- Jalan Lingkar Sumbing (Jalisu) di Wonosobo diresmikan oleh Sofwan Dedy Ardyanto pada 14 Februari 2026 untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi wilayah tersebut.
- Jalan baru ini diharapkan mengurangi biaya distribusi hasil pertanian lereng Sindoro-Sumbing sekaligus membuka potensi sektor pariwisata alam.
- Pembangunan Jalisu berhasil berkat sinergi pusat-daerah dan dukungan gotong royong warga yang menghibahkan sebagian lahan mereka.
Ia juga mengapresiasi dukungan masyarakat sekitar terhadap proses pembangunan dan berharap infrastruktur yang telah terbangun dapat dijaga serta dirawat bersama agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah
Keberhasilan pembangunan Jalan Lingkar Sumbing ini tidak lepas dari sinergi yang kuat antara legislatif di tingkat pusat dengan pemerintah daerah.
Aspirasi masyarakat yang diserap melalui jalur parlemen berhasil diwujudkan dalam bentuk pembangunan fisik yang berdampak langsung pada hajat hidup orang banyak.
Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, yang hadir dalam acara peresmian tersebut, memberikan apresiasi tinggi atas terealisasinya proyek Jalisu.
Menurutnya, dukungan dari pusat sangat krusial bagi daerah dengan fiskal terbatas seperti Wonosobo untuk mempercepat pembangunan infrastruktur vital.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Sofwan Dedy Ardyanto atas dukungan dan aspirasi pembangunan yang telah diberikan, sehingga pembangunan Jalan Lingkar Sumbing ini dapat terlaksana dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Afif.
Gotong Royong dan Hibah Lahan Masyarakat
Salah satu aspek yang menonjol dalam pembangunan Jalisu adalah semangat gotong royong warga setempat. Pemerintah Kabupaten Wonosobo memberikan penghargaan khusus kepada sejumlah warga yang secara sukarela menghibahkan sebagian lahan milik mereka untuk dijadikan jalan umum.
Baca Juga: Legislator PDIP: Jokowi Harus Tanggung Jawab atas Kerusakan Desain UU KPK
Tindakan ini dianggap sebagai bentuk kesadaran kolektif bahwa kemajuan infrastruktur akan memberikan dampak positif yang jauh lebih besar bagi komunitas di masa depan.
Pemerintah Kabupaten Wonosobo juga memberikan penghargaan kepada warga yang secara sukarela menghibahkan sebagian lahannya demi kepentingan bersama, serta menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pembangunan infrastruktur yang terencana dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Dengan selesainya Jalan Lingkar Sumbing, Wonosobo kini bersiap menyambut akselerasi ekonomi yang lebih inklusif di kawasan pegunungan.
Berita Terkait
-
Legislator PDIP: Jokowi Harus Tanggung Jawab atas Kerusakan Desain UU KPK
-
PDIP Soroti Prajurit TNI di Bawah Kendali BOP: Beresiko Tinggi Secara Politik Maupun Militer
-
Koalisi Permanen Pro Pemerintah, Hasto Kristiyanto: Bagi PDIP Permanen itu Bersama Rakyat
-
Momen Hangat Megawati Umrah Bersama Keluarga, Prananda Bantu Tahalul
-
Tunaikan Umrah, Momen Megawati Didampingi Prananda dan Puan Ambil Miqat Masjid Tan'im
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
-
50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
Terkini
-
Balas Kematian Warga Sipil, Iran Serang Fasilitas Militer AS di Dua Negara Teluk
-
KPK Dalami Dugaan Gratifikasi di MPR, Ma'ruf Cahyono Kembali Diperiksa
-
Disrupsi AI: Bagaimana Teknologi Bisa Tingkatkan Kemampuan Berbahasa
-
Jejak Karier Febrie Adriansyah, Dari Jaksa di Jambi Hingga Jadi Jampidsus yang Dijaga Ketat TNI
-
Kebakaran TPA Jatiwaringin Ungkap Risiko Timbunan Sampah, Begini Penjelasan Peneliti BRIN
-
DPR Warning Keras, Tak Boleh Ada Pihak Intervensi Kasus Korupsi Batu Bara
-
Menag Perketat Syarat Jadi Kyai dan Pesantren Usai Marak Kasus Pelecehan
-
Uang yang Disita KPK dari Bupati Kuansing Ternyata Bagian dari 'Kembalian' Menhut Raja Juli
-
TNI Jaga Rumah Jampidsus, Pengamat Nilai Batas Ranah Sipil dan Militer Mulai Kabur
-
Santri Korban Pembakaran di Ponpes Lombok Alami Trauma Berat, Sering Teriak dan Halusinasi