- Presiden Prabowo menyalurkan 1.098 ekor sapi kurban bantuan presiden dari dana APBN tahun 2026 ke seluruh wilayah Indonesia.
- Sapi kurban yang berasal dari peternak lokal dengan ras unggul didistribusikan kepada pemerintah daerah serta berbagai lembaga sosial.
- MUI menyatakan negara dapat menyalurkan bantuan kurban selama dana tersebut digunakan untuk kemaslahatan dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menyalurkan 1.098 ekor sapi kurban pada Iduladha 2026 menggunakan APBN sekitar Rp100 miliar melalui pos bantuan presiden untuk kemasyarakatan.
Sebanyak 598 ekor sapi didistribusikan ke 38 provinsi dan 514 kabupaten atau kota di seluruh Indonesia.
Sementara itu, 500 ekor sisanya disalurkan ke lembaga pendidikan, pondok pesantren, lembaga sosial, serta tokoh agama dan masyarakat.
Seluruh sapi berasal dari peternak lokal dengan bobot antara 800 kilogram hingga 1,3 ton, terdiri dari berbagai ras unggul seperti Simmental, Limousin, Peranakan Ongole, Brahman, Angus, Sapi Bali, FH, Belgian Blue, dan Charolais.
Harga tiap ekor sapi disesuaikan dengan bobot dan lokasi masing-masing daerah penerima.
Langkah Prabowo menggunakan uang negara untuk kurban memantik respons dari kalangan ulama, salah satunya Wakil Sekjen Bidang Fatwa MUI, Aminuddin Yakub.
Aminuddin mengakui bahwa secara syariat, kurban sejatinya adalah perintah bagi individu, bukan lembaga negara.
"Ya, perintah berkurban itu kan sebetulnya untuk individu muslim atau mukmin ya. Artinya berkurban itu hukumnya sunnah muakkadah atau sunnah yang sangat dianjurkan bagi setiap muslim yang mampu. Nah, bahkan ada mazhab yang mewajibkan kalau dia mampu ya. Tetapi negara itu kan bukan individu, bukan person, ya kan?" ujarnya saat dikonfirmasi Suara.com, Selasa (26/5/2026).
Namun di sisi lain, Aminuddin menilai penyaluran dana negara untuk kurban tetap dapat dibenarkan selama berorientasi pada kemaslahatan dan kesejahteraan rakyat.
Baca Juga: Prabowo Serahkan 1.098 Sapi Kurban Premium, Pemerintah Gelontorkan Rp100 Miliar dari APBN
"Negara itu kan punya kewajiban menyejahterakan rakyatnya. Nah, kalau negara kemudian memberikan bantuan, sumbangan untuk rakyat, apalagi dana itu sumbernya dari rakyat, dikembalikan kepada rakyat, ya bagus kalau itu untuk kemaslahatan rakyat," jelasnya.
Aminuddin menegaskan, dari sisi pengembalian manfaat kepada masyarakat, langkah ini tidak bermasalah.
Meski dimensi ibadah kurbannya tetap melekat pada individu muslim.
"Tidak ada masalah dalam arti memberikan kesejahteraan ya pada rakyat, mengembalikan uang rakyat kepada rakyat. Tapi dari sisi berkurbannya sendiri itu, ya kurban itu sesungguhnya adalah perintah kepada individu muslim, mukmin, person," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Pemerintah Resmikan Insentif Pajak ke Penulis 1,5 Persen, Tepati Janji Kampanye Prabowo
-
Prabowo Serahkan 1.098 Sapi Kurban Premium, Pemerintah Gelontorkan Rp100 Miliar dari APBN
-
Rupiah Kian Loyo! Prabowo Jadi Presiden RI yang Paling Sering ke LN, Kalahkan SBY dan Jokowi
-
Sudah Bertolak ke Prancis, Prabowo Akan Salat Idul Adha di Luar Negeri
-
Setahun Putusan Sekolah Gratis Mangkrak, JPPI Sebut Presiden Melanggar Sumpah Jabatan dan Konstitusi
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
Terkini
-
Hendardi Sentil Kejagung: Jangan Defensif dan Lecehkan Nalar Publik Soal Penanganan Korupsi
-
Di Balik Penggeledahan yang Dikaitkan dengan Febrie Adriansyah: Anomali dan Tanda Tanya Penyidikan
-
Sindir Kejahatan di Tubuh Jaksa, Mahasiswa Desak DPR Kawal Kasus Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dulu Diandalkan, Sekarang Jadi Ancaman, Mengapa Jokowi Disebut Cemas dengan Jampidsus Febrie?
-
KPK Curiga Rumah Jampidsus Febrie di Sentul Pakai Nama Orang Lain Tanpa Hubungan Keluarga
-
Brimob Bersenjata Lengkap Kawal Pengungkapan Dugaan Korupsi Jampidsus di Polda Metro Jaya
-
Rachmat Gobel Wafat Tanpa Riwayat Penyakit, Putra: Kembali dalam Kondisi Paling Ideal
-
Prabowo: Jangan Lawan Kehendak Rakyat dengan Membiarkan Korupsi
-
JK di Pemakaman Rachmat Gobel: Kita Kehilangan Sosok yang Paham Masalah Bangsa
-
Hakim Ungkap Rincian Suap Rp91,77 Miliar Blueray Cargo ke Pejabat Bea Cukai