- Polres Metro Jakarta Timur menangkap seorang pria yang diduga menganiaya tiga pegawai SPBU di Cipinang, Jakarta Timur.
- Insiden terjadi karena pelaku terlibat cekcok setelah penolakan pengisian Pertalite sebab barcode tidak sesuai kendaraan.
- Korban penganiayaan mengalami luka pada wajah, termasuk salah satu pegawai yang mengalami patah gigi akibat peristiwa tersebut.
Suara.com - Polres Metro Jakarta Timur menangkap pria yang mengaku sebagai aparat dan diduga menganiaya tiga pegawai SPBU di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur. Pelaku sebelumnya terlibat cekcok saat hendak mengisi BBM jenis Pertalite.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Dicky F Bachriel membenarkan penangkapan tersebut.
“Sudah diamankan,” kata Dicky kepada wartawan, Selasa (24/2/2026).
Ia memastikan hanya satu orang yang ditangkap. Namun, Dicky belum merinci identitas dan status pria yang sempat mengaku sebagai aparat tersebut.
Awal Mula Insiden
Menurut Dicky, peristiwa bermula ketika pelaku hendak mengisi Pertalite, namun tidak dilayani petugas SPBU. Penolakan saat itu dilakukan karena barcode yang digunakan tidak sesuai dengan kendaraan yang dibawa.
"Pelatnya tidak sesuai. Tidak untuk peruntukannya," ujarnya.
Cekcok kemudian terjadi dan berujung dugaan penganiayaan terhadap tiga pegawai, yakni Ahmad Khoirul Anam, Lukmanul Hakim, dan Abud Mahmudin. Para korban mengalami luka di bagian wajah, dan salah satu di antaranya mengalami patah gigi.
Sebelum penangkapan, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyatakan kasus ini tengah didalami bersama oleh Polres Metro Jakarta Timur dan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
Baca Juga: Taring Kekuasaan di Pom Bensin: Kala Pegawai SPBU yang Dihajar Karena Menegakkan Aturan
“Polres Jaktim dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya sedang mendalami kejadian tersebut dan orang yang mengaku aparat.”
Ia menegaskan, apabila pelaku terbukti anggota Polri, penanganan akan dilanjutkan oleh Propam.
Kabid Propam Polda Metro Jaya Kombes Radjo Alriadi Harahap juga memastikan pihaknya ikut melakukan pendalaman.
“Masih kami dalami dengan Reskrim Polrestro Jaktim terhadap pelaku pemukulan dimaksud,” ujarnya.
Saat ini, polisi masih melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengungkap motif dan memastikan status pelaku yang sempat mengaku sebagai aparat tersebut.
Berita Terkait
-
Taring Kekuasaan di Pom Bensin: Kala Pegawai SPBU yang Dihajar Karena Menegakkan Aturan
-
Pria Ngaku Polisi Aniaya Tiga Pegawai SPBU Cipinang, Reskrim dan Propam Polda Metro Turun Tangan
-
Trauma Dihajar Oknum Aparat, 3 Pegawai SPBU Cipinang Takut Masuk Kerja: Dia Panggil Nama Saya
-
Balita 3 Tahun di Sragen Dianiaya Ayah Kandung, Pemerintah Asesmen Pengasuhan KakekNenek
-
Bripda Mesias Dipecat Tidak Hormat Usai Kasus Tewaskan Pelajar di Tual
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
Terkini
-
Taring Kekuasaan di Pom Bensin: Kala Pegawai SPBU yang Dihajar Karena Menegakkan Aturan
-
Anggota Komisi IX DPR Dorong Pembayaran THR Maju H-14, Ini Alasannya
-
Dirut Supertone Ngaku Untung 'Dikit' dari Laptop Chromebook di Tengah Kasus Korupsi Rp 2,18 Triliun
-
KPK Periksa Anggota DPRD Pati, Dalami Komunikasi Terkait Isu Pemakzulan Sudewo
-
Soal Ambang Batas Parlemen, PKS Usul Jalan Tengah Stembus Accord Agar Suara Rakyat Tak Hilang
-
Pemkot Jakbar Tanggapi Soal Penolakan Pembangunan Rumah Duka dan Krematorium di Kalideres
-
KPK Dalami Dugaan Pengkondisian Proyek di Pati oleh Tim 8 Sudewo
-
Fokus Lulusan SMK-SMA: Inilah Syarat Baru Pemerintah Agar TKI Bisa Kerja di Luar Negeri
-
HNW Kecam Keras Sahur On The Road di Jombang, Pakai Sound Horeg dan Penari Seksi?
-
Sudah 31 Kecelakaan dalam Sebulan, KAI Daop 1 Minta Warga Tak Ngabuburit di Jalur Kereta