- Komisi VII DPR RI baru mengetahui pengunduran diri Dirut TVRI, Iman Brotoseno, melalui media massa.
- Ketua Komisi VII meminta Dewan Pengawas TVRI segera mengklarifikasi alasan pengunduran diri tersebut.
- Dewan Pengawas memiliki waktu 14 hari untuk klarifikasi dan diharapkan menunjuk Pelaksana Tugas sementara.
Suara.com - Komisi VII DPR RI memberikan respons terkait kabar pengunduran diri Iman Brotoseno dari jabatan Direktur Utama (Dirut) TVRI.
Hingga saat ini, pihak legislatif mengaku belum menerima keterangan resmi dan baru mengetahui informasi tersebut melalui pemberitaan media.
Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, mengungkapkan bahwa dirinya telah mendengar kabar mundurnya Iman Brotoseno. Informasi yang beredar menyebutkan alasan kesehatan di balik keputusan tersebut.
"Saya dengar memang sudah mundur. Katanya, Pak Imannya sakit. Sakitnya apa? Saya belum tahu. Harus ditanya lagi," ujar Saleh dalam keterangan tertulisnya kepada media dikutip Selasa (24/2/2026).
Menyikapi situasi ini, Saleh meminta Dewan Pengawas (Dewas) TVRI untuk segera melakukan klarifikasi secara langsung. Langkah ini dinilai penting guna menghindari spekulasi yang berkembang di masyarakat, mengingat peran strategis TVRI sebagai lembaga penyiaran publik.
Ia menjelaskan, bahwa secara aturan, Dewas memiliki kewenangan penuh dalam proses pengangkatan maupun pemberhentian Dirut.
Oleh karena itu, informasi aktual harus segera dikantongi oleh Dewas untuk menentukan langkah organisasi selanjutnya.
"Dewas memiliki waktu paling sedikit 14 hari untuk melakukan klarifikasi. Kalau semuanya dinilai tidak ada masalah, dewas bisa mengambil langkah selanjutnya. Termasuk memilih dirut TVRI yang baru," jelasnya.
Lebih lanjut, Komisi VII menaruh perhatian besar pada stabilitas kinerja TVRI. Apalagi, saat ini TVRI tengah melakukan persiapan besar untuk penyiaran ajang bergengsi Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Didesak 10.000 Petisi Konstituen, Rahayu Saraswati Hadir Lagi di DPR Kembali Pimpin Rapat Komisi VII
Saleh berharap mundurnya pucuk pimpinan tidak mengganggu agenda-agenda penting yang sudah direncanakan.
Sebagai solusi sementara untuk menjaga roda organisasi tetap berjalan, Wakil Ketua Umum DPP PAN ini menyarankan agar segera ditunjuk sosok Pelaksana Tugas (Plt) guna memimpin direksi yang ada.
"Mungkin lebih mudah mengangkat pelaksana tugas (Plt). Dengan begitu, tetap ada hirarki birokrasi di TVRI. Kita doakan semuanya berjalan dengan baik," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Kisah Supriadi: Dulu Belajar Silvofishery ke Kalimantan, Kini Sukses Budidaya Nila di Lombok Timur
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL
-
Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak
-
Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum
-
Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat
-
Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon
-
Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!
-
Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah
-
Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan