- Propam Polda Metro Jaya menyelidiki kasus penganiayaan tiga pegawai SPBU di Cipinang oleh oknum aparat pada Minggu malam (22/2).
- Penganiayaan dipicu penolakan pengisian Pertalite karena ketidaksesuaian fisik kendaraan dengan data barcode sistem.
- Korban telah melapor ke Polsek Pulogadung, menjalani visum, dan kini kasus ditangani intensif oleh kepolisian setempat.
Ia secara pribadi memastikan laporan telah masuk ke kepolisian agar oknum yang terlibat dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.
"Kami sudah laporkan juga ke Polsek Pulo Gadung seberang SPBU. Pegawai-pegawai saya yang luka-luka juga sudah divisum," kata Ernesta saat dihubungi terpisah.
Ernesta menekankan pentingnya perlindungan bagi para pekerja pelayanan publik agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan. Ia berharap proses hukum berjalan transparan mengingat dugaan keterlibatan oknum aparat dalam aksi kekerasan tersebut.
"Saya hanya ingin keadilan untuk pegawai-pegawai saya yang dipukuli," ucap Ernesta.
Dugaan penganiayaan ini bermula dari persoalan teknis saat pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite.
Pada Minggu malam itu, seorang pelanggan datang ke SPBU untuk mengisi bahan bakar bersubsidi. Sesuai dengan aturan pemerintah, petugas SPBU melakukan pemindaian kode batang atau barcode untuk memastikan kendaraan tersebut berhak menerima subsidi.
Meskipun nomor polisi kendaraan yang terdaftar dalam sistem dinyatakan sesuai, namun terdapat ketidakcocokan fisik antara jenis mobil yang dibawa pelanggan dengan data yang tertera pada sistem barcode tersebut.
Kondisi ini membuat petugas SPBU menjalankan prosedur operasional standar (SOP) dengan menolak pengisian Pertalite dan mencoba memberikan penjelasan serta solusi alternatif kepada pelanggan.
Namun, tindakan petugas yang menjalankan aturan tersebut justru direspons dengan emosi oleh pelanggan yang diduga merupakan oknum aparat.
Baca Juga: Tragis! Ibu di Sumbawa Tega Bakar Anak Gegara Tolak Cari Pakan Ternak
Situasi memanas hingga berujung pada aksi kekerasan fisik yang menyasar tiga orang pegawai yang sedang bertugas saat itu.
Identitas ketiga korban diketahui adalah Ahmad Khoirul Anam, seorang staf senior yang telah bekerja selama lima tahun.
Kemudian Lukmanul Hakim, operator muda yang baru bekerja selama enam bulan setelah lulus SMK, serta Abud Mahmudin, operator yang sudah memiliki masa kerja sekitar empat tahun.
Dampak dari penganiayaan tersebut cukup fatal bagi para korban. Ahmad Khoirul Anam dilaporkan terkena tamparan keras di bagian pipi. Sementara itu, Lukmanul Hakim mengalami pemukulan pada bagian rahang sebelah kanan.
Luka paling parah dialami oleh Abud Mahmudin yang dipukul pada bagian bawah mata dan pipi dekat mulut hingga mengakibatkan giginya copot.
Saat ini, kasus tersebut tengah ditangani secara intensif oleh Polsek Pulogadung dan diawasi oleh Propam Polda Metro Jaya.
Tag
Berita Terkait
-
Tragis! Ibu di Sumbawa Tega Bakar Anak Gegara Tolak Cari Pakan Ternak
-
Viral Hantaman Helm Oknum Brimob dan Praktik Kekerasan Aparat Yang Mengakar
-
10 Fakta Pilu Oknum Brimob Aniaya Pelajar Hingga Tewas di Tual Maluku
-
DPR Pastikan Kawal Kasus Bocah Sukabumi Tewas Dianiaya Ibu Tiri, Desak Pelaku Dihukum Berat
-
Wamen HAM Mugiyanto: Oknum Brimob Aniaya Anak Hingga Tewas Pelanggaran HAM
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
Etik Suryani Jalani Pemeriksaan Maraton, Tinggalkan Polresta Surakarta Jelang Pagi
-
OTT KPK di Sukoharjo, Bupati Etik Suryani Diduga Peras Perangkat Daerah
-
Kabar Duka, Anggota DPR RI Rachmat Gobel Meninggal Dunia
-
Kekayaan Bupati Sukoharjo Etik Suryani yang Terciduk OTT KPK
-
KPK Pastikan Kembangkan Kasus Suap Impor Bea Cukai, Tunggu Fakta Persidangan
-
Bupati Sukoharjo Etik Suryani dari Partai Apa? Ini Kronologi Kena OTT KPK
-
Ma'ruf Cahyono Terancam Dijerat TPPU, Uang Gratifikasi Dipakai Renovasi Rumah hingga Nikahan Anak
-
Penggeledahan ke-13 Kasus Korupsi, Polisi Sita Dokumen hingga Komputer dari Ruko Cipete
-
Rudal AS Hujani Iran Dua Hari Beturut-turut, Proses Damai di Ambang Kehancuran
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi