- Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menemui KPK di Jakarta pada Selasa (7/7/2026) membahas pencegahan korupsi program MBG.
- Agustina enggan menanggapi isu rangkap jabatan pimpinan BGN di sejumlah BUMN yang dilaporkan ICW kepada pihak Ombudsman RI.
- ICW melaporkan pimpinan BGN ke Ombudsman karena diduga melakukan pelanggaran administratif terkait posisi mereka di berbagai perusahaan BUMN.
Suara.com - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari irit bicara saat dicecar soal dugaan rangkap jabatan pimpinan BGN sebagai komisaris di sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sebelumnya dilaporkan Indonesia Corruption Watch (ICW) ke Ombudsman RI.
Momen itu terjadi usai Agustina menghadiri audiensi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan, Selasa (7/7/2026). Pertemuan tersebut membahas tindak lanjut rekomendasi KPK terkait pencegahan korupsi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Namun, ketika wartawan menanyakan dugaan rangkap jabatan tersebut, Agustina tidak memberikan jawaban. Ia langsung berjalan menuju mobil BYD Denza D9 berwarna putih yang telah menunggu di pelataran Gedung KPK.
Agustina juga menolak berkomentar saat dimintai tanggapan mengenai proyeksi pemangkasan anggaran BGN menjadi Rp174 triliun yang sebelumnya disampaikan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI.
"Soal itu nanti dulu ya karena agenda kita hari ini mengenai KPK. Soal anggaran dan sebagainya itu biar momennya pas lah," kata Agustina.
Ia menegaskan fokus kedatangannya ke KPK adalah membahas tindak lanjut atas hasil kajian lembaga antirasuah terhadap program MBG.
"Sekarang agenda kita hari ini bagaimana kami menindaklanjuti kajian yang disampaikan KPK," sambung dia.
ICW Laporkan Pimpinan BGN ke Ombudsman
Sebelumnya, Indonesia Corruption Watch (ICW) melaporkan Kepala dan Wakil Kepala BGN ke Ombudsman Republik Indonesia atas dugaan maladministrasi terkait rangkap jabatan di BUMN.
Baca Juga: Raja Juli Antoni Disebut Keliru, Amplop dari Bupati Kuansing Seharusnya Dilaporkan ke KPK
ICW menilai posisi tersebut berpotensi melanggar ketentuan administrasi karena pimpinan lembaga negara juga menduduki jabatan strategis di perusahaan pelat merah.
"ICW menemukan dugaan pelanggaran administratif dan maladministrasi yang dilakukan oleh Kepala dan Wakil Kepala BGN, yaitu berupa rangkap jabatan sebagai direksi dan juga komisaris di badan usaha milik negara," kata Divisi Hukum Investigasi ICW Zararah Azhim Syah di Kantor Ombudsman, Jakarta Selatan, Kamis (2/7/2026).
Berdasarkan temuan ICW, Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang masih tercatat sebagai Komisaris Pertamina.
Sementara Agustina Arumsari menjabat Komisaris PT Pertamina Patra Niaga dan Wakil Kepala BGN lainnya, Mayjen TNI Trenggono, juga merangkap sebagai Direktur PT Agrinas Pangan Nusantara.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
Terkini
-
Susul Jawaharlal Nehru, PM India Narendra Modi Terima Bintang RI Adipurna dari Prabowo
-
PN Jaksel Meluap! Massa Roy Suryo Berkaus 'Telah Mati Penegakan Hukum' Menanti Putusan Praperadilan
-
KPK Bongkar Borok MBG, Kepala BGN Nanik S Deyang Malah 'Ngilang' Usai Audiensi
-
Jangan Mimpi Punya Generasi Emas, FKBI Soroti Ironi Negara Raup Rp2,23 Triliun dari Perokok Anak
-
Bukan Tenggelam! Bercak Darah Buktikan 3 Polisi Katingan Dihabisi Sebelum Dibuang ke Sungai
-
Kunjungan Prabowo dan PM India Narendra Modi, Operasional Candi Prambanan Disesuaikan
-
Mengapa Banjir Pesisir kini Semakin Sering Terjadi? Penelitian Ungkap Imbas Krisis Iklim
-
Pemprov DKI Respons Usulan Kenaikan Tarif Transjakarta, Fokus pada Rute Bandara
-
Penugasan Presiden ke Ketua MPR Dipertanyakan, Mekanisme Ketatanegaraan jadi Sorotan
-
Bedah Buku Presiden Solusi, Abdul Mu'ti Ajak Publik Jangan Cuma Melihat Kekurangan Prabowo