News / Metropolitan
Selasa, 24 Februari 2026 | 18:05 WIB
Ilustrasi penangkapan. [Antara]
Baca 10 detik
  • Polres Metro Jakarta Timur menangkap seorang pria yang diduga menganiaya tiga pegawai SPBU di Cipinang, Jakarta Timur.
  • Insiden terjadi karena pelaku terlibat cekcok setelah penolakan pengisian Pertalite sebab barcode tidak sesuai kendaraan.
  • Korban penganiayaan mengalami luka pada wajah, termasuk salah satu pegawai yang mengalami patah gigi akibat peristiwa tersebut.

Suara.com - Polres Metro Jakarta Timur menangkap pria yang mengaku sebagai aparat dan diduga menganiaya tiga pegawai SPBU di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur. Pelaku sebelumnya terlibat cekcok saat hendak mengisi BBM jenis Pertalite.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Dicky F Bachriel membenarkan penangkapan tersebut.

“Sudah diamankan,” kata Dicky kepada wartawan, Selasa (24/2/2026).

Ia memastikan hanya satu orang yang ditangkap. Namun, Dicky belum merinci identitas dan status pria yang sempat mengaku sebagai aparat tersebut.

Awal Mula Insiden

Menurut Dicky, peristiwa bermula ketika pelaku hendak mengisi Pertalite, namun tidak dilayani petugas SPBU. Penolakan saat itu dilakukan karena barcode yang digunakan tidak sesuai dengan kendaraan yang dibawa.

"Pelatnya tidak sesuai. Tidak untuk peruntukannya," ujarnya.

Cekcok kemudian terjadi dan berujung dugaan penganiayaan terhadap tiga pegawai, yakni Ahmad Khoirul Anam, Lukmanul Hakim, dan Abud Mahmudin. Para korban mengalami luka di bagian wajah, dan salah satu di antaranya mengalami patah gigi.

Sebelum penangkapan, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyatakan kasus ini tengah didalami bersama oleh Polres Metro Jakarta Timur dan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Baca Juga: Taring Kekuasaan di Pom Bensin: Kala Pegawai SPBU yang Dihajar Karena Menegakkan Aturan

“Polres Jaktim dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya sedang mendalami kejadian tersebut dan orang yang mengaku aparat.”

Ia menegaskan, apabila pelaku terbukti anggota Polri, penanganan akan dilanjutkan oleh Propam.

Kabid Propam Polda Metro Jaya Kombes Radjo Alriadi Harahap juga memastikan pihaknya ikut melakukan pendalaman.

“Masih kami dalami dengan Reskrim Polrestro Jaktim terhadap pelaku pemukulan dimaksud,” ujarnya.

Saat ini, polisi masih melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengungkap motif dan memastikan status pelaku yang sempat mengaku sebagai aparat tersebut.

Load More