- LPDP mengaudit total dana beasiswa alumni berinisial AP, dipicu polemik unggahan istri tentang kewarganegaraan anak mereka.
- Direktur Utama LPDP mengonfirmasi perhitungan meliputi dana pokok studi 2015-2016 dan 2017-2021 beserta nilai bunganya.
- Menteri Keuangan menyatakan AP wajib mengembalikan seluruh dana LPDP dan akan dimasukkan daftar hitam sanksi administratif.
"Itu uang dari pajak dan sebagian dari utang yang kita sisihkan untuk memastikan SDM kita tumbuh. Tapi kalau dipakai untuk menghina negara ya kita minta uangnya dengan bunganya kalau gitu," tambahnya.
Selain tuntutan pengembalian dana beserta bunganya, pemerintah juga menyiapkan sanksi administratif yang berat bagi AP.
Purbaya menyatakan akan memasukkan nama yang bersangkutan ke dalam daftar hitam (blacklist). Sanksi ini bertujuan untuk menutup akses AP agar tidak dapat bekerja di lingkungan instansi pemerintahan maupun lembaga negara lainnya di masa depan.
Kasus ini bermula dari tindakan Dwi Sasetyaningtyas (DS) yang mengunggah sebuah video di akun Instagram pribadinya pada Jumat, 20 Februari 2026.
Dalam konten tersebut, DS memperlihatkan paspor Inggris milik anak keduanya yang baru saja mendapatkan kewarganegaraan negara tersebut.
Namun, yang menjadi pemantik kemarahan publik adalah keterangan tertulis (caption) dalam unggahan tersebut yang dinilai merendahkan paspor Indonesia dan dianggap tidak menunjukkan kebanggaan sebagai warga negara Indonesia.
Unggahan tersebut dengan cepat viral dan memicu reaksi negatif dari netizen, terutama di kalangan pembaca usia produktif yang merasa bahwa fasilitas beasiswa negara seharusnya diberikan kepada mereka yang memiliki komitmen kuat terhadap bangsa.
Hingga saat ini, publik masih menunggu rilis resmi mengenai total nominal yang harus disetorkan kembali oleh AP ke kas negara sebagai bentuk pertanggungjawaban atas beasiswa yang pernah diterimanya.
Baca Juga: Anak Pejabat Terima Beasiswa LPDP? Dirut Sudarto Buka Suara: Kami Cari Top of The Top Talenta
Berita Terkait
-
Anak Pejabat Terima Beasiswa LPDP? Dirut Sudarto Buka Suara: Kami Cari Top of The Top Talenta
-
Disorot soal Kontribusi LPDP, Tasya Kamila Minta Maaf dan Bahas Pajak
-
Warning Bagi Awardee! LPDP Sanksi Alumni Tak Pulang, Wajib Kembalikan Dana Hingga Rp2 Mi
-
Isyana Sarasvati Kuliah di Mana? Bantah Tuduhan Terima Beasiswa LPDP
-
Tasya Kamila Sampaikan Permintaan Maaf Terkait Unggahan Kontribusi LPDP, Kini Singgung Pajak
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Jokowi Akan Keliling Indonesia, Pengamat Nilai Ada Target Politik 2029
-
Kebakaran di Warakas Hanguskan Dua Rumah, 9 Penghuni Selamat
-
Indonesia Ingin Belajar Strategi China soal Pengentasan Kemiskinan
-
Polda DIY Selidiki Dugaan Pembubaran Ibadah Jemaat GMS di Bantul
-
Digeruduk Yakuza Mangenes, Pengasuh Ponpes Pekalongan Ditangkap usai Diduga Cabuli 25 Santri
-
Iduladha 1447 H, Kemensos Salurkan 295 Ekor Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia
-
Bukan Cuma Pagar Canggih, Gang Haji Jeni Kini Punya 'Smart Geprek' Pengubah Sampah Jadi Cuan
-
Gedung Putih Bangun Arena Baku Pukul untuk Rayakan HUT ke-250 AS dan Ulang Tahun Trump
-
Alarm Bahaya! Ratusan Siswa di 26 Provinsi Terpapar Radikalisme Lewat Medsos dan Game Online
-
Ketua MUI Soal Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN: Sah Secara Syar'i