- Direktur Utama LPDP, Sudarto, tegaskan beasiswa inklusif untuk menjaring talenta terbaik tanpa memandang status ekonomi keluarga.
- LPDP menyediakan beasiswa afirmasi untuk pemerataan akses pendidikan bagi kelompok spesifik; porsi target melebihi 25% tahun 2026.
- LPDP mengimbau pendaftar kategori mapan memilih parsial funding, sementara fokus studi diarahkan ke bidang strategis pembangunan nasional.
Suara.com - Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat, terutama terkait kriteria penerima beasiswa yang seringkali disorot dari sisi latar belakang ekonomi.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama LPDP, Sudarto, memberikan penjelasan mendalam mengenai filosofi di balik pemberian dana pendidikan tersebut.
Sudarto menegaskan bahwa beasiswa LPDP pada dasarnya bersifat inklusif dan memiliki misi utama untuk menjaring talenta-talenta terbaik dari seluruh penjuru Indonesia tanpa memandang status sosial tertentu.
Penjelasan ini disampaikan untuk meluruskan berbagai miskonsepsi yang berkembang di publik mengenai kepantasan seorang penerima beasiswa jika dilihat dari kemampuan finansial keluarganya.
Menurut Sudarto, fokus utama lembaga yang dipimpinnya adalah memastikan putra-putri terbaik bangsa dapat menembus institusi pendidikan kelas dunia.
“LPDP itu benar-benar fokus untuk mencari top of the top talenta Indonesia untuk bisa mengakses pendidikan tinggi top dunia. Harus inklusif,” kata Sudarto kepada wartawan di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (25/2) malam.
Sudarto menjelaskan bahwa LPDP berupaya keras memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh talenta Indonesia untuk meraih pendidikan tinggi di universitas-universitas terbaik.
Dalam menjalankan mandatnya, LPDP tidak hanya membuka jalur umum, tetapi juga menyediakan jalur khusus yang dirancang untuk menciptakan pemerataan akses pendidikan. Salah satu instrumen utamanya adalah beasiswa afirmasi.
Beasiswa afirmasi ini secara spesifik diperuntukkan bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih, seperti putra-putri dari tanah Papua, penduduk di daerah afirmasi, kelompok prasejahtera, penyandang disabilitas, hingga talenta di bidang keolahragaan.
Baca Juga: Warning Bagi Awardee! LPDP Sanksi Alumni Tak Pulang, Wajib Kembalikan Dana Hingga Rp2 Mi
Hingga saat ini, program afirmasi tersebut telah menjangkau setidaknya 127 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia dengan total penerima akumulatif mencapai 14.983 orang.
Menatap tahun 2026, LPDP berkomitmen untuk memperkuat keberpihakan pada kelompok ini.
Sudarto mengungkapkan bahwa porsi beasiswa afirmasi akan mencakup lebih dari 25 persen dari total keseluruhan penerima dana pendidikan pada tahun tersebut.
Hal itu menunjukkan bahwa aspek keadilan sosial tetap menjadi pilar penting dalam operasional LPDP.
Terkait sorotan tajam publik mengenai adanya anak pejabat yang menerima beasiswa penuh dari LPDP, Sudarto memberikan klarifikasi bahwa secara regulasi, mereka tetap memiliki hak untuk mendaftar dan diterima.
Hal ini dikarenakan LPDP pada jalur tertentu memang tidak mencantumkan syarat latar belakang ekonomi sebagai penghalang bagi pendaftar yang memiliki prestasi akademik luar biasa.
Meski demikian, pihak LPDP tetap memberikan imbauan moral bagi para calon pendaftar yang secara ekonomi sudah masuk dalam kategori mapan atau mampu.
Sudarto menyarankan agar kelompok ini mempertimbangkan untuk mengambil jalur beasiswa parsial atau partial funding.
Dalam skema ini, LPDP hanya akan menanggung biaya pendidikan sebesar 50 persen, sementara sisanya dibiayai secara mandiri oleh penerima beasiswa.
“Ini imbauan, kalau mampu, pilihlah bukan yang beasiswa penuh tapi beasiswa parsial, sehingga akan lebih banyak kami bisa membiayai beasiswa,” ujar Sudarto sebagaimana dilansir Antara.
Secara statistik, cakupan program LPDP terus mengalami pertumbuhan yang signifikan. Hingga tahun 2026, lembaga ini tercatat telah mendukung 58.444 penerima beasiswa gelar (degree).
Selain itu, terdapat 583.171 peserta yang tergabung dalam program kolaborasi bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
LPDP juga mencatat adanya 42.160 penerima beasiswa hasil kolaborasi dengan Kementerian Agama.
Sejak tahun 2021 hingga 2026, arah kebijakan pemberian beasiswa juga mulai digeser secara lebih terukur ke bidang-bidang yang dianggap strategis bagi masa depan pembangunan nasional.
Fokus utama diarahkan pada bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), industri pangan dan maritim, sektor energi, kesehatan, hingga pertahanan.
Selain itu, LPDP juga memprioritaskan bidang digitalisasi yang mencakup pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor.
Bidang lain yang menjadi perhatian adalah hilirisasi industri, manufaktur, pengembangan material maju, kewirausahaan, serta industri kreatif.
Langkah ini diambil agar para alumni LPDP memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri dan visi besar Indonesia di masa depan.
Saat ini, LPDP mencatat masih ada sekitar 38 ribu penerima beasiswa yang aktif menempuh studi di berbagai universitas, baik di dalam maupun luar negeri.
Dengan total anggaran yang dikelola, LPDP terus berupaya menjaga keseimbangan antara pencapaian prestasi akademik tertinggi dengan pemerataan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Berita Terkait
-
Disorot soal Kontribusi LPDP, Tasya Kamila Minta Maaf dan Bahas Pajak
-
Warning Bagi Awardee! LPDP Sanksi Alumni Tak Pulang, Wajib Kembalikan Dana Hingga Rp2 Mi
-
Isyana Sarasvati Kuliah di Mana? Bantah Tuduhan Terima Beasiswa LPDP
-
Tasya Kamila Sampaikan Permintaan Maaf Terkait Unggahan Kontribusi LPDP, Kini Singgung Pajak
-
Menkeu Singgung Pajak Rakyat Bukan untuk Penghina Negara
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Viral Perang Sarung Kebumen, KemenPPPA Soroti Dampak Mengerikan Ini pada Anak dan Polisi!
-
Siapa Bermain di Balik Bansos Beras PKH? KPK Periksa Pejabat dan Direksi Perusahaan
-
Warning Bagi Awardee! LPDP Sanksi Alumni Tak Pulang, Wajib Kembalikan Dana Hingga Rp2 Mi
-
Terungkap! Asal Pelat L 1 XD Vellfire di SPBU Cipinang, Pelaku Agresif Karena Sabu dan Ganja
-
Bansos Beras Tak Sampai Titik Akhir, KPK Bongkar Borok Distribusi yang Diduga Tak Sesuai Kontrak
-
Sidang Putusan Anak Riza Chalid Hari Ini di Kasus Korupsi Minyak Rp285 Triliun
-
Bahas Isu Strategis hingga Tindak Lanjut BoP, Ini Hasil Pertemuan Prabowo dan Raja Yordania
-
Fakta Baru Kasus SPBU Cipinang, Polisi Ungkap Pelat Nomor Pelaku
-
Viral Anak Perang Sarung di Kebumen Kena 'Binaan' Aparat TNI, KemenPPPA: Hindari Hukuman Fisik
-
Status Hukum Masih Dikaji, Bareskrim Pertimbangkan Sidang Adat Toraja dalam Kasus Pandji