segera Tetapkan Arah Jelas
-
Kondisi Masih Rawan, Pemerintah Terus Siaga Soal WNI Ditahan Israel
-
Imigrasi Palopo Terapkan 90 Persen Layanan Digital, Pemohon Paspor Makin Dimudahkan
-
Usai dari DPR, Prabowo Dijadwalkan Hadir ke Pameran Pengusaha Minyak
-
Ahmad Bahar Tegaskan Damai dengan GRIB Jaya Tak Berlaku untuk Kasus Putrinya
-
Dosen UPN Veteran Yogyakarta Dinonaktifkan Usai Dilaporkan Terkait Kasus Kekerasan Seksual