- Banjir dan longsor di PT IMIP Morowali, Sulteng (18/2/2026) menewaskan satu pekerja dan menimbun alat berat.
- DPR RI mendesak audit lingkungan menyeluruh karena insiden ini menunjukkan tata kelola lingkungan lemah.
- DPR meminta evaluasi faktual izin dan penegakan aturan tegas demi mitigasi bencana berkelanjutan.
Suara.com - Tragedi banjir dan longsor yang kembali menelan korban jiwa di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, dinilai sebagai potret lemahnya tata kelola lingkungan di kawasan industri strategis.
DPR RI mendesak pemerintah untuk segera melakukan pembenahan dan audit lingkungan secara menyeluruh agar peristiwa serupa tidak terus menjadi tradisi kelam.
Anggota Komisi IV DPR RI, Robert J. Kardinal, menegaskan bahwa jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa ini menunjukkan adanya masalah fundamental dalam pengawasan izin lingkungan dan pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) di sekitar lokasi pertambangan.
Dalam insiden terbaru, dilaporkan satu pekerja tewas dan sejumlah alat berat tertimbun material longsor.
“Kalau sampai ada korban jiwa di kawasan industri strategis, berarti ada masalah serius dalam tata kelola lingkungan. Ini harus menjadi alarm nasional agar peristiwa seperti ini tidak terus terulang," kata Robert kepada wartawan, Rabu (25/2/2026).
Catatan kelam di kawasan IMIP bukan kali ini saja terjadi. Pada 22 Maret 2025, insiden serupa juga merenggut nyawa dua pekerja dari tiga orang yang tertimbun longsor.
Berulangnya kejadian ini membuat Politisi Fraksi Golkar tersebut mendorong langkah konkret dalam rehabilitasi lingkungan, terutama penguatan sempadan sungai dan pengendalian erosi di wilayah hulu.
DPR meminta pemerintah segera melakukan audit lingkungan yang komprehensif, mencakup pemetaan lahan kritis hingga identifikasi area bekas tambang yang belum direhabilitasi.
"Dengan data yang akurat, pemerintah dapat menetapkan kebijakan pencegahan yang tepat sasaran dan tidak sekadar bersifat sementara," katanya.
Baca Juga: Jembatan Darurat Penghubung Warga Terisolasi di Nagari Salareh Aia
Lebih lanjut, Robert menekankan, bahwa setiap kawasan industri wajib memiliki mitigasi bencana yang terukur dan daya dukung lingkungan yang memadai, termasuk kapasitas drainase yang mumpuni.
“Kawasan industri strategis harus dibangun dengan sistem mitigasi yang jelas dan terukur. Ini menyangkut keselamatan pekerja sekaligus keberlanjutan investasi,” ujarnya.
Robert juga mengingatkan pemerintah agar tidak hanya melakukan pengawasan administratif di atas kertas. Pengetatan evaluasi terhadap pelaksanaan izin lingkungan harus dilakukan secara faktual di lapangan.
Menurutnya, industri nikel yang mendapatkan manfaat ekonomi besar harus memikul tanggung jawab moral dan hukum untuk menjaga lingkungan.
“Kalau rehabilitasi tidak dijalankan dengan baik, maka izin harus dievaluasi. Penegakan aturan harus tegas agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.
Sebagai langkah jangka panjang, DPR mendorong penggunaan teknologi sensor hidrologi dan data satelit untuk memantau potensi bencana.
Berita Terkait
-
Jembatan Darurat Penghubung Warga Terisolasi di Nagari Salareh Aia
-
Mendagri Tito: 47 Kantor Pemerintahan di Aceh Tamiang Mulai Beroperasi Pasca Terkubur Lumpur
-
Bukan Sekadar Hujan Biasa! Ini Alasan Ilmiah BMKG Prediksi Curah Hujan Ekstrem Pekan Depan
-
Diguyur Hujan Lebat, Jalur Lingkar Utara Jatigede Longsor
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK
-
Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam
-
Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu
-
Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur
-
Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru
-
Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni
-
Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden
-
Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO
-
Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau
-
Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja