- Jalan Lingkar Sumbing (Jalisu) di Wonosobo diresmikan oleh Sofwan Dedy Ardyanto pada 14 Februari 2026 untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi wilayah tersebut.
- Jalan baru ini diharapkan mengurangi biaya distribusi hasil pertanian lereng Sindoro-Sumbing sekaligus membuka potensi sektor pariwisata alam.
- Pembangunan Jalisu berhasil berkat sinergi pusat-daerah dan dukungan gotong royong warga yang menghibahkan sebagian lahan mereka.
Suara.com - Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah kini memiliki urat nadi perekonomian baru di kawasan dataran tinggi. Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), Sofwan Dedy Ardyanto, secara resmi meresmikan Jalan Lingkar Sumbing (Jalisu) pada Sabtu (14/2/2026) lalu.
Proyek infrastruktur strategis ini diharapkan menjadi kunci utama dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat yang tinggal di wilayah pegunungan, khususnya di lereng Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.
Peresmian jalan ini bukan sekadar seremoni pembangunan fisik, melainkan langkah nyata dalam memperkuat konektivitas antarwilayah yang selama ini memiliki tantangan geografis cukup berat.
Dengan akses jalan yang lebih memadai, hambatan logistik yang sering dialami oleh warga di pelosok pegunungan diharapkan dapat teratasi secara signifikan.
Membuka Akses Distribusi Pertanian Lereng Sumbing
Sektor pertanian merupakan tulang punggung ekonomi bagi mayoritas penduduk di Kabupaten Wonosobo. Kawasan lereng Sumbing dan Sindoro dikenal sebagai penghasil komoditas sayuran, tembakau, hingga kopi berkualitas tinggi.
Namun, kendala utama yang sering dihadapi petani adalah tingginya biaya angkut akibat akses jalan yang sempit atau rusak.
Hadirnya Jalan Lingkar Sumbing diproyeksikan mampu memangkas waktu tempuh dan biaya operasional distribusi hasil bumi dari lahan pertanian menuju pasar atau pusat pengolahan.
Sofwan menegaskan pembangunan infrastruktur jalan sangat penting dalam mendukung distribusi hasil pertanian serta pengembangan potensi pariwisata di kawasan lereng Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.
Baca Juga: Legislator PDIP: Jokowi Harus Tanggung Jawab atas Kerusakan Desain UU KPK
“Pembangunan infrastruktur seperti Jalan Lingkar Sumbing ini sangat penting untuk membuka akses ekonomi masyarakat, terutama dalam distribusi hasil pertanian dan pengembangan sektor pariwisata di wilayah lereng Sindoro dan Sumbing,” ujarnya, dikutip Rabu, (18/2).
Potensi Pariwisata Berbasis Alam dan Ekonomi Kreatif
Selain sektor pertanian, keberadaan Jalisu membuka peluang besar bagi pengembangan sektor pariwisata. Pemandangan ikonik di sepanjang lereng Sindoro-Sumbing kini lebih mudah dijangkau oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.
Aksesibilitas yang lebih baik akan memicu tumbuhnya unit-unit ekonomi kreatif baru di sepanjang jalur tersebut, mulai dari penginapan, kafe dengan pemandangan alam, hingga pusat oleh-oleh khas daerah.
Hal ini selaras dengan upaya pemerintah dalam menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar perkotaan agar kesejahteraan masyarakat lebih merata.
Sofwan juga menyampaikan apresiasinya terhadap keterlibatan aktif warga dalam menyukseskan proyek ini.
Berita Terkait
-
Legislator PDIP: Jokowi Harus Tanggung Jawab atas Kerusakan Desain UU KPK
-
PDIP Soroti Prajurit TNI di Bawah Kendali BOP: Beresiko Tinggi Secara Politik Maupun Militer
-
Koalisi Permanen Pro Pemerintah, Hasto Kristiyanto: Bagi PDIP Permanen itu Bersama Rakyat
-
Momen Hangat Megawati Umrah Bersama Keluarga, Prananda Bantu Tahalul
-
Tunaikan Umrah, Momen Megawati Didampingi Prananda dan Puan Ambil Miqat Masjid Tan'im
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Pertemuan di Rumah Presiden, Jampidsus Febrie Adriansyah Diminta Jentelmen Mundur
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Terkini
-
Prabowo Resmikan Biodiesel B50, Babak Baru Pengurangan Impor BBM Dimulai
-
Sindir Awardee LPDP Tak Mau Pulang, Menteri Brian: Kalau Terbaik, Kenapa Takut Bertarung di RI?
-
Penampakan Terkini Kafe d'Clan Signature Cipete Tutup Usai Polri Sita Uang Rp67 Miliar
-
Alumni LPDP Tak Kembali karena Minim Peluang Kerja, Mendiktisaintek Beri Tantangan Begini!
-
Kaca Kantor Badan Gizi Nasional Pecah, Polisi Selidiki Dugaan Penembakan oleh OTK
-
Viral! Eks Ajudan Prabowo Disebut Pimpin Penjemputan Saksi Kasus Jampidsus di Polda Metro
-
Pertemuan di Rumah Presiden, Jampidsus Febrie Adriansyah Diminta Jentelmen Mundur
-
Hendardi Minta Presiden Turun Tangan Usut Oknum TNI yang Diduga Halangi Penyidikan Korupsi
-
Suasana Terkini Polda Metro, Brimob Siaga Penuh Buntut Isu TNI Jemput Paksa Saksi Jampidsus
-
Tarif Transjakarta Berpotensi Naik, Pemprov DKI Kaji Tambah Penerima Kartu Layanan Gratis