- Ketua Komisi VII DPR RI menegaskan perombakan kabinet adalah kewenangan penuh Presiden RI Prabowo Subianto.
- Presiden berhak mengevaluasi kinerja menteri berdasarkan penilaian pribadi atau masukan terpercaya dari pihak lain.
- Tantangan utama pemerintahan mencakup pembumian Astacita dan penanganan isu domestik serta penguatan peran global Indonesia.
Suara.com - Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay menegaskan bahwa perombakan kabinet merupakan kewenangan penuh Presiden RI Prabowo Subianto yang dijamin oleh konstitusi. Menurutnya, tidak ada pihak mana pun yang dapat membatasi hak presiden dalam mengevaluasi dan menentukan susunan pembantunya di kabinet.
Saleh menjelaskan bahwa sejak awal para menteri diangkat atas permintaan Presiden untuk membantu menjalankan roda pemerintahan. Karena itu, Presiden pula yang memiliki otoritas untuk melakukan penilaian dan evaluasi terhadap kinerja para menteri tersebut.
“Siapa pun tidak punya kewenangan untuk membatasi kewenangan presiden ini. Penilaiannya tentu murni dari beliau. Bisa saja berdasarkan evaluasi pribadi atau bisa juga atas masukan orang lain yang dinilainya benar,” ucapnya dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Ia menilai dinamika politik dalam reshuffle kabinet tidak bisa dihindari. Dalam setiap perombakan, selalu ada pihak yang merasa puas maupun tidak puas. Namun, Saleh menekankan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan Presiden dan harus diterima oleh semua pihak.
“Bisa saja orang itu berharap Prabowo mengganti seseorang yang dianggap tidak mampu. Tapi, pada kenyataannya ternyata yang diganti adalah orang yang dianggapnya rajin dan berhasil,” katanya.
Menanggapi kemungkinan reshuffle yang berdampak pada Partai Amanat Nasional (PAN), Saleh yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP PAN berharap apabila terjadi pergantian, sosok pengganti dapat menunjukkan kinerja yang lebih baik. Ia menilai pemerintahan Prabowo masih menghadapi banyak pekerjaan rumah besar yang perlu dituntaskan.
“Tidak hanya pekerjaan rutin seperti biasa. Tetapi ada tantangan besar yaitu melaksanakan dan membumikan Astacita Prabowo-Gibran. Selain itu, ada juga musibah di Sumatera yang memerlukan perhatian dan penanganan yang sangat serius,” ucapnya.
Selain agenda domestik, Saleh juga menyoroti tantangan global yang dihadapi pemerintahan Prabowo. Ia meyakini Presiden ingin Indonesia memiliki peran yang lebih menonjol di kancah internasional melalui penguatan kerja sama dengan berbagai negara.
Menurutnya, berbagai kerja sama internasional tersebut diharapkan dapat memberikan dampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Karena itu, setiap keputusan strategis yang diambil Presiden, termasuk reshuffle kabinet, dinilai memiliki tujuan jangka panjang.
Baca Juga: Pasti Dilunasi, Intip Perjalanan Warisan Utang Indonesia yang Tak Pernah Gagal Dibayar
“Kita tunggu saja bagaimana keputusannya nanti. Apa pun yang diputuskan, semoga dapat membawa kebaikan bagi semua,” ucapnya.
Berita Terkait
-
Pasti Dilunasi, Intip Perjalanan Warisan Utang Indonesia yang Tak Pernah Gagal Dibayar
-
Soal Fenomena WNI Gabung Militer Asing, Komisi I DPR Ingatkan Risiko Kehilangan Kewarganegaraan
-
Menlu Sugiono Sebut Dunia Sambut Positif Pidato 'Prabowonomics', Indonesia Naik Tingkat?
-
Momen Menarik saat Prabowo Lepas Sarung Tangan Demi Salami dan Beri Koin ke Pengawal Swiss
-
Adakah Niat Jahat di Balik Kasus Korupsi Chromebook Nadiem?
Terpopuler
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Menanti Kabar, Ini Sosok Dua Istri Pilot Andy Dahananto Korban Kecelakaan ATR 42-500
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
Longsor Pasirlangu: Pemkab Bandung Barat Aktifkan Status Darurat, 82 Warga Masih Dicari
-
Minibus Oleng hingga Hantam Tiga Motor dan Gerobak di Karawang, Satu Pengendara Tewas
-
Genangan 50 Cm di KM 50 Tol TangerangMerak, PJR Alihkan Kendaraan Kecil ke Lajur 3
-
Tujuh Hari Menembus Medan Ekstrem, Operasi SAR ATR 42-500 di Bulusaraung Resmi Ditutup
-
Akses Terisolasi Jadi Tantangan Utama Pemulihan Pascabanjir Bandang Aceh Timur
-
Angkasatour Hadirkan Paket Tour Domestik dan Internasional
-
Kenal Korban Sejak SMP, Pemuda 19 Tahun Jadi Tersangka Pencabulan Anak di Cisauk
-
Kiriman Air dari Tangerang Bikin Banjir di Jakbar Terparah, Pramono Tambah Pompa dan OMC
-
Pasti Dilunasi, Intip Perjalanan Warisan Utang Indonesia yang Tak Pernah Gagal Dibayar
-
Rotasi Besar Polri, Irjen Sandi Nugroho Geser Andi Rian di Polda Sumsel!