- Petugas Damkar Depok, Khairul Umam, diteror via WhatsApp setelah mengedukasi fungsi helm di Instagram pada Minggu (22/2/2026).
- Teror tersebut mencakup ancaman nyawa, permintaan "sowan," serta penyebaran data pribadi dua alamat rumah dan nama orang tua korban.
- Khairul merespons teror dengan tenang, mempublikasikan bukti ancaman untuk antisipasi keamanan, dan menegaskan kontennya murni edukasi.
Pada pesan WhatsApp yang dikirimkan, pelaku secara spesifik menyuruh Khairul untuk meminta maaf atau "sowan" kepada orang tuanya.
Intimidasi ini sengaja diperkuat oleh pelaku dengan menunjukkan bahwa ia mengetahui secara pasti nama asli kedua orang tua Khairul, meskipun Khairul bersyukur pelaku belum mengetahui letak pasti alamat rumah orang tuanya.
4. Kronologi Waktu Kejadian yang Singkat
Rangkaian peristiwa ini terjadi dalam waktu yang sangat berdekatan. Khairul Umam pertama kali memublikasikan konten "fungsi helm" tersebut di akun Instagram-nya pada hari Minggu (22/2/2026).
Tiga hari berselang, tepatnya pada Selasa malam (24/2/2026) hingga Rabu pagi (25/2/2026), ancaman beruntun mulai masuk ke nomor WhatsApp pribadinya.
Merasa harus mengambil tindakan atas ancaman yang menyebutkan data keluarganya, Khairul kemudian membeberkan bukti-bukti pesan teror tersebut ke publik melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Rabu sore (25/2/2026).
5. Klarifikasi dari Khairul Umam
Menanggapi polemik yang terjadi, Khairul memberikan klarifikasi tegas bahwa konten yang ia unggah murni bertujuan untuk edukasi terkait Alat Pelindung Diri (APD) dan sebagai hiburan semata.
Ia menekankan bahwa sama sekali tidak ada narasi, ucapan, maupun keterangan tertulis dalam videonya yang secara spesifik menyebut, menyinggung, apalagi menyudutkan institusi manapun.
Baca Juga: Ngeri! Relawan Kemanusiaan Asal Jogja di Aceh Kena Teror, Dikirimi Bangkai Anjing Tanpa Kepala
Sebagai seorang pembuat konten, Khairul menyadari bahwa ia hanya bisa mengendalikan karya yang ia buat, namun berada di luar kendalinya untuk mengontrol bagaimana publik menafsirkan atau merespons pesannya.
6. Respons dan Langkah Antisipasi Korban
Meskipun menghadapi intimidasi dan pelanggaran data pribadi yang cukup meresahkan, Khairul Umam merespons teror tersebut dengan tenang dan santai.
Ia membalas pesan ancaman dengan ucapan terima kasih serta mendoakan keselamatan bagi pelaku, dan bahkan membuat konten satir berupa video dirinya sedang mandi sambil tetap mengenakan helm dinas Damkar berwarna merah—sebagai balasan atas sindiran pelaku yang memintanya terus memakai helm.
Sebagai langkah mitigasi dan antisipasi keamanan, Khairul sengaja mempublikasikan tangkapan layar ancaman tersebut di media sosialnya agar publik dan pengikutnya tahu jika terjadi hal buruk menimpanya di kemudian hari.
“Jadi setelah konten gua yang “day1 ngenalin fungsi apd” ituh banyak banget teror bahkan Udh sampe wa nih ges. Dan gua juga belom tau siapa ini ini orang. Yang jelas ada yang Sampe ngirimin 2 alamat rumah gua dan nyebut nama umi dan bapak gua. Canggih. Sengaja gua post begini. Seenggaknya kalian tau kalo gua kenapa kenapa. Wkwk” tulis keterangan dalam postingan tersebut.
Reporter: Tsabita Aulia
Berita Terkait
-
Anggota Damkar Depok Terima Teror Setelah Konten Diduga Sindir Oknum Brimob Viral
-
Polisi Turun Tangan Dalami Kasus Relawan Diteror Bangkai Anjing Tanpa Kepala di Aceh Tamiang
-
Adian Napitupulu Murka Ketua BEM UGM Diteror: Ini Kemunduran Demokrasi!
-
Ngeri! Relawan Kemanusiaan Asal Jogja di Aceh Kena Teror, Dikirimi Bangkai Anjing Tanpa Kepala
-
Teror Berantai Ketua BEM UGM 2026: Kritik Kebijakan, Fitnah AI, hingga Ancaman ke Keluarga
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Gerakan Pilah Sampah Jakarta Masih Berproses, Dampaknya Belum Terlihat
-
Kasus Duel Maut WNA Brunei di Blok M Masuk Radar Interpol, Ini Motifnya
-
Skandal Riset AI Kedokteran Demi Travel Grant, MGBKI Desak Audit Total
-
Bandar Abbas Dibombardir, Militer Iran Balas Dendam Serang Dua Pangkalan Udara AS
-
Kesaksian Akbar Husein soal Tragedi Bawaslu 2019: Ditangkap, Disiksa, hingga Ada yang Meninggal
-
Sok Jagoan di Tol JORR! Pengemudi Ngamuk Pukul Spion Pakai Besi, Polisi Buru Pelaku
-
Duduk Perkara Duel Maut Selebgram Brunei di Blok M: Cuma Gara-gara Ditegur, Nyawa Melayang
-
Donald Trump: Tidak Ada Satu Negara Pun Boleh Kendalikan Selat Hormuz
-
Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran di Jabar, Binokasih Mulang Salaka Tandai Pembukaan di Sumedang
-
Hutan Bukan Milik Negara: Mengapa Masyarakat Adat Papua Menolak Skema Perhutanan Sosial?